Pemberdayaan Lingkungan melalui Ternak Lebah dan Penanganan Produk Lebah secara Intensif ( Lolos PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Didanai Tahun 2014)

  • Latar Belakang Terbentuknya Kelompok ini

Dusun Mangunan berada di Kelurahan Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Ditinjau dari segi topografi dan klimatologinya yang berada di wilayah gugusan pegunungan Imogiri dengan ketinggian tanah di atas 250-350 meter dari permukaan laut, temperatur udara rata-rata berkisar antara 20,7⁰C hingga 34,7⁰C. Mata pencaharian penduduk setempat sangat beragam, mulai dari petani ladang, pencari dan pengrajin kayu, buruh lepas, buruh tani, pedagang, pegawai swasta, dan sebagian kecil PNS. Kebanyakan warga Dusun Mangunan bekerja sebagai buruh tidak tetap dan petani musiman.

Sebagian besar wilayah Dusun Mangunan adalah hutan dan ladang, serta terdapat perkebunan buah dengan ragam buah yang bermacam-macam. Buah-buahan seperti durian, rambutan, jeruk, jambu air, mangga, sirsak dan lain-lain, serta tanaman keras seperti randu dan mahoni dapat tumbuh dengan baik di wilayah ini karena tidak terlalu membutuhkan air dalam intensitas tinggi seperti padi serta didukung dengan ketinggian wilayah pegunungan seperti di Dusun Mangunan. Secara topografi dan klimatologi, kondisi wilayah ini sangat cocok sebagai wilayah pembudidayaan lebah madu. Selain karena potensi wilayah yang terdiri atas hutan rakyat, ladang, dan juga terdapat kebun buah, dimana banyak terdapat tanaman buah dan tanaman keras lain yang cocok sebagai sumber makanan lebah madu. Lebah sendiri dapat berperan sebagai agen penyerbukan tanaman buah sehingga dapat lebih meningkatkan produktifitas buah yang dihasilkan di wilayah ini.

Kebun Buah Mangunan (Milik Pemkab Bantul)
Sumber Daya Hutan dan Ladang

Di Dusun Mangunan sendiri sudah ada masyarakat yang berprofesi sebagai pencari madu lebah hutan dengan skala kerja masih perorangan. Madu yang dihasilkan pun tidak tidak terlalu banyak dan konsisten karena madu didapatkan dari lebah liar hutan dimana hasil yang didapatkan tidak pernah tetap. Masalah yang timbul adalah pencarian sarang lebah madu hutan oleh pencari lebah di Mangunan masih meggunakan cara sangat tradisional, baik sistem yang digunakan dengan perburuan sarang dengan metode yang belum aman maupun pengolahan produk lebah yang masih seadanya dengan diperas manual dan pengemasan yang belum baik sehingga keberlanjutan populasi lebah liar di hutan terancam.

Foto  salah satu anggota ternak lebah mempraktekan Pengambilan madu dengan merusak sarang lebah hutan dan tanpa pengaman
Foto salah satu anggota ternak lebah mempraktekan pemerasan madu secara sederhana dengan menggunakan kain

Pengembangan peternakan lebah terpadu perlu dikembangkan di Mangunan mengingat potensi-potensi pendukung yang ada di kawasan ini. “Madu Mawon (Mangunan Dusun Mangun Tawon): Pemberdayaan Lingkungan melalui Ternak Lebah dan Penanganan Produk Lebah secara Intensif untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Dusun Mangunan, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantulmerupakan solusi yang sesuai untuk mengatasi masalah penanganan produk lebah dan menjaga kelestarian populasi lebah di Mangunan. Dengan adanya pengembangan peternakan lebah terpadu diharapkan dapat mengalihkan pencarian sarang lebah di hutan menjadi peternakan terpadu, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat lebah bagi lingkungan, serta menginisiasi sentra industri madu skala home industry yang menjaga aspek kebersihan dan kualitas produk madu sehingga keberlanjutan usaha dapat dipertahankan. Selain itu, dengan adanya peternakan lebah dan populasi lebah yang terjaga dapat meningkatkan penyerbukan tanaman buah di Dusun Mangunan dan sekitarnya dan meningkatkan ekonomi masyarakat dari hasil peternakan dan penanganan produk lebah secara terpadu.

