(PART 1) Proses Pemilihan Lokasi KKN dan Perekrutan Anggota – Kegiatan KKN di Papua

Mengabdi kepada masyarakat adalah hal wajib yang tentu harus dijalani para mahasiswa. Bukan untuk menjadi beban atau tugas yang patut dilalaikan, melainkan tanggung jawab yang harus ditunaikan dengan baik. Tanggung jawab yang apabila dikerjakan dengan penuh kesungguhan akan menjadi guru yang paling baik karena sejatinya pengalaman adalah guru terbaik. Pengalamanlah yang akan mendidik kita menjadi mahasiswa generasi penerus yang siap menghadapi masa depan. Berbekal ilmu pengetahuan yang didapatkan di perkuliahan, selama lebih kurang satu setengah bulan sudah kami mengabdi dan bekerja untuk masyarakat melalui pelaksanaan program KKN PPM UGM (Kuliah Kerja Nyata Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada). .

KKN PPM UGM merupakan bentuk pengabdian mahasiswa UGM kepada masyarakat yang dikemas dengan tema tertentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. UGM bekerja sama dengan masyarakat, perangkat desa/dusun, dan para pemangku kepentingan lain untuk menciptakan sinergi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan akhirnya. Dengan mengusung tema besar “Peningkatan Produksi Pertanian dan Pendidikan Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat”, kami Tim KKN PPA-03 mengabdi kepada masyarakat di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak.

Kabupaten Puncak merupakan salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Papua dan beribukota di Ilaga. Kabupaten ini dibentuk pada tanggal 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2008, bersama-sama dengan pembentukan 5 kabupaten lainnya di Papua. Kabupaten Puncak merupakan kabupaten tertinggi di Indonesia, terletak di kompleks pegunungan Jaya Wijaya yang memungkinkan keterbatasan akses transportasi, dan hanya dapat dilalui melalui jalur udara.

Tepat sudah kegiatan 6 tahun kami lalui pada KKN-PPM UGM di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Banyak kenangan dan pengalaman yang kami rasakan selama kurang lebih satu setengah bulan berkegiatan di Kabupaten Puncak tertinggi di Indonesia ini. Untuk melalui kegiatan awal KKN hingga selesainya program itu pastinya ada banyak proses dan dinamika yang pernah kami alami, baik itu dari mulai menghubungi pihak PEMDA(Pemerintah Daerah) Kabupaten Puncak, mencari dana sponsor, mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa, pemesanan tiket, menyusun program, dan lain sebagainya. Lain halnya itu, perjuangan dalam melakukan pengabdian masyarakat itu juga tidak hanya sekedar didapatkan dengan tangan kosong semata, melainkan banyak pengorbanan untuk mencapai hal itu.

Kenangan dan pengalaman perjalanan pengabdian masyarakat yang dibubuhi dengan berbagai macam perasaan, akan teramat sayang ketika kesemuanya itu tidak dijadikan sebuah tulisan yang bisa bermanfaat bagi kami sendiri maupun orang lain. Beberapa hari kedepan saya akan mencoba menceritakan kembali beberapa pengalaman saya selama KKN, baik itu dari mulai awal proses pemilihan KKN, persiapan, pelaksanaan hingga selesainya program ini. Semoga adanya tulisan ini dapat membantu masyarakat untuk mengenali kegiatan apa yang sudah kami lakukan selama kurang lebih satu setengah bulan. Lain halnya itu, berharap tulisan ini juga bisa membantu teman-teman KKN yang akan mempersiapkan segala hal yang akan dilaksanakan.

Semoga pengalaman perjalanan di Kabupaten Puncak ini bisa selalu menjadi pengingat kami sebagai sebuah pengabdian. Semoga semua program yang kami lakukan dapat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak dan tentunya bisa menjadi gambaran kegiatan pengabdian bagi kalian yang sedang membaca.

Untuk tulisannya sendiri, saya akan buat beberapa bagian. Tulisan ini merupkan part 1 yang akan menggambarkan bagaimana awal mula saya memulai untuk bergabung dan memilih lokasi KKN. Kemudian di Part 2, saya akan menceritakan terkait proses persiapan apa saja yang perlu dilakukan sebelum keberangkatan KKN. Pada Part 3, saya akan menceritakan proses keberangkatan dari lokasi awal hingga menuju tempat tujuan. Pada part terakhir, yaitu Part 4 dan Part 5 itu merupakan cerita semua kegiatan yang terjadi selama berada dilokasi KKN.

