Drama Series “THE GIFTED (2018)” VS Kelas Unggulan di Sekolahku

My Class
My Class

Pernahkah anda berfikir, ketika sekolah anda mempunyai kelas khusus yang pembelajarannya menggali potensi kemampuan supranatural kita? Kira-kira bagaimana rasanya ya? Mulai dari murid yang dapat menguasai bela diri yang hebat, ada yang dapat mengingat memori masa lalu, ada yang dapat menghilangkan sesuatu barang, ada yang dapat melihat sikap seseorang dengan aura warna tubuh, ada yang punya kecerdasan diatas rata-rata atau dapat menguasai dalam hal segala bidang, bahkan ada yang dapat mengendalikan orang lain atau mengontrol orang lain harus melakukan apa. Wah, seru banget sepertinya!

Hal Itulah yang dirasakan oleh siswa berbakat di drama series The Gifted. The Gifted adalah serial drama thailand dengan genre Suspense, Friendship, Thriller, School, Youth, Sci-Fi, Fantasy, Supernatural. Serial Drama ini yang diproduksi oleh GMMTV dan Parbdee Taweesuk, ditayangkan perdana pada 5 Agustus 2018. Drama series the gifted ini bercerita tentang kehidupan anak sekolah di salah satu sekolah ternama di Thailand yaitu Ritdha High School. Dimana sekolah ini mempunyai program istimewa untuk satu kelas yang dianggap unggulan. Kelas ini dinamai “GIFTED”.

Tempo hari saya baru saja merampungkan Drama Series Thailand berjudul The Gifted. Ada banyak hal yang mnggelitik sampai saya tidak bisa berhenti untuk melanjutkan setiap episode nya. Terutama karena ide cerita yang relate dengan apa yang sdh pernah saya alami. Ya meski tidak sama persis pastinya. Dari drama inilah yang akhirnya membuat saya terinspirasi untuk menulis. Hanya saja, namanya drama atau film pastilah alur ceritanya dapat dikarang sesuai dengan keinginan penulis. Dimana penggambaran Drama The Gifted sendiri terlihat dari kemampuan masing-masing murid yang tidak hanya diukur dari keahlian dalam menguasai materi pelajaran saja. Namun, keahlian dalam drama tersebut benar-benar unik dan beragam atau dapat dikatakan bahwa mereka mempunyai kekuatan super maupun mempunyai kemampuan supranatural.

Dari hal itulah, ada hal menarik bagi saya terkait adanya drama serial The Gifted ini, diantaranya : 1). Adanya Sistem Seleksi Tes untuk masuk Kelas Khusus Tersebut, 2). Adanya penggalian/pencarian skill pada diri masing-masing murid, 3). Adanya keragaman tipe/karakteristik masing-masing murid, 4). Adanya perbedaan pengajaran antara kelas khusus dan kelas biasa, 5). Adanya kecemburuan sosial dari murid lain terkait kelas khusus tersebut, 6). Adanya fasilitas yang luar biasa, 7). Adanya proses percobaan pengajaran untuk membentuk kebijikan kelas khusus akan seperti apa kedepannya.

Dari point itulah, nantinya akan menjadi pembahasan saya. Dimana saya akan sedikit cerita terkait kelas unggulan yang pernah saya alami.

My School

DEFINISI KELAS UNGGULAN DAN KELAS BERBAKAT “ THE GIFTED”

Kelas unggulan dapat dikatakan sebagai kelas favorit dari suatu sekolah yang didalamnya berisi murid-murid terpilih melalui seleksi kemampuan tes dan adanya perbedaan dalam hal pengajaran dengan kelas lainnya. Hal ini otomatis tidak sembarang murid dapat masuk dalam kelas unggulan ini. Pengertian kelas unggulan ini sebenarnya juga tidak jauh dari defenisi kelas unggulan di drama The Gift itu sendiri.

The Gifted atau program kelas berbakat merupakan kelas dengan hanya beberapa siswa “istimewa” yang dipilih untuk belajar dalam program ini. Hanya saja, Pintu masuknya ke Program Berbakat ini membuat beberapa murid cenderung merasa ada hal kebingungan. Hal itu terjadi, ada keanehan pada saat dikelas mulai. Seiring berjalannya waktu, akhirnya mereka mengetahui bahwa Program Berbakat ini mempelajari sesuatu tentang “potensi” dalam diri mereka untuk dibangkitkan. Dimana hidup mereka akan berubah, ketika kekuatan besar yang memenuhi semua impian mereka datang dengan masalah. “Hadiah” yang mereka terima akan mengungkapkan rahasia yang coba disembunyikan oleh sekolah ini.

Dapat dilihat, bahwasanya pada drama The Gifted, kelas unggulan itu ternyata hanya sebagai program istimewa atau seperti semacam spesfikasi. Mengapa saya menyebutkan semacam spesifikasi, karena kenyataannya ketika mereka Tes ujian sekolah tetap kembali pada kelas sebelumnya. Otomatis ujian Tes kelas khusus drama tersebut pun tetap ada sendiri, selayaknya di Kelas unggulan di sekolah kami pun tetap mendapatkan kelas spesifikasi juga. Terutama spesifikasi Bahasa inggris, dimana kita juga mendapatkan kesempatan Tes Toefel dan ada praktek langsung untuk berbicara bahasa inggris langsung dengan orang luar negeri.

