Meningkatkan Produktivitas Ayam Pedaging dengan Mikroenkapsulasi Lactobacillus Ruminus Isolat Limbah Rumah Potong Hewan (Lolos PKM Penelitian (PKM-P) Didanai Tahun 2015)

  • Awal Terbentuknya Kelompok ini

Pada saat itu, ada beberapa keluhan masyarakat akan dampak buruk dari kegiatan usaha peternakan. Karena sebagian besar peternak mengabaikan penanganan limbah dari usahanya sehingga menyebabkan polusi bagi lingkungannya. Limbah peternakan yang dihasilkan oleh aktivitas peternakan seperti feses, urin, sisa pakan, serta air dari pembersihan ternak dan kandang menimbulkan pencemaran yang memicu protes warga. Dari kondisi seperti itu, salah satu dari kami yaitu Nurma selaku ketua PKM-P mempunyai ide untuk mengembangakan salah satu inovasi pembuatan tambahan pakan dengan memanfaatkan limbah cairan rumen rumah pemotongan Hewan di Giwangan.  PKM-P kami ini berjudul “Mikroenkapsulasi Lactobacillus Ruminus Isolat Limbah Rumah Potong Hewan Untuk Meningkatkan Produktivitas Ayam Pedaging Berbasis Sustainable Mixed Farming”

Tim yang tergabung dalam PKM-P ini diantarannya adalah Nourmalita Safitri Ningsih dari Fakultas Kedokteran Hewan, Yuni Arum Sari dari Diploma Kesehatan Hewan, Willybrordus dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Serta Saya (Ridwan) dan Iqri Puspa Yunanda dari Fakultas Peternakan.

  • Pelaksanaan Kegiatan

Penelitian ini dilakukan dimulai sejak awal bulan Maret 2015 hingga bulan juni. Dimana kami menguji labnya di Laboratorium Patologi Klinik, Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada dan tempat Kandang Ilmu ternak unggas Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Bersyukur, proses uji penelitian pada saat itu dapat selesai dan dapat dicoba ke ternak. Jadi, hasil dari pencampuran dari kapsulasi bakteri pada pakan ini nantinya untuk menambah kualitas pakan ternak sehingga memberikan efek baik terhadap ternak. Dampak ini untuk meningkatkan produktifitas ayam sehingga akan meningkatkan feed intake yang akan menambah ADG secara signifikan, kesehatan ternak, dan dapat menghilangkan bau pada feses ternak yang dapat mencemari lingkungan.

Proses dalam mengidentifikasi bakteri dimulai dengan isolasi bakteri sampai penanaman bakteri. Cairan rumen diambil di Rumah Potong Hewan Giwangan Yogyakarta kemudian diisolasi dan ditumbuhakan di media MRS. Isolasi bakteri Lactobacillus sp. dengan mengambil cairan rumen. Isolasi adalah proses pemurnian bakteri dari sekelompok bakteri yang terdapat dalam habitat yang sama. Pemurnian ini bertujuan untuk mendapatkan bakteri murni yang hanya terdiri dari satu species saja. Bakteri yang sudah dimurnikan, kemudian akan dibiakkan dalam media buatan untuk mendapatkan kultur bakteri murni dalam jumlah banyak.

Proses persiapan media dimulai dengan pengambilan sampel isi rumen pada rumah potong hewan (RPH Giwangan) di Yogyakarta. Diambil cairan rumen dengan memeras isi rumen dan disaring, kemudian dipersiapan media pertumbuhan yang dapat dilakukan sehari sebelumnya. Sampel yang ada disimpan pada freezer dengan suhu -15oC, lalu cairan ini disimpan pada termos yang sebelumnya telah diisi air panas untuk menjaga kestabilan suhu yaitu 39oC. Sampel ini kemudian dialiri gas CO2 untuk menjaga kondisi anaerob. Sampel air

panas dimasukkan dalam termos yang sudah disterilisasi dengan autoclave dan dicuci dengan alcohol, lalu sampel dapat diinokulasikan pada media setelah tiba di laboratorium.

Proses dalam mengidentifikasi bakteri dimulai dengan isolasi bakteri sampai penanaman bakteri. Cairan rumen setelah diambil di rumah potong hewan kemudian diambil cairannya. Lalu setelah itu cairan tersebut dapat digunakan untuk isolasi bakteri. Pada isolasi bakteri, seleksi koloni akan dilakukan secara bertahap sampai diperoleh koloni yang seragam, kemudian koloni ini akan ditumbuhkan pada media tumbuh baru sehingga ditumbuhkan isolat murni dari tabung. Isolat murni ini kemudian dapat disimpan pada stock kultur dan bakteri yang diperoleh dengan peningkatan xilan secara bertahap dari 0;0,6;1,2;1,8 dan 2,4 %. Dilakukan uji dengan pewarnaan gram dan uji kemampuan tumbuh pada substrat xilan dengan taraf beda populasi, luas zona bening yang dihasilkan serta enzim yang dihasilkan.

