ASEAN-Doll: Solusi Inovatif Media Sosialisasi ASEAN COMMUNITY di Indonesia (Lolos PKM Kewirausahaan (PKM-K) Didanai Tahun 2016)

  • Awal Terbentuknya Kelompok PKM ini

Tahun 2015 akhir dan Tahun 2016 awal hingga pertengahan bulan dapat dikatakan merupakan tahun terakhirku dalam mengikuti kompetisi PKM. Mengingat banyak kegiatan kuliah dan organisasi yang perlu diselesaikan, seperti halnya mengikuti kegiatan keluar negeri bersama organisasi Rampoe UGM dengan berbagai persiapan keberangkatan, persiapan keberangkatan menuju KKN UGM, menyelesaikan laporan PKL, dan persiapan untuk penelitian. Sehingga dengan kondisi seperti itu, pada saat pendaftaran PKM pada akhir Tahun 2015 saya hanya merekrut anggota mahasiswa yang masih angkatan muda untuk menjadi ketua. Kurang lebih ada sekitar 5 proposal PKM yang saya ajukan dengan berbagai macam bidang PKM. Namun pada saat pengumuman proposal yang lolos PKM, hasilnya tidak ada satupun PKM saya dan teman-teman yang diajukan itu lolos. Walaupun begitu, tidak membuat saya kecewa akan hal itu. Bisa jadi, saya harus istirahat untuk menjalankan aktivitas lainnya.

 Selang beberapa minggu dari pengumuman lolos PKM, kemudian saya dihubungi teman satu organisasi untuk bisa bergabung dalam PKM dia yang didanai. Awalnya sempat bingung juga sih, karena dari awal tidak pernah gabung dalam pembuatan proposal dan pembahasan ide-idenya. Namun tiba-tiba saya dihubungi untuk langsung bergabung dalam PKM yang sudah lolos ini. Kejadian saya akhirnya bergabung adalah ada salah satu anggota yang tidak dapat bergabung karena alasan tertentu. Akhirnya tak lama, saya pun mencoba mengurus berkas untuk merubah anggota PKM. Sehingga fiksasi anggotanya pada saat itu terdiri dari Mulia Ela Syifaurrahmah dan Rifki Maulana Iqbal Taufik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Ridwan dari Fakultas Peternakan, Aditia Kusuma dari Fakultas Teknik, serta Wahyu Galih Yudha Purnama dari Fakultas Pertanian.

Program Kreatifitas Mahasiswa dalam bidang Kewirausahaan kami ini bernama “ASEANDoll: Solusi Inovatif Media Sosialisasi ASEAN COMMUNITY di Indonesia”. ASEAN-Doll merupakan inovasi dan kreasi media sosialisasi ASEAN Community yang mengangkat ragam budaya khas negara-negara ASEAN. Media sosialisasi yang diproduksi dalam program ini adalah boneka. Produk ASEAN-Doll dengan desain khas negara-negara ASEAN serta up to date menjadi salah satu nilai tambah produk ini. Desain boneka ASEAN menggunakan motif/gambar budaya khas negara-negara ASEAN seperti motif batik dari negara Indonesia, baju adat tarian Khon dari Thailand, motif gajah sebagai icon Thailand dan lain-lain. Selain itu, produk ini juga bersifat edukatif karena dalam produk ini terdapat penjelasan mengenai negara-negara ASEAN.

Latar belakang kami dalam membuat program ini adalah dimana indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN dengan 240 juta lebih jumlah penduduknya yang tersebar di 500 kota dan 17 ribu pulau, membutuhkan berbagai upaya dalam melakukan sosialisasi Komunitas ASEAN. Salah satu elemen masyarakat yang penting untuk menghadapi komunitas ASEAN adalah anak-anak. Hal tersebut merupakan tantangan besar karena persiapan yang belum terstruktur dengan baik, kurangnya sosialisasi terhadap komunitas ASEAN serta perlunya memasukkan komunitas ASEAN dalam kurikulum mulai dari sekolah dasar untuk membangun kesadaran ASEAN. Berdasarkan data statistik kemdiknas, jumlah siswa sekolah dasar se-Indonesia sebanyak 27.552.796 siswa atau sekitar 14% dari total penduduk Indonesia. Sehingga dengan jumlah sebesar itu, merupakan langkah yang baik jika  sosialisasi komunitas ASEAN di Indonesia dimulai dari jenjang pertama, yakni jenjang pendidikan sekolah dasar.