Kita tahu, bahwasanya kelas ungulan itu terbentuk atas kebijakan masing-masing sekolah itu sendiri. Hal itu dapat dilihat dari kondisi kita pada saat mendaftar seleksi ujian masuk perguruan tinggi. Pada kartu ujian tidak akan tertera bahwa kamu kelas unggulan, ketika kamu berada di kelas IPA unggulan nantinya tetap akan tertulis kelas IPA dikartu ujianmu.

Di sekolah kami, nama kelas unggulan disebut dengan kelas Emercy. Mungkin disekolah lain, nama kelas ungulan itu akan berbeda namanya. Tidak hanya nama, kebijakan dan aturan-aturannya pun juga pastinya akan perbedaan. Kelas Emercy di sekolah kami terbentuk pada tahun 2008, otomatis ditahun ini disebutlah emercy angkatan 1. Sedangkan saya masuk sekolah ini pada tahun 2009, sehingga saya termasuk angkatan 2 Emercy MA Al-Hikmah 02 Benda Sirampog Brebes. Satu  hal lagi, di sekolah kami kelas unggulan Emercy itu hanya kelas jurusan IPA saja. Oke, selanjutanya kita akan bahas per point ya.

UJIAN SELEKSI MASUK EMERCY VS UJIAN MASUK KELAS BERBAKAT

Sepertinya hampir semua sekolah di Indonesia yang menerapkan kelas unggulan pastilah memakai jalur tes masuk. Bentuk seleksi jalur tes masuknya sudah pasti berbeda- beda, baik itu tes tertulis maupun tes wawancara. Dilain tes itu, kembali lagi kepada sekolah tersebut dalam menentukan kebijakan Jalur seleksi Tes masuk unggulan.

Pada kelas berbakat The gifted pun, seleksi awal masuk hanya sekedar tes tertulis dan langsung lolos. Semua siswa mengira bahwa yang bisa lolos ke kelas the gifted adalah mereka yang mempunyai nilai akademik terbaik. Namun pikiran tersebut terbukti salah ketika ada salah satu murid yang duduk di kelas dengan grade paling rendah ternyata bisa lolos masuk ‘gifted’ padahal dia siswa yang malas untuk belajar, bahkan dalam ujian sekolah yang dijadikan bahan seleksi siapa yang masuk the gifted pun dia tak mengisi lembar jawabannya. Ternyata dibalik itu semua adalah memang semua sudah diatur oleh pihak sekolah dalam memilih murid yang akan masuk kelas berbakat.

Seleksi masuk Kelas Unggulan Emercy ditahun saya hanya ada 2 jalur masuk Tes yaitu Tes Tertulis dan Tes Wawancara. Hanya saja, pada saat itu saya tidak lolos seleksi Tes tertulis untuk masuk jalur IPA unggulan Emercy. Namun, kabar baiknya nilai saya tidak jauh beda dengan murid yang lolos IPA unggulan emercy. Otomatis pada kegiatan pembelajaran semester 1 kelas satu, saya hanya berkesempatan duduk di bangku kelas IPA reguler. Karena sekolah kami itu berada dilingkungan pondok, sehingga setiap kelas putra-putri dipisahkan semua. Pengecualian kelas unggulan yang satu ini, dimana pihak sekolah mengizinkan kelasnya di huni oleh murid putra dan putri.

Jujur, awalnya saya kurang begitu paham adanya kelas unggulan emercy ini. Karena tes awal kan memang semua calon murid wajib untuk mengikuti tes semua, otomatis tanpa adanya persiapan kita harus mengerjakan sesuai dengan kemampuan kita pada saat itu. Pada saat pengumuman saya masuk IPA Reguler tetap harus disyukuri, dimana kemampuan saya antara IPA dan IPS memang lebih condong ke mata pelajaran IPA. Jadi di sekolah kami memang dari awal masuk kelas 1 sudah ada penjurusan, berbeda disekolah lain biasanya baru dijuruskan ketika kelas 2 SMA.

Masuk kelas unggulan emercy, sebenarnya tidak hanya melalui tes seleksi awal saja. Namun ada kebijakan sistem, dimana perpindahan kelas dari IPA Reguler dapat naik IPA unggulan Emercy dan sebaliknya. Bahkan sistem ini masih bisa terjadi hingga kita kelas 2 akan naik kelas 3. Jadi, bagi IPA Reguler yang ingin pindah IPA emercy harus punya nilai terbaik dikelas itu dan bagi IPA Emercy harus mendapatkan nilai baik. Karena seyogyanya apabila nilai di kelas emercy tidak terlalu jelek, maka dikelas itu tidak akan yang diturunkan di IPA Reguler. Kembali lagi kebijakan wali kelas itu akan seperti apa, buktinya tiap tahun dikelas emercy selalu beda cerita siapa yang dipertahankan dan siapa yang akan diturunkan.