Tim PKM-M kami terdiri dari 5 anak, empat anak dari Fakultas Teknologi Pangan Hasil Pertanian(TPHP) yaitu Pranedya Atria, Siti Mariyam, Catur Setyo Budi, dan Farida Rahmawati serta satu orang dari Fakultas Peternakan yaitu saya sendiri. Tim kami terbentuk bermula dari empat anak dari fakultas TPHP yang mengawali mendiskusikan program ini dan dilanjutkan dengan saya dilobi oleh ketua PKM kami yaitu Pranedya untuk bergabung karena membutuhkan anak dari Peternakan. Bersyukur, setelah tim terbentuk akhirnya kami berkumpul untuk mendiskusikan terkait proposal program hingga pengiriman program. Terlebih lagi, kami sempat membuat nama tim kami dengan nama “Tim Gama Lebah”, nama ini kami pilih mengingat PKM kami terkait lebah. Sehingga Gama Lebah merupakan nama Tim PKM-M UGM kami, dengan Gama sendiri singkatan dari Gadjah Mada.

Tim Gama Lebah

Pelaksanaan Program

Program kreativitas mahasiswa Madu Mawon ini dimulai dari bulan Februari sampai dengan Juli 2014. Program dilaksanakan di Dusun Mangunan, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Tahapan faktual pelaksanaan program kreativitas mahasiswa ini adalah sebagai berikut : Pra Pelaksanaan (Pendekatan dan observasi lokasi serta administrasi kegiatan dan persiapan materi), Pengenalan Program (Pengenalan Program, Pelatihan ternak lebah dan Pemberian Materi, Kaderisai(Strukturisasi keorganisasian kelompok ternak lebah dan Lobbying kader), Pelaksanaan (Pengadaan stup lebah, perawatan, Kontrol dan evaluasi rutin terhadap perkembangan peternakan lebah, Pemberian beberapa metode peningkatan produktivitas peternakan lebah, Penggunaan alat ekstraksi sebagai teknologi pemerasan madu dari sarang, Pengolahan dan pengemasan produk madu dengan baik, Pemasaran dan pemberian PIRT produk agar masyarakat bisa menjual produk dengan baik. Pasca Program (Monitoring dan evaluasi).

  • Pra Pelaksanaan.

Pra Pelaksanaan terdiri atas pendekatan dan observasi lokasi serta administrasi kegiatan dan persiapan materi. Pendekatan dan Observasi Lokasi. Program Madu Mawon ini diawali dengan perijinan dan kerjasama dengan perwakilan pengurus desa dan warga, antara lain Kepala Dusun, tokoh masyarakat, perwakilan kelompok tani, dan pihak-pihak lain yang terkait. Pendekatan juga berguna untuk menggali masalah dan keadaan nyata masyarakat di Dusun Mangunan. Pendekatan dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu berdiskusi dengan kepala dusun untuk menggali informasi umum, kemudian dilanjutkan dengan rapat besar dengan warga untuk menggali informasi khusus. Adanya rapat besar ini diharapkan akan terbentuk satu konsep bersama yang disepakati oleh kedua belah pihak dan dapat direalisasikan bersama.

Observasi lokasi dilakukan bersama masyarakat Dusun Mangunan untuk menentukan lokasi yang disepakati bersama sebagai tempat pelaksanaan kegiatan selanjutnya. Dari hasil observasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata tentang potensi, permasalahan, pengetahuan, dan meningkatkan minat warga desa mengenai ternak lebah dan penanganan produk lebah secara intensif. Selain itu, hasil observasi ini dapat memberikan informasi yang berguna untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui peternakan lebah terpadu.

Survey di dusun mangunan kami lakukan pada hari kamis, 17 April 2014 Pukul 14.00 WIB. Survey kali ini diawali dengan berkunjung ke rumah Pak Teguh, seorang koordinator peternakan lebah di Dusun Mangunan. Di rumah Pak Teguh kami di sambut dengan sangat ramah. Pak Teguh yang juga sudah bergelut kurang lebih 40 tahun ini menceritakan tentang pemanenan ratu lebah, produksi lebah perbulan, kondisi sarang lebah disetiap masing-masing anggota kelompok yang berjumlah kurang lebih 15 orang, serta kita juga diajarkan bagaimana memeras sarang lebah yang akan menjadi madu dengan cara tradisional. Memeras sarang lebah dengan menggunakan kain secara tradisional itu nantinya akan diganti mesin ekstraktor yaitu alat pemeras madu secara mudah akan dimulai minggu berikutnya.