Dari permasalahan tersebut dan dengan pangsa pasar yang begitu besar, kami melihat sebuah peluang usaha yang menarik dan inovatif dalam menciptakan produk media sosialisasi. Dimana bukan hanya menjadi sebuah solusi inovatif bagi pemerintah untuk melakukan sosialisasi, tetapi juga sebagai media efektif untuk mengoptimalkan kemampuan otak pada anak. Solusi inovatif tersebut kami tuangkan dalam produk BONEKA ASEAN (ASEAN-Doll).

Adapun luaran yang diharapkan dari produk boneka Asean ini adalah menjadi sebuah  media  sosialisasi  yang edukatif,  kreatif,  inovatif, dan atraktif.  Edukatif dalam hal ini berarti menghadirkan berbagai ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan komunitas ASEAN. Kreatif karena ASEAN -Doll didesain berupa boneka yang menghasilkan tampilan  menarik dan tidak kaku. Serta inovatif dan atraktif karena boneka ini memiliki value added berupa unsur teknologi yang mampu menghadirkan media pembelajaran yang melibatkan lebih banyak indra anak dalam proses pembelajaranya.  Sehingga diharapkan  hasil keluaran  sosialisasi komunitas ASEAN di Indonesia benar-benar mampu menumbuhkan kesadaran anak- anak mengenai komunitas ASEAN.

  • Pelaksanaan Kegiataan

Metode pelaksanaan kegiatan yang kami tempuh dalam usaha mencapai tujuan program ada beberapa macam diantaranya Pembuatan Proposal Kerjasama dan Market Share, Memilih Tender Kerjasama, Persiapan bahan baku dan alat produksi, Pembuatan Asean-Doll, Penjualan Asean-Doll, Quality Control., Promosi dan Sosialisasi, Pelaksanaan Kegiatan, Serta Evaluasi dan Maintenance

Pembuatan Proposal Kerjasama dan Market Share. Proposal ini berfungsi untuk menjelaskan tentang konsep produk secara menyeluruh kepada calon mitra kerjasama  dan benefit yang akan diperoleh kedua belah pihak.  Dalam perancangan desain ini, langkah awal yang  kami lakukan adalah membuat brand produk. Setelah melakukan diskusi tim, maka telah dibuat brand produk ini yaitu Si Bona (Boneka Asean).

Memilih Tender Kerjasama. Mitra kerjasama yang paling utama dalam program ini adalah tempat produksi boneka. Tempat produksi boneka yang kami pilih adalah Griya Boneka yang berada di Wirobrajan, Bantul. Griya Boneka mempunyai pekerja yang berasal dari penjahit di desa-desa. Brand produk ini sudah dibuat berdasarkan kesepakatan bersama. Namun, untuk produksi serta produk yang dibuat pada saat itu  masih dalam jumlah sedikit karena desain belum sempurna.

Persiapan bahan baku dan alat produksi. Memastikan bahwa bahan baku dan alat-alat produksi telah siap untuk digunakan. 

Pembuatan Asean-Doll. Setelah semua alat dan bahan tersedia, maka pekerja memulai pembuatan boneka Asean dengan mengatur desain karakter boneka pada alat border. Setelah bahan selesai dibordir, maka bahan tersebut dibuat menjadi bentuk boneka dan didesain sesuai negara-negara ASEAN.

Hasil Produk Boneka
Logo Si Bona (Boneka Asean)

Penjualan Asean-Doll. Proses penjualan disertai dengan pengemasannya yang eye catching untuk menarik perhatian konsumen (anak-anak).  saat itu kami  membuat aksesoris produk, berupa Mug, Pin, Gantungan Kunci, dan Stiker.

Banner

Quality Control. Melakukan pengecekan kembali produk yang sudah jadi. Jika sudah sesuai dengan yang diharapkan, maka produk siap dikemas. 

Promosi dan Sosialisasi.  Promosi dilakukan dengan menggunakan media cetak dan media online. Media cetak dapat berupa brosur, stiker, ID Card dan poster. Sedangkan promosi melalui media online dilakukan melalui akun pada social media facebook.com.  Namun kendala pada saat itu adalah produk yang diluncurkan masih belum sempurna karena belum ada suaranya.

Leafleat

Lain halnya itu, selama perjalanan melakukan program PKM ini. Kami sudah membat beberapa akun Media Sosial untuk dijadikan sebagai promosi. Diantaranya akun media sosial sebagai berikut : Twitter (@SiBona123), Instagram : (bonekaasean), Facebook (Sibona Boneka Asean), Email  ([email protected]), Official Line (@gnd7035h), Blogspot (bonekaasean.blogspot.co.id) dan Pemasaran online (Tokopedia.com, Bukalapak.com, Olx.com).