Mengingat pada saat saya berada di IPA Reguler mendapatkan peringkat 1, maka dari itu saya mendapatkan kursi untuk naik ke kelas unggulan Emercy. Kebetulan pada tahun saya, ada 3 murid yang harus turun kelas ke IPA Reguler. Lagi-lagi turun naiknya murid berdasarkan hasil nilai rapot, sejujurnya saya amat mensayangkan dengan turunnya 3 murid itu adalah termasuknya yang terlihat anak yang aktif ternyata dibandingkan dengan yang lain. Tapi harus bagaimana lagi, kalau kenyataannya sudah keputusan dari sekolah. Dan saya pun harus pindah kelas bersama dengan satu anak putri dari IPA Reguler juga.

Seperti inilah kondisi untuk masuk kelas unggulan IPA Emercy. Jadi ada dua kesempatan kamu untuk dapat masuk kelas Emercy yaitu dengan jalur seleksi tes awal masuk dan prestasi terbaik dikelas IPA Reguler. Tertarik kah kamu untuk masuk IPA unggulan Emercy seperti saya?

PENGGALIAN SKILL/KEMAMPUAN DIRI DI KELAS

Pernahkah kalian bertanya-bertanya pada sendiri tentang kemampuan diri sendiri? Atau Pernahkan kalian merasakan bahwa diri kita punya kemampuan dalam bidang tertentu, namun kita belum mengetahui atau tidak paham cara mengembangkannya?

Kondisi ini juga dirasakan pada murid di drama “The Gifted”, dimana setiap minggunya mereka harus memberikan informasi kemampuan apa yang dimilikinya. Walaupun sebenarnya, kemampuan yang mereka miliki sudah ada sejak awal. Hanya saja, dalam prosesnya beberapa murid membutuhkan waktu untuk dapat memahami kemampuan yang sebenarnya. Perlu dingat kembali, dalam drama tersebut mengarah pada kemampuan super yang dimiliki dan bukan hanya sekedar dalam hal bidang akademik, melainkan kemampuan lainnya.

Namun pada kelas unggulan yang sesungguhnya, biasanya hanya berfokus pada nilai akademik saja. Kemampuan ketrampilan dalam bidang lainnya hanya sekedar nilai plus dan bukan sebagai penentu murid terbaik dikelas. Sehingga, murid di kelas IPA Emercy unggulan harus bekerja keras dalam belajar agar tetap mendapatkan nilai terbaik dikelasnya. Sudah otomatis, disetiap semester pastilah kemampuan setiap murid berbeda-beda baik itu yang biasanya mendapatkan nilai baik menjadi turun dan sebaliknya. Sebenarnya, kembali lagi kepada murid tersebut dalam menyikapi kondisi yang ada. Apabila kemampuan mereka tidak pernah di asah, maka kemampuannya juga tidak akan berkembang. Dari sinilah akan terlihat dari masing-masing murid ketika berada dalam kelas itu mempunyai berbagai problem yang berbeda-beda.

Kemampuan murid dalam drama The Gifted pun berbeda-beda dan cara mengasahnya pun sesuai dengan karakter kekuatan itu sendiri. Begitu pun di kelas unggulan Emercy kami, tiap masing-masing murid tidak dapat disamakan kemampuan anak yang satu dengan anak lainnya. Adakalanya murid yang suka dengan mata pelajaran yang berbau mata pelajaran hitung-hituangan seperti Matematika, ada juga yang suka dengan hal-hal bidang ilmu komputer, bahkan ada juga murid yang lebih justru mempunyai kemampuan diluar dari pelajaran yang ada didalam kelas. Seperiti halnya kemampuan dalam memahami ketrampilan otomotif, ketrampilan desain, maupun ada yang suka terjun dalam bidang jurnalis.

 Menurut saya, hal itu wajar-wajar saja apabila kemampuan diluar yang dipelajari dikelas itu didalami. Justru seperti inilah yang akan menjadi nilai plus untuk kedepannya, namun tetap harus diimbangi kemampuan mata pelajaran yang ada didalam kelas. Karna sejatinya seberapa ahli kamu dalam bidang diluar yang kamu pelajari, namun kamu lemah dalam mata pelajaran dikelas. Alhasil, kamu akan turun kelas unggulan emercy itu.

Lagi-lagi hal menarik dan selalu menjadi tantangan bagi saya di setiap semesternya adalah bagaimana kemampuan dan semangat saya dalam hal belajar selalu berkembang. Mengapa saya katakan seperti ini? Memang hal ini benar-benar saya rasakan selama dikelas unggulan Emercy ini. Walaupun dalam perjalanan belajar bersama anak-anak lain saya belum dapat menduduki peringkat 10. Tapi hal itu tidak membuat saya patah semangat untuk terus memahami dan belajar untuk mengembangkan potensi saya.

Pernah saya mengalami kondisi dimana saya sempat ingin menyerah dikelas Unggulan Emercy dan ingin kembali lagi ke kelas IPA Reguler. Kejadian ini terjadi pada saat saya baru berusia satu atau dua minggu berada dikelas ini, berarti kelas satu semester 2. Pada waktu itu saya sedang diperpustakan untuk mencari buku bersama temanku, tapi kondisnya selalu memikirkan hal-hal yang ingin saya benar-benar ingin kembali dikelas sebelumnya.

