Beda Rasa, Tiap Tahun Bulan Ramadhan Tiba

Apa yang anda rasakan ketika Bulan Ramadhan itu tiba?

Setiap orang pasti mempunyai rasa tersendiri ketika menyambut datangnya bulan Ramadhan. Baik itu rasa sedih, senang, terharu maupun tergantung bagaimana cara orang menyikapi itu sendiri. Begitupun saya, ketika sebelumnya menikmati bulan Ramadhan di daerah Papua, selama SMA berada di pondok pesantren dan pernah juga selama bulan puasa menghabiskan waktu dijogja. Pastilah, ketika berpuasa berada ditempat yang berbeda, maka akan ada suasana berbeda yang kita rasakan.

Kadang saya sempat terpikir, Bulan Ramadhan tahun ini akan seperti apa ya keadaanya. Akankah ada suasana baru lagi?.

Dulu pada saat bulan Ramadhan, dimana saat saya masih berada dipondok pesantren akan banyak kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan, seperti halnya pengajian kitab. Kemudian, pada saat saya masih menyandang status mahasiwa, saya sibuk dengan adanya ujian sekolah dan kegiatan organisasi. Selain itu juga, saat saya berkegiatan KKN di Papua, pastilah saya sibuk dengan kegiatan yang berhubungan dengan masyarakat. Lain halnya itu, dengan kondisi sekarang dimana saya sudah menyelesaikan tugas kuliah dengan posisi tinggal menunggu wisuda, serta sedang berproses mencari pekerjaan. Pastilah akan ada suasana berbeda lagi yang akan saya rasakan.

“Apakah suasana yang berbeda itu?”, ucap dalam hatiku.

Bagi saya, Suasana hati yang sangat senang berkumpul dengan keluargalah yang paling penting. Dimana saya bisa menyempatkan waktu berbuka puasa pertama dirumah.  Lain halnya itu, kadang saat dirumah saya juga dapat menyempatkan waktu bermain bersama dengan kawan-kawan, baik itu bermain di area sungai, sawah, hutan maupun diladang. Mengingat kondisi alam disini juga sunguh indah, pantaslah tidak akan merasa bosan untuk terus berada disini.

Menjelang datangnya Bulan Ramadhan, saya bersyukur mempuyai kesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada dirumah. Walaupun saya baru pulang H-3 Ramadhan, akan tetapi selama hari itu ada beberapa kegiatan yang dapat  saya ikuti. Tepatnya pada hari rabu(24/05) sore harinya, saya sampai di rumah dari perjalanan diJogja. Dimana malam harinya, saya mengikuti kegiatan keliling kampung yang mana setiap orang sambil  membawa obor(suluh terbuat dari daun kelapa kering atau seruas bambu yang diisi minyak tanah (minyak kelapa), ujungnya disumpal dengan secarik kain (atau sabut) yang digunakan sebagai penerangan) serta lainnya ada yang membawa alat musik angklung maupun rebana sebagai alat musik pengiring selama perjalanan.

Esok harinya(25/05), ada kegiatan pengajian dirumah dan sekaligus disiang harinya saya sempat jalan-jalan menikmati sungai di desa  saya. Hari berikutnya(26/05), ada kegiatan ziarah dan shalawat bersama dengan ditutup dengan makan bersama.

Shalawatan Bersama
Usai Ziarah

Hal yang berbeda lagi, kondisi dimana saya sudah mulai harus menentukan keidupan selanjutnya setelah saya menyandang gelar sarjana. Karena saya berharap, sebelum saya wisuda sudah mendapatkan pekerjaan. Amin.

Lain halnya itu, di Bulan Ramadhan ini ada salah satu tanggal yang mungkin bagi orang adalah tanggal yang luar biasa yaitu ditanggal 4 juni dimana saya dilahirkan didalam rahim ibu. Harapannya dengan di tanggal ini, saya dapat diberi keberkahan oleh Alllah dan terus menjadi orang yang selalu berusaha dijalan yang lurus. Amin

Dari kesemuanya itu, pastilah orang sudah mempunyai cara tersendiri untuk mempersiapkan datangnya Bulan Ramadhan ini. Mulai dari Do’a, Niat Puasa sebulan penuh, niat puasa sehari hari, do’a buka puasa, hingga aneka resep masakan yang akan di hidangkan saat santap sahur dan buka puasa nanti 🙂

Dibawah ini ada beberapa doa dari sebagian sahabat Rasululloh ketika datang Ramadhan, antara lain :

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Kedua, ada satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika masuk ramadhan. Doa itu adalah doa melihat hilal. Akan tetapi sejatinya doa ini adalah doa umum, berlaku untuk semua awal bulan suci ramadhan, ketika seseorang melihat hilal dan tidak khusus untuk bulan ramadhan.

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا نُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allahu akbar, ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan islam, dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhan kamu (wahai bulan), adalah Allah.” 

(HR. Ahmad 888, Ad-Darimi dalam Sunannya no. 1729, dan dinilai shahih oleh Syua’ib Al-Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad, 3/171).

Berdoa dan berharap semoga kita bisa menyongsong bulan suci Ramadhan dengan amal ibadah yang lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya. Dan merasakan nikmat dan senang akan datangnya Bulan Suci Ramadhan ini.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1438 H.

Menikmati Pemandangan Alam