Saat Diskusi Bersama Pak Teguh

Survey Kali ini Pak teguh juga mengajak Tim PKM Gama Lebah untuk mengambil ratu lebah dan memindah sarang  lebah yang tumbuh alami langsung di hutan dekat desa sekitar mangunan. Pengambilan dan pemanenan  ini dilakukan secara manual dan tanpa perlindungan apapun. Awalnya ketika mendekat ke sarang  sempat takut karena banyak lebah yang beterbanan, akan tetapi lebah tidak sejahat yang saya bayangkan. Mereka tidak akan mengganggu jika tidak diganggu.

Cara pengambilan madu ialah mulanya sarang lebah diambil kemudian dimasukkan ke dalam stup (wadah berbentuk balok yang terbuat dari kayu pinus yang digunakan untuk sarang lebah).

Setelah itu, lebah pekerja diarahkan masuk ke stup dengan menggunakan tangan secara pelan-pelan. Sambil dicari ratu lebahnya, ciri-cirinya yaitu ukuran tubuhnya lebih besar dan mempunyai warna yang lebih coklat. Selain itu ujung ekor ratu lebah lebih meruncing. Setelah ratu ditemukan, kemudian dimasukkan ke dalam tempat khusus yang telah disiapkan. Ratu dalam tempat ini turut dimasukkan ke dalam stup. Kemudian stup dibiarkan di tempat semula selama 3 hari. Selama waktu itu, ratu lebah mendapat makanan dari lebah pekerja.

Foto tempat  ratu lebah dimangunan siap untuk dipindah dilingkungan lain

Perjalanan selanjutnya ke tempat peternakan lebah yang berada di dalam hutan yang dekat dengan kebun buah Mangunan. Perjalannanya cukup menantang, melewati semak belukar yang tingginya mencapai 1 meter. Sesampai ditempat kami langsung mengamati keadaan sarang yang sudah berhasil diisi lebah. Dari 13 stup atau sarang lebah, delapan diantaranya sudah terisi. Sarang selebihnya masih dalam tahap pemasukan lebah yang baru.

Saat Perjalanan Ke Peternakan Lebah di Hutan
Saat Pak Teguh Mengamati Keadaan Sarang

Tim PKM Gama Lebah pun melanjutkan lagi ketempat anggota kelompok lebah disetiap rumahnya. Beberapa dari mereka ada yang sudah hasilnya bagus, tetapi ada juga yang masih belum seperti apa yang diinginkan. Masing-masing dari anggota memelihara sarang lebah madu dua sampai empat sarang. Tujuannya adalah untuk memulai awal dalam berternak lebah.  Apabila sudah berhasil semua sarangnya terisi, maka akan ditambahkan lagi.

Sarang Lebah dekat Salah Satu Rumah Warga
Foto contoh penempatan stup lebah di sekitar buah mangunan dan dirumah warga

Setelah berkeliling kurang lebih tiga jam dari mulai pukul 14.00 – 17.00. Kemudian kita kembali ketempat  teguh untuk beristirahat dan mengevaluasi survey kali ini serta berlekas-lekas barang kami untuk berpamitan pulang. Kegiatan selanjutnya kami akan mendatangkan mesin ekstraktor dan penutup muka wajah untuk melindungi dari sengatan lebah.

Depan Rumah Pak Teguh

Administrasi Kegiatan dan Persiapan Materi. Proses ini diawali dengan pengajuan perizinan dan kerjasama dengan pihak- pihak terkait, misalnya dinas setempat dan beberapa lembaga yang dapat memberikan bantuan fisik maupun moral.

Foto  Pertemuan rutin dan pembahasan persetujuan pengadaan penanaman bibit pohon
Rapat Bersama Dinas Kehutanan

Setelah itu dilanjutkan dengan pembuatan spanduk yang ditujukan sebagai salah satu sarana publikasi kegiatan kepada masyarakat. Kemudian dilakukan persiapan dan pembuatan materi tentang ternak lebah dan penanganan produk lebah secara intensif. Materi-materi tersebut berisi petunjuk beternak lebah dan teknik pengolahan produk lebah yang terstandar. Adapun materi-materi tersebut akan disampaikan melalui bentuk slide powerpoint, handout, serta praktik.

Modul Paduan Madu Mawon
  • Pengenalan program

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap pengenalan program yaitu pertemuan dengan warga yang selama ini berprofesi sebagai pencari madu lebah hutan dan warga yang belum mempunyai pekerjaan; pengenalan awal tentang program Madu Mawon sekaligus diskusi pertama dengan warga perihal tujuan yang ingin dicapai dan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan, pemberian motivasi mengenai mengapa program peternakan lebah terpadu ini penting dilakukan di Mangunan, serta pembuatan beberapa media publikasi tentang program. Lain halnya itu, kami juga melakukan Diskusi dengan warga mengenai budidaya lebah madu, Kesepakatan untuk program kerja budidaya lebah madu, Membahas konsep program, dan Diskusi awal dengan pencari lebah hutan

Sosialisasi awal bersama Dosen Pembimbing dan warga Mangunan
  • Pelatihan ternak lebah dan pemberian materi.