Isolasi bakteri ke-1

Media yang digunakan untuk isolasi, purifikasi dan pemeliharaan kultur adalah media MRS. Kandungan media MRS adalah De mann rogossa sharpe. Komposisi MRS yaitu pepton 10 g/L, lab-lemco powder 8g/L. Yeast ekstrak 4 g/L, Glukosa 20 g/L, Sorbitan mono-oleat 1 ml g/L, Sodium acetate 3H2O  5 g/L, Dipottasium hydrogen phosphat 2 g/L, Triammonium sitrat 2 g/L, Magnesium sulfat 7 H2O 0,2g/L, Mangan sulfat 4H2O 0,05g/L, Agar 10 g/L. PH 6,2 per 25oC.

Isolasi bakteri ke-2

Pada sampel akan menunjukkan adanya bakteri berbentuk batang yang digoreskan pada media agar. Setelah itu diinkubasi pada suhu 37ºC selama 48 jam, setelah itu maka dilakukan pengamatan. Hasil pengamatan adanya bakteri asam laktat ini maka akan terlihat zona jernih pada sekitar koloninya.

Hasil Bakteri ke-1
Hasil Bakteri ke-2

Dalam proses pembuatan kapsul dilakukan dengan metode freeze dried dan metode spray dried dengan menggunakan karrangenan dan sodium alginat sebagai tambahan dari bahan kapsulasi. Skim milk dan maltrodextrin digunakan untuk bahan pengisi. Proses pembuatan kapsul dimulai dari isolat bakteri asam 8 laktat dilakukan penambahan skim milk dan maltodextrin sebanyak 5%, kemudian spray dried pada suhu 160-190oC dan freeze dried pada suhu -90 sampai -130oC kemudian menjadi produk tepung. Setelah itu ditambahkan sodium alginat dan kareanggenan sebanyak 10% (w/w). Dilakukan pula proses pencetakan diikuti dengan mikroenkapsulasi, kemudian dilakukan pengeringan selama 2 jam pada suhu 60oC. Lalu hasil kapsulasi bakteri ini akan dicampurkan dengan pakan ternak.

Kapsul bakteri yang terbentuk

Hasil dari pencampuran kapsulasi bakteri pada pakan ini bertujuan untuk menambah kualitas pakan sehingga memberikan efek baik terhadap ternak, menghilangkan bau pada feses ternak yang dapat mencemari lingkungan. Disamping itu juga untuk mengurangi efek negatif pada limbah kotoran hasil buangan seperti feses ternak, sehingga manfaat yang ditimbulkan akan lebih banyak.

Setelah kapsul bakteri terbentuk, saya dan nurma membeli ternak ayam untuk menjadi hewan percobaaan. Untuk tempat pemeliharaan ayamnya sendiri, kami menyewa tempat kandang di Fakultas Kedokteran Hewan. Sebenarnya kami awalnya mau menyewa kandang yang ada di Fakultas Peternakan, Namun karena kondisi kandang yang dilihat baru dipakai dan belum disterilisasi. Alhasil kami memilih kandang yang berada di Fakultas Kedokteran Hewan ini. Pencampuran kapsulat bakteri dengan pakan ternak dilakukan setelah ternak teradaptasi. Ayam berjumlah 50 ekor diperoleh dari rosa. Dalam pemberian pakan kepada ternak, kami memberi perlakukan pemberian serbuknya berbeda-beda. Sehingga, pada saat itu kami sempat membuat tempat kandang dengan disekat dua menjadi tiga tempat.

Tempat Kandang
Penimbangan Pakan
Pada Saat Pemberian pakan

Setelah kurang lebih 1 bulan lebih pemeliharaan, kami pun siap-siap untuk mengambil darah dari ayam tersebut. Beruntung karena saya bisa menyembelih ayam, sehingga saya dengan dibantu dengan rekan tim PKM saya yaitu willy untuk melakukan penyembelihan ayam dan pengambilan darah untuk dimasukan dalam sampel yang tersedia. Setelah semua darah diambil, barulah kami melakukan uji lab untuk melihat hasil perlakukan dari percobaan yang ada. Alhamdulillah hasil dari penelitian kami cukup baik.