Kemampuan diri dalam mengikuti pembelajaran dikelaslah yang menjadi alasan terbesarku untuk pindah. Saya menyadari bahwa diri saya sepertinya tidak cocok untuk berada dikelas ungggulan ini. Kondisi ini terlihat dimana saya agak sedkit tertinggal materi pelajaran dan baru memahami sistem yang ada dikelas ini. Terutama kelamahan mata pelajaran saya pada saat itu adalah mata pelajaran Biologi, padahal bagi semua murid mapel biologi adalah mata pelajaran termudah dibandingkan dengan mapel yang kaitannya dengan hitung-hitung. Hal ini sebaliknya bagi saya, justru saya lebih suka mata pelajaran yang berbau dengan hal-hal hitungan.

Lain halnya itu, saya menyadari pada waktu itu ada alasan elogisku yaitu karena saya merasa ingin mendapatkan peringkat 1 di kelas IPA Reguler. Karena saya sudah berpikir terlebih dahulu, ketika di kelas unggulan Emercy ini sepertinya saya tidak akan mendapatkan peringkat kelas bahkan ada kemungkinan saya akan dikembalikan pada kelas sebelumnya karena nilai saya tidak baik. Menurutku ini memang aneh kalau dilihat, karena baru saja pindah sudah berpikiran seperti itu.

Satu hal yang akhirnya membuat saya bangkit adalah karena TEMAN dan kerabat dekat disekitar saya. Ada pesan yang saya pegang dari mulai kondisi tersebut hingga sampai sekarang adalah “Berusahalah untuk bergaul atau berkumpul dengan orang-orang pandai atau berkemampuan luar biasa, sejatinya kemampuan akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebaliknya, apabila kamu belajar dengan kemampuan yang sebenarnya kamu lebih unggul dari mereka. Maka kemampuanmu hanya sebatas itu saja, dan tidak ada tantangan untuk terus mengembangkan kemampuan yang lebih.“

Dari pesan itulah yang akhirnya membuatku sadar akan suatu hal, hal itu diantaranya :

Pertama. Lupakan sejenak untuk mendapatkan peringkat terbaik, tapi bukan berarti tidak punya ambisi untuk dapat meraih nilai terbaik dikelas. Hanya saja, harus benar dapat membenahi niat kembali ketika masuk emercy unggulan. Memang impian semua pastilah ingin mendapatkan nilai terbaik, tapi semuanya kan butuh proses dan bukan didapatkan secara instan. Alhasil dari kelas satu semester 2 hingga sampai kelas tiga tidak pernah mendapat peringkat 10 besar, mentok-mentoknya berada diperingkat 11 sampai 15 dari 23 siswa. Bisa dikatakan kemampuan kepandaiannya tidak terlalu cerdas sekali dan juga tidak terlalu bodoh sekali, tapi kempuannya sedang-sedang saja. Dalam perjalanannya bukan berarti saya pasrah, tetapi saya sudah berusaha semaksimal yang saya bisa. Walaupun kemampuan saya sudah berkembang, namun murid yang lain pun juga potensinya berkembang lebih. Memang pada saat itu, aku benar-benar harus mempunyai sifat sabar dalam berproses belajar. Sejak itu pun, aku sudah mulai menghilangkan sifat persaingan. Sudah masuk kelas unggulan emercy itu bagi saya sudah terbilang luar biasa dan berkali-kali harus mengucapkan kata syukur. Pesanku buat kalian, “Nilai Peringkat Terbaik itu bukan sesuatu hal yang benar-benar harus kamu dapatkan, Tapi ada hal yang terpenting dari itu adalah dimana kamu dapat mengembangkan/meningkatkan kemampuanmu lebih baik dari yang berawal kamu tidak bisa dan menjadi bisa.”

Kedua. Tata ulang niat ketika masuk Unggulan Emercy. Kira-kira kalau ditanya terkhusus murid yang berada dalam kelas unggulan, pasti masing-masing anak mempunyai tujuan berbeda-beda. Tujuan itu diantaranya adalah ada yang karena keberuntungan, ada yang karena ambisius sekali, ada yang ingin dikenal sama orang lain karena dikelas emercy, ada juga yang tujuannya benar-benar ingin belajar dengan anak-anak pilihan, bahkan ada juga yang tujuanya mungkin hanya ingin masuk kelas emercy itu aja. Sekali lagi, tidak ada salah bagi seseorang menentukan tujuannya. Semua orang berhak mempunyai pendapat sendiri, yang terpenting tujuannya itu dapat memberikan pengaruh bagi kita sendiri. Pada saat itulah saya menemukan niat tujuan saya ketika akan belajar di emercy, yaitu Belajarlah untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuanmu dengan orang-orang pandai disekelilingmu. Tidak adanya rasa iri, minder, bahkan sampai berusaha menjatuhkan teman sendiri.

