Memetik Hikmah dari Silaturahmi

Memiliki sebuah impian besar bagi setiap orang pasti ada. Kenyataan yang ada, tidak terlepas dari adanya rintangan didepan kita. Umumnya setiap proses menuju impian terasa tidak begitu mudah dilalui, ada saja tantangan meskipun kita sendiri sudah melakukan yang terbaik, sehingga membutuhkan usaha dan perjuangan untuk mencapai itu. Tantangan tersebut bukanlah kegagalan. Bahkan bila kita cermati, tantangan itu membentuk diri kita menjadi lebih baik dalam berbagai hal. Jadi jangan mudah putus asa dan kehilangan keberanian untuk mencoba lagi mewujudkan impian. Tingkatkan kemauan kita, maka pintu kesempatan untuk mewujudkan impian akan selalu terbuka lebar.

Impian itu merupakan hal besar yang mungkin mustahil diwujudkan bila dilihat dalam kondisi kita sekarang ini. Tetapi sebenarnya impian merupakan langkah menuju sukses yang teramat penting. Tentang apakah impian tersebut terwujud atau tidak semuanya ada di tangan kita sendiri.

Dilahirkan dari kedua orang yang tidak mampu itu bukanlah alasan untuk mencapai kesuksesan. Bukti orang sukses terlahir dari orang yang miskin itu ada dan banyak. Yakinlah pada diri kita bahwa kita memang bisa. Walaupun dengan ayah hanya seorang tukang bangunan dan ibu seorang petani, tidak usah malu. Kita perlu bersyukur dengan apa yang diberikan oleh tuhan kita. Coba kita lihat disekitar bahkan didekat kita anak yang tidak mempunyai orang tua baik ibu atau bapak bahkan kedua-duanya. Apakah tidakkah Kamu bersyukur?

Berawal dari merenung dan memikirkan lebih matang lagi apa yang bisa dilakukan setelah lulus nanti dari SMA. Melihat latar belakang ekonomi orang tua yang masih belum berkecekupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ditambah lagi dengan beberapa anak yang masih menjadi tanggungan. Dalam hati berkata, “Bisakah saya bisa melanjutkan kejenjang lebih tinggi untuk memberikan suatu kepastian kepada orang bahwa anak seorang yang tidak mampu itu dapat memperoleh pendidikan tinggi dan berprestasi”.

Namun semua itu bertentangan dengan apa yang dikatakan orang tua dan saudara kandungku. ” Tidak usah kuliah tinggi-tinggi, uangnya belum ada untuk biaya nantinya. Baiknya kamu dirumah saja bantu-bantu ibu. Untuk makan sehari-hari juga harus bekerja keras untuk mencari uang. Apalagi ditambah dengan kuliah yang biayanya mahal. Adikmu juga masih sekolah”, ujar ibuku.

Masih teringat selepas lulus dari Madrasah Aliyah AL-Hikmah 02 Benda Sirampog Brebes tahun 2012. Almarhum Abah Masruri Abdul Mughni selaku Pimpinan Pondok Pesantren Al Hikmah 2 Benda Sirampog mengatakan, “Apabila sepulang dari pondok jangan lupa untuk menyempatkan bersilaturahmi kepada saudara dekat-dekat kalian, karena banyak hal manfaat silaturahmi yang akan kalian dapatkan salah satunya dapat mempererat tali persaudaraan”.

Tibalah pengumuman ujian nasional diumumkan yang hasilnya seluruh siswa angkatanku lulus semua. Bertepatan besoknya adalah pengumuman SNMPTN Jalur Undangan diumumkan. “Apakah saya lolos seleksi Jalur Undangan? Apakah keluargaku akan menyetujui? Bagaiamana kalau nantinya kalau hasilnya saya jadi diterima?” ujarku dalam hati. Rasa senang, sedih, dan terharu terlihat pada wajah semua anak-anak dengan saling sapa menyapa satu sama lain untuk kembali rumah halaman masing-masing.

Suasana menjadi berbeda setelah berada dirumah. Tiga tahun sekolah dan berada di pondok pesantren Al Hikmah 02 Benda, Sirampog, Brebes memang terasa menjadikan pribadiku berbeda. Disela-sela bersitirahat dan membersihkan kamar yang sudah lama tidak aku tumpangi. Mulai berpikir lagi besok adalah pengumuman SNMPTN UNDANGAN telah resmi diumumkan hari Sabtu, 26 Mei 2012, lebih cepat 2 hari dari yang dijanjikan panitia sebelumnya, yaitu pukul 18.00 WIB pada tanggal 28 Mei 2012. Sebagai salah satu jalur non-seleksi tertulis, tentunya hasil dari jalur ini pun sangat sulit untuk diprediksi, tidak salah jika akhirnya banyak orang yang merasa hasil SNMPTN dari jalur undangan sedikit kurang jelas penilaiannya untuk sebagian kalangan. Namun, apa boleh dikata, itulah sistem yang sudah dibuat kementrian pendidikan Indonesia sedemikian rupa, sehingga memudahkan setiap calon mahsiswa baru secara umum untuk dapat melanjutkan ke perguran tinggi negeri.

