(PART 3) Perjalanan Keberangkatan Menuju Tempat KKN – Kegiatan KKN di Papua

Membahas mengenai keberangkatan perjalanan, rasa-rasanya setiap orang mempunyai perasaan yang berbeda-beda dalam menghadapi kondisi ini. Adakalanya seseorang ada yang mempunyai rasa bahagia karena sudah tidak sabaran ingin berkegiatan dan merasa segala persiapannya sudah sangat matang, ada yang merasa biasa-biasa saja, dan ada juga yang mungkin masih berasa bingung karena ada beberapa permasalahan terkait persiapannya kurang matang untuk keberangkatan. Sudah menjadi kewajaran setiap orang dihadapkan kondisi seperti itu, namun kondisi itu bukan menjadi suatu alasan bagi kita untuk menjadikan keadaan menjadi lebih baik. Maka dari itu pada part sebelumnya (Part 2), dimana saya menjelaskan beberapa persiapan sebelum keberangkatan itu diharapkan agar kita sudah mempunyai kesiapan akan kondisi yang nantinya kita hadapkan.

Membahas persiapan keberangkatan juga, ada hal penting juga yang perlu kita lakukan yaitu dengan memohon doa restu dari keluarga dan orang disekitar kita. Diharapkan dengan memohon doa restu keberangkatan, apa yang akan kita lakukan dapat terlaksana dengan baik. Alhamdulillah sebelum saya berangkat kegiatan KKN di Papua, saya sudah menyempatkan pulang ke kampung halaman untuk bertemu keluarga dan sebenarnya pada saat itu kondisi ibu saya memang sedang sakit. Tapi dari awal saya sudah memohon izin restu untuk berangkat ke papua dan keluarga setuju dan memberikan pesan semoga baik-baik saja disana.

            Tak hanya itu saja, pihak UGM juga selalu mengadakan kegiatan pemberangkatan/penerjunan mahasiswa KKN. Pada saat itu, kegiatan pemberangkatan mahasiswa KKN-PPM 2016 antar semester ini oleh UGM dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2022. Dalam artian, pada tanggal itu sebenarnya saya sudah berada di tempat KKN. Memang pada saat itu, untuk KKN yang lokasinya berada diluar jawa tengah dan DIY didahulukan terlebih dahulu berangkat secara bergelombang. Jumlah yang sudah diberangkatkan pada saat itu ada 120 unit KKN dari 260 unit. Kemudian untuk lokasi KKN-nya ini berada di 33 propinsi, 108 Kabupaten, 179 Kecamatan, dan 276 Desa di seluruh Indonesia.

            Oke. Saya lanjutkan kembali dengan apa yang sudah saya sampaikan sebelumnya. Apabila kita benar-benar sudah mempersiapkan semua hal itu dengan baik, insyaalah hasilnya juga akan baik. Dan inilah cerita hari keberangkatan KKN saya di mulai dari Kota Jogja.

Sabtu, 18 Juni 2016

  • Persiapan Keberangkatan ke Bandara

Tak terasa waktu begitu cepat, dimana perjalanan KKN kami pada saat itu akan segera dimulai. Masing-masing dari kami pun pastinya sudah mulai mempersiapkan barang-barang yang harus dibawa, dari mulai barang pribadi maupun tim. Beruntungnya juga, pada saat sebelum keberangkatan kami sempat mengadakan sharing-sharing persiapan keberangkatan. Sehingga, pada saat hari-H keberangkatan, semua anak sudah paham apa yang harus dilakukan.

 Keberangkatan kami dimulai pada tanggal 18 juni, dimana semua anggota KKN harus berada pada Pukul 16.00 WIB, di Bandara Adisucipto, Yogyakarta. Walaupun sebenarnya jadwal penerbangan kami memang jam 8 malam, namun perlu banyak persiapan barang-barang yang perlu kami cek terlebih dahulu. Mengingat kondisi keberangatan kami ini bukan pribadi, melainkan pemberangkatan tim dengan barang bawaaan yang banyak juga. Patutlah bagi kami harus tetap berhati-hati jangan sampai ada barang yang tertinggal.