Semoga bermanfaat dan silahkan membaca..

  • Awal Mula Bergabung

Awal tujuan lokasi KKN saya sebenarnya tidak terpikirkan akan berada dilokasi mana nantinya. Namun, pada saat awal itu yang terpikirkan dalam benak saya hanyalah bagaimana dapat mengikuti pelaksanaan kegiatan KKN pada tahun itu. Pasalnya pada Tahun 2015 yang seharusnya merupakan tahun saya mengikuti KKN, namun saya sempat tidak dapat mengikuti KKN karena ada amanah dalam menjalankan tugas organisasi. Sehingga, mau tidak mau untuk KKN pada tahun 2016 itu diharapkan jangan sampai mundur waktunya lagi. Dengan kondisi seperti ini, saya pun mencoba berusaha untuk mencari informasi terkait lokasi-lokasi KKN yang akan dibuka. Beruntung pada saat itu ada salah satu grup di media sosial yang dapat mewadahi anak-anak yang akan KKN yaitu media sosial facebook. Dimana didalam grup ini fungsinya membagi informasi seputar kuliah KKN baik itu untuk mencari anggota kelompok, tips-trik, curhat KKN, maupun informasi dari UGM. Sehingga pada saat saya sedang membuka akun facebook, saya akan mencoba memperhatikan setiap ada anak yang memposting terkait pencarian anggota kelompok KKN.

Tepatnya pada tanggal 05 Oktober 2015, ada salah satu anak yang memposting terkait pencairan anggota KKN untuk bergabung di Papua. Mula-mulanya saya sempat ragu akan menghubungi kontak yang tertera, alasannya karena memang dari awal belum mempunyai niat untuk pergi ke papua dan pada saat itu hati saya tergerak untuk segera memutuskan akan mengambil kesempatan itu atau tidaknya. Kemudian, saya pun mencoba berpikir sejenak akan pilihan daerah papua sebagai lokasi KKN kedepannya dengan beberapa pertimbangan. Pertimbangan saya memilih untuk memutuskan pergi ke Papua pada saat itu adalah karena saya belum pernah menginjakkan kaki di tanah papua, punya keinginan mengabdi didaerah luar jawa, dan ingin belajar memahami akan kondisi budaya serta alamnya. Alhasil, saya memutuskan untuk menghubungi kontak yang tertera dalam facebook ini untuk menanyakan terkait dibolehkan bergabung atau tidaknya. Selang beberapa hari saya mengkonfirmasi untuk ikut bergabung, akhirnya saya dihubungi untuk mengadakan rapat pembentukan KKN ini.

Informasi KKN dari grup facebook

Dua hari setelah ada informasi penawaran bergabung di grup KKN Sorong Papua. Tepatnya pada hari rabu, 07 Oktober 2015 Pukul 19.00 wib, diadakan kumpul diselasar Fisipol Barat UGM untuk membahas terkait kejelasan tim pengusul, dan lain-lain. Kumpul rapat pada malam itu dihadiri oleh tujuh orang, yaitu : Majid, Slamet, Zinda, Rahma, Retno, Zaki, Ridwan. Dimana Pembahasan rapat pada saat itu terkait dengan alternatif tempat KKN lain selain di Sorong Papua. Rapat itu menghasilkan beberapa opsi selain lokasi KKN di papua yaitu : Kabupaten Ilaga, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Kaimana. Hal itu dibahas, mengingat penentuan lokasi KKN di Sorong ternyata masih belum pasti disetujui oleh pihak kampus dan informasi di grup itu ternyata hanya sekedar pemberitahuan saja terkait pengalaman KKN terdahulu. Sehingga, poin penting rapat pada saat itu justru membahas opsi tempat KKN di daerah Papua lainnya.

Rapat diakhiri dengan kami akan melakukan voting terkait pemilihan tempat lokasi KKN dan akan dibahas di rapat selanjutnya. Gambaran masing-masing daerah yang akan dilakukan voting yaitu : 1) Kabupaten Ilaga: Pemberdayaan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Pendidikan dan Peningkatan Produksi Pertanian. 2) Kabupaten Supiori : Pendidikan Alternatif Non-Formal Education untuk Masyarakat Supiori yang Mendukung Peningkatan Kemampuan Ekonomi Masyarakat dan Potensi Pendapatan Asli. 3) Kabupaten Kaimana : Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kaimana berbasis Kearifan Lokal Melalui Pengembangan Pendidikan dan Umum Menuju Kemandirian dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat: Big Brother Big Sister di Kecamatan Kaimana, Kabupaten Kaimana, Papua Barat.