Ketiga. Berkumpul dengan orang pandai dimanapun kamu berada. Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda beliau : “Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhori & Muslim).

Menurut pendapat saya dalam mengartikan dari hadits tersebut, lebih mengarah kepada kita dianjurkan untuk memilih teman yang setidaknya akan merubah kita menjadi lebih baik. Sehubungan hal itu, ada kaitannya dengan didalam belajar dikelas. Kemampuan kita akan berkembang lebih baik, ketika dalam lingkaran kita juga ada yang dapat mendorong kita untuk mengarah kesitu. Jadi sudah jelas ya kalian, bahwasanya tidak usah ragu apabila kamu berdampingan dengan orang pandai disekelilingmu. Justru itu adalah kesempatanmu untuk belajar dengannya. Semangat!

Keempat. Harus punya rasa semangat tinggi dan yakin pasti bisa dalam menghadapi semua hal. Setiap orang pasti punya rasa menyerah maupun sudah tidak semangat dalam hal melakukan sesuatu. Sebenarnya, dari situlah kita harus bersyukur akan segala hal tantangan atau cobaan yang kita alami. Pasalnya dalam menjalani kehidupan di dunia, sudah pasti kita akan menemui berbagai macam cobaan. Cobaan itu merupakan ujian keimanan kita kepada-Nya. Kita harus menyadari bahwa setiap cobaan yang kita alami, itu menandakan Allah sayang kepada kita. Allah menghendaki kebaikan bagi dari kita, karena itu Dia menguji kita dengan memberikan berbagai macam cobaan. Suatu keniscayaan jika dalam menjalani kehidupan di dunia kita menemui berbagai masalah, menghadapi bermacam cobaan, dan harus melewati berbagai tantangan dan hambatan. Jalan kehidupan tidak tidak selamanya lurus dan rata. Ada saatnya kita harus menapaki jalan kehidupan yang berliku, terjal, dan mendaki. Semua itu merupakan sunatullah.

Dalam drama serial The Gifted pun, juga setiap muridnya punya masalah dan cobaan sendiri-diri. Baik itu murid yang tidak dapat mengendalikan kemampuan dirinya dengan menghilangkan teman sendiri, kemampuan mengingat yang membuat tubuh dirinya menjadi lemah, dimusuhi teman lain karena kamampuannya, ingin punya kemampuan lebih dalam segala bidang tapi berujung pada tidak dapat mengurus kesehatan diri yang berujung pada sakit, bahkan ada yang menggunakan kemampuan diri tapi tidak sesuai dengan hal kebaikan. Kalau kita pahami disetiap episode filmnya, disetiap permasalahan masing-masing murid itu pemecahan masalahanya ada dua hal yaitu pada diri sendiri dan teman kita sendiri. Diri sendirilah yang tahu bagaimana kapasitas diri kita ini dalam menyelesaikan masalah. Kemudian, pengaruh teman ini juga sangat besar bagi kita. Dimana teman dapat menjadi motivasi atau dorongan kita untuk kuat dalam melalui cobaan itu. Walaupun sebenarnya tidak semua teman dekat itu baik, makannya kita harus pintar-pintar mencari teman ya.

Menyinggung dari hal diatas, tidak jauh dari apa yang pernah saya alami dalam belajar. Bersyukurnya saya punya banyak teman yang luar biasa, sehingga kadang saya manfaatkan untuk mendengar nasihat seseorang akan hal permasalahan yang saya alami. Kemudian saya olah sendiri dan begitu terus apabila ada permasalah, yang akhirnya membuatku sudah terbiasa menerima tantagan maupun cobaaan. Semenjak itu saya berpikir, bahwasanya sesusah apapun pelajaran dikelas. Kita pasti dapat melaluinya dan kita bisa menghadapi semua itu.  

KARAKTERISTIK ATAU TIPE MURID KELAS UNGGULAN

Pada drama series The Gifted, selain perbedaan kemampuan yang sudah saya jelaskan diatas. Karakteristik sifat seseorang juga pastinya berbeda-beda, bisa kita cermati di drama tersebut ada tipe murid yang dikelas suka tidur, tipe murid aktif, pendiam, suka berdandan, dan tipe murid lainnya. Hal ini menunjukan dengan beragamnya tipe murid, mau tidak mau kita harus dapat mengenalnya satu sama lain. Pasalnya, dalam kelas unggulan sendiri muridnya akan selalu sama.

Sebenarnya untuk melihat tipe murid, tidak jauh berbeda dengan selayaknya murid yang pernah kita temui. Ada tipe murid yang pintar secara alamiah, pintar karena belajar keras, ambisius dalam belajar, ada yang pendiam, ada yang suka ngantuk dikelas, ada yang tidak paham pada mata pelajaran tertentu, dan masih banyak tipe-tipe murid. Namun di kelas unggulan emercy ini, mau tidak mau kita harus memahami sifat satu sama lain. Berharap kedepannya kita dapat terbiasa untuk saling membantu satu sama lain, mengingat kelas unggulan sendiri akan terus tetap muridnya hingga lulus. Karena berbeda dengan program terpadu, dimana muridnya dari kelas 1 hingga kelas 3 pastilah ada perubahan kelas.