Seketika itu, beberapa barang masih berada di jalan dari arah Deru UGM dan beberapa dari kami ada yang mencoba untuk mengambilnya. Kemudian, beberapa dari yang lainnya ada yang sudah sampai dibandara dan siap-siap mengambil keranjang untuk menaruh tas yang akan dibawa didalamnya.

Bersyukur, kami semua pada saat itu tepat waktu berada di Bandara. Walaupun kondisinya, beberapa anak ada yang terburu-buru karena sesuatu. Akan tetapi semuanya dapat selamat sampai di Bandara dan tidak ada yang tertinggal.

  • Sampai di Bandara Adi Sucipto

Sesampainya dibandara, kami harus membawa barang satu persatu dengan ditaruh keranjang. Kemudian saya pun membagi satu persatu boardingpass dan menyuruh semua anak untuk mengeluarkan KTP(Kartu Tanda Pengenal) sebagai syarat masuk kedalam bandara.

Saat menunggu

Sekitar Pukul 18.30 WIB – 20.00 WIB itu mulai adanya proses pengecekan barang tim maupun pribadi. Mengingat barang-barang kami sangat banyak, sehingga perlu digerakkan tenaga masing-masing anak. Sambil menunggu proses pengecekan selesai, beberapa dari kami menyempatkan untuk buka puasa yang telah dipesan oleh Tim. Beruntungnya, waktunya sangat cukup sekali sampai jam 8 malam. Pasalnya pesawat dijadwalkan terbang pada Pukul 20.30 WIB. Usai selesai proses pengecekan barang, kami pun langsung menuju ruang tunggu hingga pintu menuju pesawat dibuka.

Akhirnya kali ini pesawat terbang dari Jogja pukul 20.40 hingga sampai di Bali sekitar pukul 22.50. Bagi saya pribadi, menaiki pesawat Garuda ini mempunyai kesan tersendiri dan pesawat ini merupakan pesawat yang kali pertama yang saya naiki. Karena pada perjalanan sebelumnya, saya pernah menaiki pesawat yang berbeda yaitu Pesawat Air Asia. Terlebih lagi, perjalanan ini melewati Kota Bali dan Papua yang bagi saya itu merupakan salah satu kota yang belum pernah saya kunjungi.

Setelah semua anak sudah memasuki pesawat dan barang bawaan juga sudah diletakkan sesuai tempatnya. Kami pun merasa lega, akhirnya bisa duduk untuk istirahat kembali dan menikmati hidangan makanan yang diberikan oleh pihak pesawat.

Minggu, 19 Juni 2016

  • Sampai di Bandara Timika

Sekitar pukul 03.45 WIT kami sampai di Bandara Timika, Papua. Sesampainya ditempat ini, kami pun langsung menuju ke luar Bandara. Ternyata kami sudah ditunggu oleh pihak penanggung jawab Tim KKN kami. Dihadapan kami ternyata sudah tertata mobil yang rapi untuk mengantar kami ke tempat penginapan. Penginapan kali ini masih diarea Timika, mengingat penerbangan ilaga pada saat itu belum bisa kami lakukan karena sudah ada banyak pesanan untuk menaikinya. Sehingga, kami punya waktu semalam untuk dapat menginap di Hotel Timika ini. Satu persatu mobil pun akhirnya berangkat menuju ke tempat penginapan. Sekedar info tambahan, bahwa waktu di papua dengan di jogja berbeda sekitar 2 jam.

  • Sampai di Tempat Penginapan Timika
Sampai di Tempat Penginapan Timika

Sesampainya di tempat penginapan, terlihat tulisan Hotel Maspulindo dari arah kami. Kemudian, kami pun langsung masuk ke dalam rumah dan disambut oleh pemilik Hotel. Setelah itu, satu persatu barang  kami pun mulai dimasukkan dan ditata dengan rapi. Untuk kamar putri ada dibawah tangga dengan 2 kamar, dan kamar putra berada di atas tangga dengan jumlah 4 kamar. Beberapa kami pun ada yang langsung menuju kamar untuk memilih beristirahat. Beberapa dari lainnya, ada yang menyempatkan waktu untuk mengerjakan sesuatu.