            Tepat pada tanggal 09 Oktober 2015, salah satu anggota kami mencari informasi ke LPPM yaitu Slamet dan Ida. Mereka mengatakan, bahwasanya “Hal informasi LPPM yang didapatkan yaitu : 1). Daerah yang kemarin ditawarin belum tentu tahun depan akan ditawarin lagi, jadi amannya kita menunggu LPPM untuk mempublish daerah mana saja untuk kkn dan tema kkn tahun itu (biasanya sekitar bulan desember akhir atau awal januari). Opsi lain kita menghubungi daerah tempat kita mau kkn, kita minta surat mulai dari kepala desa sampai ke pemerintah daerah sana, jadi seperti daerah sana yang mengusulkan ke UGM untuk ada KKN disana, tapi tetap nanti di accept atau tidaknya tergantung dari kewenangan LPPM. Otomatis kalau kita mau minta link kepala desa atau pemerintah daerah sana, kita butuh bantuan dari kormanit atau DPL kemarin. 2). DPL kemarin juga belum tentu bakal jadi DPL ditempat yang sama untuk tahun depan, tapi kita bisa menghubungi mereka untuk tanya-tanya tentang daerah yang kita mau. 3). Tim pengusul hanya berjumlah 20 orang, karena 10 anggota sisanya di plotting dari LPPM. Diusahakan ada dari tiap kluster, tanpa memperhatikan dari jurusan atau fakultas mana. Tapi harus disesuaikan juga dengan program kerja nantinya. Selain itu, bisa juga daerah yang kemarin tidak ditawarkan, tahun depan bisa ditawarkan. Karena tadi kata mba nya banyak pertimbangan dari segala faktor untuk daerah KKN. Contoh di Riau bisa saja tahun depan tidak ditawarkan lagi, karna pertimbangan kabut asap. Tapi kalau pemerintah mengumumkan Riau sebagai bencana nasional, malah bisa aja yg tahun lalu cuma ada 1 unit di Riau, ditambah beberapa unit, untuk membantu daerah sana.”

Dari informasi itu, muncul banyak pertanyaan dari teman-teman terkait bagaimana nasib lokasi Papua Sorong yang akan dijadikan lokasi kkn kita pada saat itu. Dan intinya lokasi sorong bisa saja dapat dijadikan lokasi kkn, tapi harus ada surat dari pemerintah daerah sana untuk UGM  dan akhirnya tetap LPPM yang punya kewenangan. Kalau dari saran kakak kkn tahun lalu yaitu Kak Lukas, kalau kita terlalu cepet bulan oktober 2015 ini untuk memulai gerak sekarang. Karena pada dasarnya pihak LPPM UGM baru mulai gerak bulan november dan informasi juga belum bisa diberikan hingga bulan itu. Tapi walaupun seperti itu, ada tim kkn lain yang sudah gercep dalam hal proposal dan menghubungi DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) juga oke.

            Mengingat ada beberapa pilihan lokasi KKN papua, kemudian diputuskan lah tim akan dibagi dua. Pasalnya di grup yang dibentuk ada banyak jurusan yang sama, karena dalam satu kelompok setidaknya mempunyai variasi dalam berbagai jurusan dan fakultas. Maka dari itu, masing-masing dari kami harus memutuskan lokasi mana yang akan kami pilih. Alhasil, saya memutuskan memilih untuk ikut di Kabupaten Puncak Ilaga dengan beberapa teman lainnya. Sejak pembagian tim menjadi dua itu, akhirnya komunikasi pun sudah dilakukan oleh masing-masing grup sendiri.

Untuk tim saya sendiri, kebetulan sejak awal Bulan Desember 2015 sudah mulai merapatkan kembali. Dimana dibentuklah komposisi tim dan dihasilkan, yaitu Kormanit : Obing dan wakilnya ada ridwan, Sekretaris : Dyah dan puput, Bendahara : Sekar, Pj design : Nina, PJ Danus : Slamet, Kormater Soshum : Adi, Kormater Agro : Agoes, Kormater Medika :  Edward, Kormater Saintek : belum ada. Intinya sejak dibentuk tim kecil itu, tim ini sudah mulai bergerak menyusun rencana dan yakin untuk berjuang demi keberlangsungan KKN di Kabupaten Ilaga.      