Pada tahap ini, pelaksanaan program dilakukan pemberian materi dan praktek langsung yang dilakukan secara bertahap. Pemberian materi/pelatihan yang mendalam kepada masyarakat berkaitan dengan tata cara beternak lebah yang benar, efektif, serta penanganan produk lebah yang baik. Pemberian materi terkait beternak lebah dapat dilaksanakan di salah satu rumah warga pada tanggal 19 Februari 2014. Acara ini dihadiri oleh Pihak Tim PKM Gama Lebah dan warga desa mangunan. Dimana kegiatan dimulai dari mulai pembukaan Tim kami dengan menyampaikan tujuan mengadakan program selanjutnya. Setelah pembukaan, kami mulai melakukan presentasi terkait garis besar panduan umum beternak lebah. Walau dalam kenyataannya dilapangan, sebenarnya sebagian besar warga sudah terlebih dahulu berpengalaman dengan bergelut ternak lebah. Namun begitu, ada hal-hal perbaikan cara dalam beternak lebah hingga pemasaran baik itu dalam hal pengamanan selama mengambil lebah maupun dalam praktek penjualan diluar desa hingga pengemasan produk.  

Beruntung selama acara berlangsung masing-masing dari pihak warga sangat antusias untuk mendengarkan program ini. Hingga pada saat tanya jawab sempat disepakati jadwal-jadwal untuk kegiatan selanjutnya, baik itu dari mulai membuat sarang lebah dan lain sebagainya.

Saat Presentasi Tim PKM Gama Lebah
Saat Sesi Diskusi
  • Pembentukan unit kelompok ternak lebah dan home industry pengolahan produk lebah.

Dalam kegiatan pembentukan dilakukan diskusi tentang struktur keorganisasian tetap antara mahasiswa dengan warga pelaksana program yang telah terbentuk sebelumnya. Penentuan posisi seperti ketua kelompok usaha, sekretaris, bendahara, bagian pemasaran, bagian produksi dan lain-lain dilakukan secara musyawarah, sistem yang digunakan adalah skala prioritas dimana warga yang memang kesulitan pekerjaan akan lebih diutamakan. Warga yang memiliki keahlian khusus mengenai lebah dprioritaskan sebagai ketua pelaksana untuk mendukung keberlanjutan usaha. Dari kesepakatan warga, akhirnya terbentuk kelompok dengan Ketua : Tugimin, Bendahara : Subat, Sekretaris : Baridin, Sie. Usaha :  Teguh, Paimin, Sukinan, dan Anggota 6 orang lainnya.

Saat Diskusi Pembentukan Anggota Kelompok

Pertemuan rutin unit kelompok ternak lebah Mangunan dilakukan setiap awal bulan (tanggal 6 atau 10). Masyarakat berperan aktif dalam pelaksanaan program. Hal ini dibuktikan dengan terbentuknya 12 kader dari kelompok ternak lebah ini dan selalu menambah stup yang ada untuk meningkatkan produksi madu.

Pertemuan Rutin

Selama kegiatan berlangsung terbentuk unit kelompok ternak lebah madu hutan sekaligus inisiasi home industry pengolahan produk lebah. Kelompok ternak lebah tersebut sudah berjalan dengan sistem lebah yang didapat dari hutan pada awalnya oleh para pencari lebah hutan kemudian diternakkan bersama secara terpadu pada lahan yang digunakan untuk budidaya, selain stup (sarang) lebah kelompok yang diletakkan dilahan budidaya juga ada stup individu, yaitu stup yang dibuat bersama untuk diletakkan di rumah masing-masing anggota kelompok ternak.

  • Pengadaan stup lebah dan perbanyakan calon ratu lebah.

Pada awalnya ketersediaan stup masih terbatas dan stup yang ada masih berasal dari gelondongan kayu kelapa sehingga bentuk tala madu lebah tidak teratur. Sehingga kami melakukan pembuatan stup awal untuk kelompok sebanyak 27 buah stup berbentuk standar stup lebah sehingga pengambilan madu dapat dilakukan secara mudah dengan secara mekanis dengan ekstraktor.