Instagram
Facebook
Google Plus
Twitter
Website Bona
Marketing (Penjualan Online) di Buka Lapak
Marketing (Penjualan Online) di OLX
Marketing (Penjualan Online) di Toko Pedia

Pelaksanaan Kegiatan. Pada tahap ini, produk akan mulai didistribusikan secara online dan offline. Namun dalam prosesnya ada banyak kendala, diantaranya tidak terlaksananya Promosi Boneka Asean ke Sekolah Dasar. Namun kami sempat mengikuti Promosi Boneka Asean melalui event bazar Di LKMMNAS PSMKGI tanggal 21-22 Mei 2016 Fakultas Kedokteran Gigi UGM. Beruntungnya dalam berbagai waktu lain, saya sedang megikuti beberapa kegiatan sehingga produknya sempat saya bawa dan saya jual. Alhamdulillah ada beberapa boneka yang telah terjual.

Pameran Produk
Sahabat Bona dan pembeli Bona

Evaluasi dan Maintenance. Untuk mengetahui respon dan feedback dari masyarakat, maka dilakukan test market dan pengumpulan testimoni dari konsumen melalui kegiatan mini riset. Hasil yang diperoleh akan digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan produk untuk menghasilkan produk yang dapat diterima oleh masyarakat.

  • Kumpul Tim PKM

Seiring berjalan waktu perjalanan pengerjaan kegiatan PKM ini adanya beberapa hambatan dalam anggota. Terutama dalam hal keaktifan perkumpulan dan pembuatan project, sehingga beberapa ada yang kerjanya individu. Permasalahan anggota bagi kami pada saat itu tidak membuat patah semangat untuk terus mengerjakan project ini, sehingga apapun kondisinya tetap haris bisa jalan kegiatannya. Kebetulan pada saat itu, belum ada anggota yang mengambil bagian dalam pengerjaan media dan promosi. Akhirnya, pada saat itu saya memutuskan untuk membantu pengerjaan itu.

Rapat Tim PKM
  • Monev (Monitoring Evaluasi) PKM Internal dan Eksternal

Dari beberapa perjalanan PKM sebelumnya, ketika akan menghadapi MONEV biasanya saya membaca lagi buku panduan PKM tentang MONEV yang merupakan kartu emas buat ke PIMNAS. Didalam buku tersebut dapat disimpulkan bahwasanya kalau kita mau lolos sampai PIMNAS berarti ada point yang harus diperhatikan yaitu : Juri/ Reviewer, Waktu, Dokumentasi kegiatan, Laporan logbook dan keuangan, dan manfaat. Terkait juri/reviewer, biasanya kalau peserta PKM akan mencari biodata diri juri itu sendiri agar nantinya kita bisa tahu kemungkinan ranah pembicaraan akan pertanyaan yang akan dilontarkan oleh juri dengan kesesuaian presntasi kita. Terkait waktu setiap peserta PKM sudah ada batasan untuk presentasi, sehingga perlu dimanajemen waktu lebih baik ketika presentasi. Isi PPT juga akan memberika nilai plus ketika kita dapat menampilkan dokumentasi kegiatan kita. Terkait Laporan Logbook dan laporan keuangan juga perlu ditulis dengan baik, agar juri ketika menilai bisa mudah memahaminya. Kemudian, biasanya juri akan sangat suka sekali dengan program yang punya dampak baik untuk kedepannya atau punya tindak lanjut.

Pada saat di Ruangan Presentasi
Foto Bersama usai presentasi

Usai MONEV Eksternal menuju pengumuman lolos PIMNAS biasanya momen yang paling ditunggu bagi kami. Berharap ada salah satu PKM yang bisa mengantarkan kami ke PIMNAS. Tapi hasil akhir menyatakan bahwa PKM ini juga belum beruntung lolos. Dengan adanya PKM-k Si Bona ini merupakan PKM terakhir ku yang didanai oleh Dikti.

  • Publikasi Media (Media Berita)
https://ugm.ac.id/id/berita/11839-boneka-asean-cara-unik-mengenalkan-komunitas-asean-kepada-anak
https://edukasi.okezone.com/read/2016/06/07/65/1408729/unik-mahasiswa-ugm-kenalkan-asean-lewat-boneka
https://www.suara.com/pressrelease/2016/06/07/184631/boneka-asean-cara-unik-kenalkan-komunitas-asean-kepada-anak

Facebook Comments