Esok pagi, 26 April 2014 aku pun bersiap-siap untuk ke warnet (warung internet) yang ada dikecamatan karanganyar yaitu kecamatan desaku dengan jarak tempuh kurang lebih setengah jam dengan memakai mobil angkutan untuk melihat hasil pengumuman SNMPTN UNDANGAN. Disepanjang perjalanan saya hanya bisa berdoa agar dimudahkan untuk jalannya dan hasil yang saya terima itu membuahkan hasil yang baik. Rasa penasaran sudah sewajarnya dialami setiap anak lulusan SMA yang akan menjadi calon mahasiswa untuk mengetahui hasil yang ada.

Tibalah saat jariku menekan tombol keyboard dengan menulis nomor ujian. Saat aku meng-klik tulisan HASIL PENGUMUMAN terlihat di layar komputer yaitu “ SELAMAT ANDA DITERIMA DI FAKULTAS PETERNAKAN UGM dan mendapatkan BEASISWA BIDIKMISI”. Persaanku benar-benar senang sekali, ternyata doaku didengar oleh Allah. Alhamdulilah ku ucapkan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan saya untuk dapat menerima kabar yang baik ini.

Setelah itu kebetulan sekali saat aku SLTP, sekolahnya berada di kecamatan yang bernama MTs N karanganyar. Aku pun menyempatkan waktu untuk berkunjung dan silaturahmi ke sekolah dan kepada bapak ibu guru yang dulu membimbing aku.Melangkah menuju tempat sekolah yang berada ditengah sawah ini tidak menjadikanku minder, tapi dimanapun sekolahnya asal anak-anak didalamnya bagus serta lingkungan yang mendukung. Pastilah akan berbuah bagus juga. Di dekat kantor, bapak dan ibu guru sedang sibuk ada yang sedang istirahat, merapikan tempat duduk, dan mempersiapkan untuk mengajar.

Akhirnya aku mendatangi satu persatu guru yang sedang istirahat. Banyak hal yang kami obrolkan dari mulai sewaktu aku di SMA hingga pengalaman guruku saat menEmpuh di sekolah tingkat tinggi. Pesan dari salah satu guru, “ Hati-hati ketika sudah menjadi mahasiswa, pandailah memilih lingkungan dan teman yang baik. Belajar yang benar semoga apa yang kau cita-citakan dapat tercapai”.

Sepulang dari melihat hasil pengumuman dan silaturahmi ke sekolah dulu. Berita baik ini pun langsung aku sampaikan kepada orangtua dan saudaraku. Tapi wajah mereka aneh saat mendengar kabar baik ini.Mereka terus berpikiran bahwa beaisswa apapun belum menjamin biaya hidupku selama dijogja. Sehingga saat itu aku belum disetujui untuk dapat melanjutkan kuliah. Dalam waktu satu minggu adalah waktu dimana aku harus berpikir apakah aku harus melanjutkan atau tidak.

Dimulai dari aku sowan atau berkunjung ketempat kyai untuk meminta pendapat agar diberi kemudahan menentukan pilihan ini. Kyai pun merasa senang sekali dengan hasil yang aku dapatkan, karena dari bebrapa saudaraku tidak ada satupun yang dapat melanjutkan kuliah. Dengan harapan adnya aku dapat memberikan motivasi kepada yang lain. Ternyata banyak jalur untuk dapat melanjutkan kuliah. Seperti halnya apa yang aku alami dengan kuliah gratis, setiap bulan pun diberi uang saku sebesar 600 ribu. Berharap juga uang saku yang diberikan juga dapat membantu ekonomi keluarga walaupun tidak seberapa.

Sama halnya silaturahmi dengan mantan kepala sekolah SD, guru ngaji, serta guru banyak yang mendukung aku untuk dapat melanjutkan kuliah. Ibu dan keluargaku merasa takut apabila beasiswanya itu tidak benar. Sehingga aku pun pelan-pelan untuk dapat menjelaskan bagaimana gambaran beasiswanya.Sehingga dengan berbagai pertimbangan yang matang. Akhirnya orangtuaku setuju untuk memberikan kesempatan aku berkuliah.

Alhamdulillah berkat silaturahmi banyak hal manfaat yang saya dapatkan.Salahsatunya dapat melanjutkan sekolah hingga kuliah. Silaturahmi ini sebenarnya sudah saya mulai sejak aku lulus dari SD untuk melanjutkan ke SLTP. Hingga saat ini alhamdulillah aku dapat mengembangakan potensiku hingga dapat meraih juara. Selain itu dapat nertemu teman-teman pilihan se-indonesia di kampus yang ternama.

Terima kasih kepada ALLAH SWT yang telah memberikan kesehatan untuk dapat melakukan berbagi hal.Kepada Bapak dan Ibu guru yang telah mengajariku dengan sabar hinggga aku dapat menulis dan membaca.Kepada orangtua dan saudaraku yang telah memberi semangat hingga sampai dewasa ini. Teman-teman sekalian yang telah menemani dan memberikan perhatian dikala senang maupun susah. Dan kepada semua orang yang tak terasa membantu dalam keadaan apapun.

Percayalah bahwa disetiap kita silaturahmi ada satu hal bahkan lebih yang akan kita dapat hikmahnya. Alhamdulillah sekali, saat ini banyak hal yang saya rasakan Di Universitas ternama dinomer satu di Indonesia. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan disana

Facebook Comments