Foto depan penginapan Timika

Waktu istirahat kami dapat dikatakan cukup lama, hingga pada sampailah waktu buka bersama puasa. Beruntungnya, untuk makan buka Bersama kami sudah disediakan oleh pihak pemerintah daerah ini. Sehingga, kami pun tidak perlu mencari sendiri. Dengan posisi kami sudah siap duduk dan melingkar, kami pun langsung menyantap makanan dengan lahapnya. Selanjutnya, bagi kami yang muslim melaksanakan shalat maghrib dan isya dan dilanjutkan untuk shalat Tarawih yang tidak jauh dari tempat kami.

Saat Buka Puasa Bersama
  • Tongkrongan di Kedai Baper

Pada malam harinya, kami pun sempat memanfaatkan waktu untuk menikmati udara diluar dengan berkeliling disekitar Timika. Dan kami menemukan tempat tongkrongan di warung kopi dengan nama “Kedai Baper”, dengan meja yang didesain ala-ala cafe. Ditambah lagi dengan hiasan tulisan yang membuat menarik kami untuk berfoto.

Kedai Baper, Timika
  • Rapat Keberangkatan ke Ilaga

Usai dari jalan-jalan malam, kami pun kembali ke tempat penginapan. Selanjutnya, diadakan rapat persiapan keberangkatan dari Timika menuju Ilaga. Informasi terakhir yang didapatkan dari hasil obrolan dengan Bapak Yarius malam itu, kita tidak bisa berangkat bersama ber-25 orang. Jadi penerbangan kita ke Ilaga dibagi menjadi dua kloter, yaitu pada hari Senin dan Selasa. Dimana dalam Satu hari itu hanya ada satu penerbangan dan satu hari lagi berarti berangkat pada esok harinya. Sehingga, pada saat itu diputuskan untuk Kloter 1 akan berangkat pada esok hari dan kloter 2 harus menginap terlebih dahulu. Pemberangkatan 2 kloter berbeda hari ini disebabkan karena adanya perayaan ulang tahun kabupaten puncak yang mengakibatkan banyak orang yang ingin berangkat pada hari itu, sehingga terpaksa pesawat hanya tersisa 1 buah untuk hari besok.

Pesawat kecil yang hanya cukup menampung kurang lebih sekitar 15 orang, akhirnya kami memilih perwakilan dari masing-masing kluster, kormasit, bendahara dan sekretaris. Jadi pada besok pagi yang berangkat dulu ada 14 orang dan 12 orang menyusul di hari Selasa. Nama yang berangkat terlebih dahulu diantaranya adalah :  Pak Eko, Slamet, Satori, Dyah, Nina, Fajar,  Puput,  Adi, Agung, Novelli, Sekar, Cahya,  Fika, dan Deni.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk keberangkatan ke ilaga yaitu : 1) KTP dibawa saat di bandara, jaga jaga kalo diperiksa oleh petugas. 2) Barang barang yg dibawa kloter pertama adalah barang barang tim, barang pribadi tinggal saja dulu di hotel. Bawa tas ransel dan tas kecil saja. Tas carrier atau koper bisa dibawa di hari kedua. 3) Pagi harus sudah siap dari jam 5, sudah siap dengan barang bawannya. Jangan lupa bawa jaket, selimut, atau sleeping bag.

Kebetulan, karena saya berkesempatan untuk berangkat di kloter kedua. Sehingga ada waktu satu hari untuk menikmati timika kembali dan tinggal bagaimana kita memanfaatkan waktu untuk menikmati kesempatan kloter itu.

Usai dari pembicaraan rapat selesai, kami pun langsung menuju kamar masing-masing dan siap untuk beristirahat. Mengingat kami juga akan sahur nantinya, ditambah lagi untuk kloter 1 pada Pukul 5 pagi harus sudah siap berangkat dari Hotel. Untuk sahur kali ini, kami juga disediakan makan juga oleh pihak Pemda sini. Sungguh rasa terimakasih sekali kami ucapkan.