HAK-HAK ISTIMEWA KELAS UNGGULAN SAYA DAN KELAS BERBAKAT THE GIFTED

Dilihat dari nama kelasnya saja sudah berbeda, apalagi kalau kita lihat dalam hal pembelajaran pun pastinya ada perbedaan. Sekilas kalau kita melihat Drama Series The Gifted, perbedaan dapat kita lihat dari kelas program khusus yang sangat tertutup pembelajarannya hingga murid lain maupun masyarakat umum tidak boleh mengetahui akan sistem yang dibentuk oleh sekolah tersebut. Murid dikelas The Gifted sendiri mempunyai kontrak yang apabila dilanggar akan ada konsekuensi untuk dikeluarkan dari kelas program khsusus ini. Salah satu kontraknya ialah adanya pelarangan bagi murid program khusus untuk memberikan informasi pembelajaran selama proses berlangsung, apabila kontrak ini dilanggar akan berdampak dikeluarkan dari kelas ini. Sekolah tersebut melakukan kontrak seperti itu memang sudah ada tujuan sendiri. Kondisi itulah yang membuat murid di drama tersebut terus penasaran akan konsep pembelajaran didalamnya. Pengaruh bahaya bagi murid program khusus The Gifted lah yang akhirnya membuat salah satu tujuan adanya privasi dalam hal pembelajaran. Sehingga pihak sekolah berusaha berbagai cara agar bagaimana kelas program khusus ini untuk hal pembelajarannya tidak diketahui oleh pihak luar dan harapan kedepannya program khusus ini tetap terus berjalan serta mencetak orang-orang luar biasa.

Lagi-lagi hal diatas hanyalah sebuah drama. Melihat pembelajaran seperti itu di Indonesia seperti nya juga cepat atau lambat akan terbongkar dengan sendirinya. Apalagi tipe budaya indonesia yang tidak jauh dari kerumunan orang dan budaya ghibah. So pasti bagi rekan dekatnya pun pasti akan mengetahui cerita kelas unggulan. Walaupun yang diceritakan hanya sedikit, tapi tetap saja cepat atau lambat akan diketahui pembelajaran didalamnya. Tetapi pemberitahuan mengenai pembelajaran dalam hal pendidikan itu seharusnya sangat lazim untuk dapat berbagi. Contoh saja dinegara kita ini banyak penelitian-penelitian yang menginformasikan pembelajaran di tiap-tiap sekolah, otomatis ada hal keterbukaan dalam hal pembelajaran penddikan. Namun yang menjadi catatan ialah kebijakan sekolah memang berbeda-beda. Sehingga, kadang tidak semua orang memahami atau mengetahui detail program pembelajaran yang ditawarkan.

Pondok Pesantren Al Hikmah 02 yang berlokasi di Kabupaten Brebes ini mempunyai beberapa program pendidikan dan ketrampilan. Diantara program Pendidikanya, yaitu MA Program Keagamaan, MA Unggulan IPA Emercy, MA Terpadu (IPA Reguler dan IPS). Hal inilah yang mengakibatkan adanya tingkatan kelas berdasarkan kemampuan akademik siswa. Kondisi seperti ini, sebenernya membuat beberapa kelas lain menjadi sentimen dengan adanya kelas unggulan yang terlihat superior. Lain hal nya itu, ketiga program pendidikan tersebut otomatis ada perbedaan dalam hal pembelajaran, baik itu dari segi materi pembelajaran maupun waktu belajar.

Pembahasan mengenai pembelajaran dikelas, pasti tidak jauh dari sistem pengajaran guru, Mata Pelajaran yang diajarkan, aktivitas selama belajar dan waktu belajar. Pada hakikatnya, semua manusia diberi kesempatan untuk berfikir dan memahami kekurangan kelebihan diri sendiri. Berada dikelas biasa, sebenarnya bukan menjadi pengahalang kita untuk sukses maupun untuk kita berkarya lebih baik. Semua punya hak memilih dan semuanya kesempatan yang berbeda-beda. Hanya saja kembali kepada diri kita sendiri, apabila kita giat menekuni pasti apa yang kita jalankan juga pastinya akan mendapatkan hasil yang baik. Kadang ada yang berpikir, bahwa faktor keberuntungan dan rezeki lah yang menentukan semuanya. Kalau dipahami memang benar adanya, cuman faktor kerja keras pun sebenarnya termasuk kemungkinan terbesar kita untuk berhasil. So, jangan lupa tetap berusaha untuk kerja keras dan berdoa.

