Acara Sarasehan Harlah Pancasila, Bertepatan Hari Lahirku

Sehubungan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni kemarin. Pemerintah  Kabupaten Purbalingga mengadakan kegiatan Sarasehan Pancasila yang bertempat di Bioskop Misbar Taman Kota Usman Janatin pada hari sabtu malam kemarin (04/06) yang dimulai dari Pukul 19.30 WIB. Bagi saya pribadi, saya merasa senang dan bersyukur dapat berkesempatan mengikuti  kegiatan  yang bertepatan dengan hari ulang tahunku yaitu tanggal 4 Juni. Pasalnya pada acara ini tidak hanya sekedar kegiatan utama sarasehan saja, namun kita juga disuguhkan dengan berbagai pertunjukan seni. Pertunjukan seni yang ditampilkan, diantaranya adalah Tari Pejuang oleh Sanggar Sekar Jagad, Tari Nuswantoro, Band Akustik, Pemutaran Film “Tepa Selira” oleh CLC Purbalingga, dan Teater Katasapa. Sehingga pada saat itu, saya menjadi merasa sedang merayakan ulang tahun dengan diberikan kejutan adanya penampilan dihadapan saya.

Terlebih lagi, acara sarasahan ini dihadiri langsung oleh Ibu Dyah Hayuning Pratiwi Selaku Bupati Purbalingga, Pak Bambang Irawan selaku Ketua DPRD dan Ketua Karangtaruna Purbalingga, Agus Sukoco Selaku Budayawan, beberapa kepala Dinas Kab.Purbalingga serta jajaran stafnya. Kemudian, acara ini juga dihadiri oleh tamu undangan yang terdiri dari Organisasi kepemudaan seperti karangtaruna, Ketus Osis SMA Se-Purbalingga, Perwakilan mahasiswa di sekitar wilayah Purbalingga, dan Anggota paguyuban ketua RT (PKRT) wilayah Purbalingga.

Sebelum acara inti sarasehan pancasila dimulai, terlebih dahulu terdapat sambutan yang disampaikan oleh Bu Tiwi. Dimana dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwasanya dengan adanya acara ini diharapkan akan semakin menambah kecintaan kita, akan menambah rasa bangga kita sebagai bangsa Indonesia dan tentunya akan semakin menambah rasa kecintaan kita terhadap ideologi bangsa yaitu pancasila. Lain halnya itu, beliau juga menghimbau kepada kita semua agar hati-hati terhadap gerakan-gerakan anti pancasila, oknum-oknum yang ingin mengubah ideologi pancasila menjadi ideologi lain, gerakan radikalisme, dan lain sebagainya. Terlebih yang harus berhati-hati sekali adalah anak muda, karena ternyata gerakan anti pancasila ini menyasarnya kepada anak muda yaitu generasi pemuda bangsa. Sehingga kegiatan ini menjadi sangat penting, terlebih sasarannya kepada generasi muda yang akan menjadi aset bangsa. Dan diharapkan nantinya, pemuda ini akan melanjutkan estafet kepemimpin dan sebagai garda terdepan untuk menjaga mempertahakan negara kesatuan RI dan ideologi pancasila sampai dengan titik darah penghabisan.

Sementara itu, pada acara inti sarasehan pancasila. Pak Bambang Irawan menyampaikan, bahwa dengan adanya kegitan ini merupakan sebuah forum yang luar biasa. Dan beliau meyakini bahwa hal ini merupakan anugerah yang tuhan berikan kepada kita, sehingga kita semua bisa bertemu disini. Kemudian, beliau juga menghimbau dan mengajak kepada semua yang hadir agar dapat menerapkan pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kita meyakini pancasila dan menerapkan dengan baik, maka indonesia akan menjadi negara yang kuat dan kabupaten Purbalingga akan menjadi kabupaten yang hebat.

Kemudian untuk Pak Agus Sukoco sendiri, sempat mendapatkan pertanyaan oleh moderator terkait bagaimana memaknai pancasila dari sisi budaya. Dimana beliau menanggapi dalam pemaknaan pancasila, bahwa pancasila itu bukan benda hayati yang mengapung dilangit-langit imajinasi. Namun, pancasila itu adalah denyut nadi kita dan aliran darah kita sehari-hari sebagai manusia bangsa indonesia.

Usai acara sarasehan ini selesai, kemudian ada sesi foto bersama semua peserta dan diakhiri dengan masing-masing peserta keluar dari ruangan.

Sedikit informasi juga, bahwa kegiatan mengenai pancasila ada kemungkinan didalam bulan ini akan ada berbagai macam acara. Dan sedikit bocoran salah satu kegiatannya di akhir bulan ini akan diadakan Kemah Pancasila di GOLAGA (Wisata Gua Lawa Purbalingga)

Facebook Comments