Senin, 20 Juni 2016

  • Keberangkatan Kloter 1

Waktu sahur pun tiba, masing-masing anak sudah siap untuk menyantap makanan yang sudah disediakan. Tak lupa, dengan minuman “Buavita” yang diberikan oleh sponsor kami yaitu Unilever yang menemani dalam sahur kali ini. Mengingat teman-teman kloter 1 harus sudah siap pukul 5 sudah sampai di Bandara Timika. Maka dari itu pada Pukul 04.30 WIT, mereka sudah siap-siap dari Hotel untuk menuju Bandara. Bagi Kloter 2 karena tidak ada kegiatan, sehingga kami menyempatkan waktu untuk istirahat kembali.

Keberangkatan Kloter 1 Menuju Ilaga

Perjalanan dari Bandara Timika menuju Ilaga kurang lebih sekitar 45 menit. Hanya menggunakan pesawat-lah kami hanya dapat melalui dengan cepat sampai ke Kabupaten Puncak. Mengingat perjalanan ini, kami hanya perlu melewati lembah dan pegunungan yang tinggi. Bahkan kalau kalian sempat dengar Cartenz, disinilah puncak Cartenz itu berada.

Namun, karena beberapa ada yang masih persiapan, sehingga kloter 1 baru bisa berangkat sekitar pukul 6 pagi dan sampai jam 7 dibandara. Dan lagi-lagi ternyata mereka harus menunggu sampai jam 9 pagi. Pada pukul 9.30 WIT , pesawat mereka terbang dan tiba di Ilaga sekitar pukul 10.30 WIT.

  • Kloter 1 Sampai di Ilaga

Dikabarkan dari ilaga, sesampainya kloter 1 di tempat penginapan kami selama KKN. Mengingat tempat yang disediakan oleh pihak PEMDA masih belum begitu bersih, sehingga mereka yang sudah sampai di Ilaga terlebih dahulu harus membersihkan seluruh area ruangan baik itu yang berada didalam maupun diluar ruangan.

Beberes Dapur
Beberes ruang tamu

Berbeda lagi dengan teman-teman kloter 2 yang masih berada di Timika, hanya kegiatan istirahatlah yang dapat meraka lakukan. Namun, teramat sayang kalau kami hanya beristirahat dan berdiam saja. Sehingga, beberapa dari kami pun mencoba jalan-jalan ke luar untuk melihat-lihat kondisi sekitar dan menikmati suasana yang ada. Beberapa dari kami juga kebetulan ada yang mau pergi ke Bank Papua, pasalnya uang tim kami kebetulan masih ada di rekening. Untuk menghindari tidak adanya bank di Ilaga, sehingga jalan keluarnya kami harus mengambil uang di Timika.

Bank Papua

Lain halnya itu, kami pun ada yang menyempatkan untuk membeli kartu Telkomsel dari papua langsung. Mengingat, kartu lain seperti kartu XL yang saya miliki katanya cukup susah untuk di Ilaga. Sehingga, ketika berada di Puncak kami harus memakai kartu Telkomsel. Begitupun yang ada di Ilaga, beberapa sudah ada yang sudah membeli saat malam sebelumnya.

Waktu sore menjelang buka bersama, kami pun yang di Timika masih seperti biasa dapat konsumsi dari Pihak Pemda. Konsumsinya selalu enak bagi kami dan dengan porsi yang cukup besar juga.

  • Rapat Keberangkatan Kloter 2

Setelah kami melaksanakan buka bersama, kami pun merapat untuk membahas keberangkatan dan membahas info keadaan yang di Ilaga. Hasil dari pembahasan malam ini, bahwa keberangakatan akan dilakukan pada 05.30 WIT dan kabar di ilaga bahwa di malam hari tidak adanya penerangan. Sehingga terpaksa mereka memberikan pesan kepada kami untuk membelikan lilin.