Guru. Kebetulan saya pernah merasakan berada di IPA Reguler, sehingga sedikit memahami perbedaaan diantara kelas di kedua program baik itu unggulan maupun yang terpadu. Untuk guru sendiri, sebenarnya pengajarannya tidak jauh berbeda dengan di IPA Reguler. Karena ada beberapa guru Unggulan yang juga mengajar di IPA Reguler. Hanya saja, yang membuat perbedaan pengajaran guru berbeda adalah pada suasana kelas yang mempengaruhi pengajaran guru. Apabila di kelas Terpadu, keaktifan murid dikelas cenderung kurang dibandingkan dengan yang kelas unggulan. Begitupun pemahaman materi murid kelas unggulan selangkah lebih maju dibandingkan kelas terpadu, alhasil cenderung guru itu akan memberikan materi yang lebih beragam dan pastinya lebih sulit. Tapi, menurut saya ada hal yang lebih istimewa lagi. Dimana di Kelas Unggulan Emercy kita langsung bertatap muka dengan guru-guru yang bisa dikatakan luar biasa dan itu tidak didapatkan oleh kelas terpadu, sebut saja mata pelajaran Motivasi, fiqih dan Akhlaq.

Mata Pelajaran. Seperti hal yang saya sampaikan diatas, pemahaman siswa dalam memahami materi cenderung lebih cepat dan tertantang untuk diberikan materi yang lebih sulit lagi. Walaupun sudah diberikan materinya, sebenarnya tetap saja ada yang masih belum paham dengan materi yang diajarkan. Wajar saja kondisi ini terjadi, dimana kemampuan murid berbeda-beda dalam menyerap mata pelajaran. Dimana ada yg suka mata pelajaran X dan ada yang pula tidak suka mata pelajaran X. Perbedaannya lagi terdapat pada jam pelajaran yang diberikan, semisal dikelas IPA Reguler dalam satu minggu berjumlah 4 jam pelajaran. Sedangkan di Kelas Unggulan bisa sampai 10 jam pelajaran, otomatis di kelas Unggulan memang benar-benar dituntut agar kita bisa mendalami mata pelajaran yang berkaitan dengan sains.

Waktu Belajar. Waktu belajar emercy dikelas sampai pukul 3 sore, berbeda dengan kelas terpadu yang hanya sampai pukul 12 siang. Maka dari itu, adakalanya merasa lelah karena selesai dari situ harus bersiap untuk melaksanakan kegiatan pondok. Tapi karena tiap hari kita melakukan waktu belajar seperti itu terus, sehingga yang kita rasakan biasa saja dan justru merasa bahagia karena dapat memanfaatkan waktu hidup dengan baik. Lagi-lagi karena disini kita tidak hanya sekolah saja, maka dari itu perlu adanya pembagian waktu antara belajar dan melaksanakan kegiatan pondok. Jadi bayangkan saja begitu padatnya hari-hari kita apabila dari pagi sampe sore sekolah, sore ngaji, maghrib ngaji, habis isya ngaji sampe malam dan jam 5 pagi harus bangun untuk bersiap shalat subuh di masjid. Tapi bersyukur, dari sinilah kita dapat mengatur waktu dan terbiasa untuk bangun di pagi hari.

Aktivitas Selama Belajar. Momen spersial pada pagi hari dikelas emercy ialah adanya briefing pagi yang dipelopori guru motivasi kami. Aktivitas ini kebutulan hanya kelas unggulan emercy yang mendapatkan kesempatan seperti ini, jadi benar-benar pada saat itu kami dituntut untuk dapat tepat waktu berangkat ke sekolah dan harus punya rasa semangat di pagi hari. Seperti cerita sebelumnya, dimana aktivitas belajar mengajar ada perbedaan dibanding kelas program lainnya. Dikelas unggulan Emercy ini kebetulan kami diberi kesempatan mendapatkan dua spesfikasi program ketrampilan yaitu ketrampilan Komputer dan Bahasa Inggris. Bersyukurnya di program unggulan ini juga memberikan kemudahan kita untuk mengadakan aktivitas yang didukung oleh guru, seperti halnya mengadakan pelatihan Memotong Ternak kambing pada Hari Raya Qurban

KECEMBURUAN SOSIAL

Pada salah satu episode drama The Gifted, ada yang menceritakan sikap kecemburuan murid biasa dengan murid program khusus. Adanya kecemburuan ini, ditandai dengan tidak adanya keterbukaan pihak sekolah mengenai program khusus tersebut. Murid biasa menganggap, bahwa semua ini tidak adil. Dari situlah, mengingat adanya murid yang iri itu mencoba untuk mencari detail informasi program kelas khusus tersebut dan akan menyebarluaskan ke media sosial. Namun pada saat itu, si murid gagal untuk membocorkan informasi kelas program khusus itu sendiri,

Maklum saja sih menurutku, dimana akhirnya ada murid yang cemburu karena ketidakketerbukaan pihak sekolah itu. Kalau di Sekolah kami, saya kurang begitu paham dengan sikap orang luar disana. Hanya saja, memang tetap ada saja sih yang merasa bahwa adanya ketidakadilan pada masing-masing program. Terutama ada yang pernah mengatakan, bahwa kelas IPS merupakan kelas buangan.

Mungkin seandainya saya tidak berada di kelas unggulan emercy, sepertinya saya juga akan merasakan iri juga. Pasalnya murid kelas emercy diberikan kamar khusus sendiri, sangat dipedulikan dan diperhatikan sekali oleh guru-guru, kesempatan belajar yang baik untuk mengembangkan kemampuan diri, fasilitas ruang kelas dengan adanya wifi, dan pastinya ada dorongan motivasi untuk dapat melanjutkan perkuliahan dikampus terbaik.  