Saat Penyembelihan
Sampel Darah Ayam
Sampel siap uji Lab
  • Diskusi dengan Dosen Pembimbing PKM

Adanya program PKM ini tidak lepas juga dari peran dosen pembimbing yang nantinya akan membantu memberikan masukan terhadap apa yang sudah kami laksanakan. Namun, kadang tidak setiap anggota PKM memfungsikan pembimbing dengan semestinya. Sehingga, ada sedikit tim PKM yang mengfungsikan Dosen Pembimbing PKM sekedar hanya untuk dicantumkan namanya. Hal ini berlaku juga pada diri saya, pasalnya lima PKM yang lolos didanai hampir sebagian besar tidak melakukan fungsi pembimbing dengan baik. Kondisi ini dikarenakan biasanya kalau menjadi anggota ada yang hanya sekedar ikut-ikutan, tapi dari semua itu kembali lagi dengan kekompakkan tim dan fungsi dari ketua PKM tersendiri. Karena disisi lain banyak PKM berhasil juga bagaimana pernah dari Tim itu bisa berkomunikasi baik untuk diskusi dengan Dosen Pembimbingnya.

Konsultasi dengan Dosen Pembimbing PKM

Dari lima PKM yang lolos danai, PKM-P ini termasuk salah satu yang begitu aktif dalam hal konsultasi dengan Dosen Pembimbing PKM. Pasalnya dua PKM yang saya jalani itu pengerjaanya berada di fakultas sendiri. Terlebih lagi dalam hal pelaksanaan PKM-P itu banyak uji-uji penelitian, sehingga bagi kami yang dapat dikatakan masih awam dalam hal pengetahuan sepatutnya untuk menanyakan kepada Dosen pembimbing kami. Dengan harapan ketika kita berkonsultasi dengan pembimbing PKM, apa yang akan kita laksanakan kedepannya dapat berjalan dengan lancar.

  • Kumpul Tim PKM

Setiap pertemuan anggota PKM, pastilah punya cerita tersendiri baik itu ada momen kadang ada yang tidak bisa hadir alias tidak komplit dan lain sebagainya. Akan tetapi bagi saya, semua hal itu tidak membuat saya untuk pasif dalam tim. Dari semua PKM yang ada, saya berusaha aktif dan membantu maksimal dalam pengerjaan PKM agar dapat hasil baik. Lagi-lagi memang yang terberat adalah menjadi ketua, dimana dia harus bisa bertanggungjawab dalam hal kegiatan dan dapat mengkoordinasikan anggotanya. Karena sekali lagi mempunyai anggota Tim PKM kadang tidak semua langsung satu frekuensi, sehingga perlu ada permulaan pembicaraan kontrak kerja awal.

Saat Pertemuan Anggota PKM
  • Monev (Monitoring Evaluasi) PKM Internal dan Eksternal

Monev PKM Internal yang dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Hewan UGM kali ini sepertinya tidak begitu gugup, karena ini PKM kedua kali saya. Terlebih lagi saya sangat mengapreasi kepada ketua kami yang telah membuat timeline dengan baik dalam hal pelaksanaan ketika penelitian.

Foto Bersama Usai Presentasi PKM

Sedangkan untuk Monev Eksternal pada saat itu dilaksanakan di Gedung Magister UGM pada tanggal 11 Juni 2015. Selama Monev Eksternal sebenarnya semua berjalan dengan lancar. Hanya saja, pada saat itu peran saya agak kurang ketika ada sesi tanya-jawab oleh juri nasional. Dimana saya tidak bisa membantu banyak dalam menjawab. Beruntungnya teman-teman lain dapat membantu untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh juri nasional.

Foto Sebelum Presentasi
Saat Presentasi PKM
Foto Bersama usai Selesai Presentasi PKM
  • Hasil Pengumuman PIMNAS PKM

Hasil pengumuman PIMNAS PKM, ternyata kita dinyatakan belum beruntung untuk lolos PIMNAS kali ini. Dari hal ini, saya juga menyadari ada banyak kekurangan didalamnya. Dari mulai kekompakkan tim, pelaksanaan kegiatan yang kurang maksimal, media publikasi tidak ada, dan ada beberapa anak yang masih kurang begitu paham dengan tujuan penelitiannya. Bagi saya, kondisi seperti ini menjadikan evaluasi kedepannya agar tidak terulang kembali akan kesalahan-kesalahan yang ada.

Facebook Comments