  • Open Recruitment

       Mengingat dari bulan November 2015, terkait KKN sudah mulai di informasikan oleh LPPM UGM. Sejak saat itulah, grup Facebook Komunitas Bincang KKN UGM 2015/2016 sudah mulai ramai dengan informasi pencarian anggota. Tak kalah, kami pun juga melakukan oprec anggota dengan memulai membuka Pendaftaran dari tanggal 19 hingga 31 Januari 2016 dan agenda selanjutnya dilakukan FGD (Focus Group Discussion) pada tanggal 3 dan 4 Februari 2016. Kondisi oprec anggota dilakukan, karena pada bulan januari tim kami baru mempunyai anggota berjumlah 19 orang. Sehingga masih kurang anggota sejumlah 6 orang lagi, mengingat jumlah anggota maksimal KKN sejumlah 25 orang.

Info Open Recruitmen di Grup Facebook
Poster Open Recruitment

Dalam pelaksanaan open recruitment pasti banyak hal yang dipertimbangkan untuk memilih anggota dari mulai terkait asal jurusan, kemampuan dan pengalaman dibidang lain, dan hal lain yang dibutuhkan oleh pihak tim itu sendiri. Terlebih dalam pelaksanaan pencarian anggota ada banyak hal dilema yang dirasakan, dimana beberapa orang juga memutuskan untuk mengundurkan diri dengan alasan tertentu. Kondisi pengunduran yang cukup mengagetkan sekali pada saat itu adalah ketika rekan kami Obing dan Hendra yang pada saat itu sebagai pengusul dan pelopor adanya KKN ini. Alasan pengunduran diri itu dikarenakan ingin ikut adanya KKN diawal yang diadakan UGM yaitu KKN Peduli Bencana. Proses demi proses pencairan anggota, akhirnya tepat  bulan maret 2015 anggota sudah terkumpul 25 orang hingga sampai perjalanan KKN berlangsung. Dan inilah nama-nama dosen pembimbing dan anggota KKN kami yang luar biasa.

PERKENALAN DOSEN PEMBIMBING DAN ANGGOTA KKN

DOSEN PEMBIMBING KKN (Dr.Eko Setyobudi, S.Pi, M.Si)

KLUSTER AGRO

  1. Ridwan, S.PT (Fakultas Peternakan 2012)       
  2. Gracia Melsiana Aldini, S.P (Fakultas Pertanian 2013)
  3. M. Fajar N, S.TP (Fakultas Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian 2012)
  4. Deni Saputra, S.P.  (Fakultas Pertanian 2013)  
  5. Satori Mahfus, S.P (Fakultas Pertanian 2012) 
  6. Agoes Mesak Fitowin, S.P (Fakultas Pertanian 2013)
  7. Muhammad fahmi Idris, S.Pt. (Fakultas Peternakan 2012) 

KLUSTER PEMERINTAHAN

  1. Rizqi Agung Fauzan, S.IP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2013)   
  2. Cahya Ilyasa Putra, S.E (Fakultas Ekonomika dan Bisnis 2013)
  3. Mustika Fatmawati, S.IP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2013) 
  4. Restu Ardhi Ansyah S, S.IP.  (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2013)
  5. Joko Susilo, S.IP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2013) 

KLUSTER MEDIKA

  1. Puput Retno Palupi, S.H.G (Fakultas Kedokteran Gigi 2012) 
  2. Malihatul Mardhiyyah, S. Tr. Keb. (Sekolah Vokasi D4 Kebidanan 2013)  

KLUSTER SAINTEK  

  1. Yunanto, S.T (Fakutas Teknik 2013)
  2. Nover Arumenta, S.Si (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2013)
  3. Jovid Florian, S.T. (Fakultas Teknik 2013)
  4. Mahwarti Novelli Purba, S.T (Fakultas Teknik 2013) 
  5. Fransiskus L.B, S.T (Fakultas Teknik 2013)

KLUSTER PENDIDIKAN

  1. Azrina Damayanti, S.IP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2013)
  2. Rahmah Khairina, S.E. (Fakultas Ekonomika dan Bisnis 2013) 
  3. Ramadi Putera, S.Fil (Fakultas Filsafat 2013) 
  4. Fika N Wirastuti, S.IP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2012)
  5. Sekar Fitriadzini, S.Psi (Fakultas Psikologi 2013)
  6. Slamet Kurniawan, S.Sos (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2013)

Facebook Comments

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.