FASILITAS 

Siapa orangnya, ketika bersekolah diberikan fasilitas yang memadai? dan pastinya fasilitas itu sangat mendukung dalam hal pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan diri. Seperti halnya dalam drama The Gifted, fasilitas yang diberikan murid kelas khusus menurut saya benar-benar luar biasa. Bagaimana tidak, mereka diberikan kamar khusus yang memang didesain hanya untuk mereka. Lain halnya itu, program kelas khusus didrama tersebut lebih terlihat murid yang mempunyai kedekatan dengan pihak sekolah. Terlebih lagi, permintaan mereka juga dapat di acc oleh pihak sekolah. Wah, senang sekali ya.

Kalau versi drama udah pasti fasilitasnya benar-benar spesial ya. Tapi, tidak jauh berbeda kok dengan fasilitas yang diberikan sekolah kami. Fasilitas yang diberikan dikelas unggulan kami diantaranya : Satu Kamar khusus Kelas unggulan di Pondok, Ruangan multimedia Emercy. Kelas motivasi, dekat dengan pihak sekolah, adanya dorongan untuk menempuh kuliah di universitas terbaik, dan masih banyak lagi.

KELAS PERCOBAAN

Mungkin banyak orang akan bertanya, kok bisa kelas percobaan ya? Karena saya berusaha untuk mengaitan drama thailand tersebut, dimana didalam episodenya ada yang mengatakan bahwa murid dikelas khusus itu hanya akan dijadikan semacam percobaan. Wajar juga sih menurutku sampai-sampai ada yang mengatakakan seperti itu. Toh, mereka tidak diberi kesempatan untuk mengenal alumni-alumninya dan tidak diberitahukan secara jelas akan misteri yang terjadi pada angkatan program sebelumnya.

 Sedang saya mengartikan kelas percobaan ini, sudah pasti karena saya angkatan 2 emercy. Mungkin kalau sudah 10 angkatan, kayaknya sudah tidak mungkin diartikan dengan kelas percobaan lagi deh. Sebelumnya, saya sebagai alumni sangat mengapresiasi dari pihak sekolah maupun guru-guru yang mengampu. Dimana kelas unggulan ini terbentuk, menjadikan adanya daya tarik tersendiri bagi calon murid diluar sana.

Saya pun bersyukur, walaupun pada saat itu masih dalam masa angkatan percobaan. Emercy pada masa awal itu benar-benar masih mencari jatidirinya itu akan seperti apa. Karena memang tujuan awal, salah satunya lebih kepada lulusan emercy ini dapat menempuh pendidikan di kampus terbaik di dalam maupun luar negeri. Hanya saja, masih banyak sebenarnya yang perlu dilakukan, Seperti halnya program organisasi Emercy, bahkan ikut andil dalam berbagai perlombaan olimpiade. Pada tahun ke satu sampai tiga kebetulan sudah mulai terbentuknya organisasi emercy, namun dalam hal kompetisi masih begitu kurang dalam hal pemgorganisasian. Barulah di Tahun ke 4 angkatan emercy sudah mulai aktif perlombaan dimana-mana. Hingga sampai hari ini, dapat dikatakan sudah terorganisir dalam hal berbagai perlombaan. Bahkan sampai ada murid emercy yang sampai mendapat nilai UN terbaik di tingkat kabupaten Brebes.

PENUTUP

Perkenalkan saya Ridwan, Alumni MA Al-Hikmah 02 lulus angkatan Tahun 2012. Dulu duduk di bangku kelas Unggulan Emercy angkatan 2, tepatnya naik pada kelas 1 semester 2 dari IPA Reguler. Mungkin kalau ada yang belum tahu sekolah kami, sekolah kami berada di Desa benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes. Tepatnya sekolah kami berada di Pondok Pesantren, sehingga apabila kita disekolah umum harus pintar-pintar dapat membagi waktu diantara keduanya.

Saya sebagai alumni yang pernah berkesempatan mengenyam pendidikan SMA di MA Al Hikmah 02 Benda, berterimakasih kepada pihak sekolah, guru-guru, dan kawan-kawan semua. Lain halnya itu, saya memohon maaf apabila setalah lulus belum memberikan sumbangsih terbaik kepada sekolah. Berharap MA Al Hikmah 02, selalu diberikan kelancaran dalam menjalankan sekolah ini dan semoga dapat mencetak pemuda-pemudi yang luar biasa dalam membangun negeri ini.

Saya sebagai penulis, juga bersyukur sekali dengan adanya tulisan ini. Karena tujuan dengan adanya tulisan ini yaitu dapat memberikan pengetahuan kepada siapapun yang ingin mengetahui kelas unggulan ini atau mungkin penasaran dengan adanya sistem kebijakan atauran tekhusus dalam pembelajaran yang diajarkan dikelas. Sekaligus, semoga dengan adanya tulisan dapat memberikan motivasi atau inspirasi bagi siapapun yang ingin mencapai prestasinya dalam bidang akademik.

Facebook Comments