Usai dari pembahasan, saya dan teman lainnya kembali ke luar penginapan dan menuju ke tempat tongkrongan pada saat malam sebelumnya. Penjaga warung sangat senang atas kedatangan kami, karena kami dapat berbincang-bincang cukup lama. Hingga pada akhirnya, kami pun harus mengucapkan perpisahan bahwa esok hari kami harus berangkat ke Ilaga untuk mengadakan pengabdian KKN selama 1,5 bulan. Tidak lupa, pesan-pesan dari kloter 1 yang menyuruh kami untuk membelikan keperluan kebutuhan nantinya selama di Ilaga.

Setelah cukup menikmati suasana malam di Timika, kami pun kembali ke tempat penginapan untuk istirahat dan persaipan barang-barang yang akan kami bawa ke Ilaga.

Selasa, 21 Juni 2016

  • Pemberangkatan Kloter 2

Seperti biasa setelah kami bangun dari tidur, tak lupa kami sahur terlebih dahulu dengan makanan yang sudah ada. Selanjutnya, kami bersih-bersih diri dan siap-siap untuk menuju ke depan Hotel untuk berangkat menuju bandara timika. Tak lupa barang-barang kami dan Tim juga bertahap-tahap dimasukkan dalam mobil untuk dibawa ke bandara. Setelah semua siap, akhirnya kami berangkat sekitar pukul 05.30 dan sampai di tempat bandara pukul 06.30 WIT.

Saat menunggu di Bandara

Ternyata tidak jauh berbeda dengan kloter pertama juga, kami juga harus menunggu sampai sekitar jam 9 pagi dari mulai persiapan dan pengecekan barang-barang yang akan dibawa, serta penimbangan barang dan orang. Berbeda dengan pesawat terbang yang kadang mengambil biaya menaiki pesawat itu diperhitungkannya per 1 orang dengan jumlah harga yang sama. Namun dengan pesawat kecil ini, untuk mengambil biaya satu orang itu sesuai dengan berat ukuran masing-masing per anak. Dan per- 1 kg berat benda dihargai dengan 50 ribu, semisal saya beratnya 60 kg ditambah berat bawaan saya sebesar 10 kg. Sehingga biaya yang saya harus dibayar 70 kg dikali dengan 50 rb, jumlah keselurahan adalah 3,5 juta.

Mahal sekali apabila kita lihat dan diperhitungkan, bayangkan kalau berat badan barang bawaan melebihi berat itu. Maka dari itu, tidak mudah proses perdagangan untuk di ilaga sendiri. Mengingat biaya yang di bawa dari Timika menuju Ilaga dengan berat 1 kg barang dikenai biaya 50 ribu. Tidak heran nantinya, apabila kalian pergi ke ilaga kemudian membeli 1 gorengan harganya 5 ribu rupiah. Bahkan nominal 2 ribu pun jarang ada ditempat mereka. Mungkin saja, nominal 2 ribu rupiah itu diibaratkan bagi mereka seperti uang 500 rupiah.

Kita lanjutkan kembali terkait penimbangan barang. Lagi-lagi semua biaya pesawat ditanggung oleh PEMDA, sehingga kami cukup ikut saja segala aturan yang diperintahkan. Kami cukup menimbang, selanjutnya ke tempat tunggu penerbangan.

Pesawat akan berangkat
  • Pesawat Terbang Menuju Ilaga

Sekitar pukul 9 pesawat kami terbang dan sampai di Ilaga sekitar pukul 10 pagi. Ini saat-saat pertama kalinya saya menaiki pesawat kecil ini. Dimana pemandangan dari atas pesawat sungguh menakjubkan dan pastinya saya merasa terkejut dengan ciptaan tuhan yang luar biasa. Dimana kami secara langsung dapat melihat dekat adanya gunung dan awan yang ada disamping kami dengan keindahan yang menakjubkan. Disisi lain, ada rasa cukup takut juga apabila diperjalanan terjadi sesuatu yang menjadikan perjalanan tidak aman. Pasalnya, disisi samping kami dikelilingi banyak gunung dan tebing-tebing. Sekali pilot lengah dalam mengendarai pesawat ini bisa saja terjadi tabrakan. Tapi alhamdulillahnya, kami semua aman semua dan sampai tujuan.

Saat Berada didalam Pesawat

Facebook Comments

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.