Kerja Bakti Pembuatan Stup Lebah
Pemasangan Stup di Hutan

Pengadaan stup lebah, pemasukan lebah pertama kali, dan perawatan. Koloni lebah didapat dari hutan sekitar Mangunan yang dilakukan dengan cara yang ramah terhadap lebah dan aman untuk warga sendiri. Dari koloni-koloni yang didapatkan warga, dilakukan perbanyakan calon ratu lebah. Pada tahap ini masyarakat sudah secara langsung mempratikkan tata cara beternak lebah. Lain halnya itu, Kami juga sempat melakukn latihan pembuatan ratu lebah.

Pemindahan Koloni Lebah ke stup

Penanganan produk lebah yang saat ini terfokus pada madu menjadi lebih baik dan higienis dengan menggunakan mesin ekstraktor madu yang telah didesain bersama sesuai bentuk stup lebah yang digunakan.

  • Pengadaan ekstraktor madu

Melihat kondisi pihak warga yang belum mempunyai alat untuk memeras sarang madu, sehingga tim kami berinisiatif untuk membuat ekstraktor madu dengan desain khusus sesuai tala stup. Sarang madu yang akan diperas itu dihasilkan oleh lebah yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Berharap dengan adanya alat ini, warga lebih mudah untuk menjalankan kegiatan usaha kedepannya dalam hal memeras sarang lebah untuk diambil hasil madunya.

Pengadaan ekstraktor madu
  • Pendatangan Peralatan Pengaman

Tepat hari Sabtu, 10 April 2013 pukul 10.30 WIB di rumah Pak Teguh, kami dari Tim KKN memberikan masker penutup wajah. Tujuan diadakannya Masker ini  agar terhindar dari sengatan lebah. Selain itu juga dapat mempernyaman pekerjaan Masyarakat Desa Mangunan baik itu mengambil lebah dalam stup/sarang maupun memindahkan stup lebah. Masker yang diberikan berjumlah 2 buah ini yang dibeli dari Taman Wisata Lebah Madu Pramuka Cibubur, DKI Jakarta, Indonesia dengan harga per buah 80 ribu. Pembelian ini hanyalah sebagai awalan atau contoh bentuk dari standar Operasional Prosedur dalam menangani perlebahan. Rencana Kedepan masker ini akan diperbanyak lagi sesuai dengan jumlah anggota peternak lebah kurang lebih 10 orang serta menginisiasi untuk dibuat sendiri dengan melihat contoh yang ada. Untuk membuat masker lebah cukup mudah hanya membutuhkan jaring dengan panjang kurang lebih 1 m dan topi seperti topi nebentuk biasa atau caping.

Pengadaan Masker Pelindung Muka

Kenyamanan masyarakat dalam memakai masker penutup wajah  penghalang sengatan lebah menjadi motivasi bagi Tim Lebah untuk dapat peningkatan pembuatan masker secara ekonomis dan awet. Begitupun masyarakat tidak perlu takut dalam hal untuk mengambl madu dalam stup dan memindahkan stup lebah.

Saat Warga Mencoba Memakai Masker Penutup Kepala
  • Kerjasama Dishutbun DIY dan RPH Mangunan.

Selain itu, telah dilakukan penanaman 1500 bibit pohon bersama masyarakat bekerjasama dengan BP3KP Dishutbun DIY sebagai tambahan sumber pakan lebah sekaligus konservasi hutan Mangunan.

Kerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY (BP3KP)
Penyediaan 1500 bibit tanaman (munggur, mahoni, dan bungur) (BP3KP)

Keberlanjutan program akan terjaga dengan adanya kerjasama dengan RPH Mangunan dalam membantu pemasaran madu ke depannya dan Penyediaan lahan untuk “angon” lebah & dukungan program dalam rangka konservasi hutan dan dukungan dalam hal pemasaran (RPH)

Kerjasama RPH Mangunan
  • Pendaftaran Sertifikasi PIRT (Produksi Pangan Industri Rumah Tangga)

Mengingat dalam hal pendistribusian penjualan produk yang masih belum begitu meluas. Maka dari itu, kami pada saat itu membantu warga untuk mendaftarkan Sertifikasi PIRT. Mengapa kami perlu melakukan pendaftaran PIRT, mengingat produk pangan yang telah memiliki PIRT dapat secara legal diedarkan dan dipasarkan kepada konsumen maupun masyarakat luas. Sehingga harapan kedepan dalam menjual produk lebah ini tidak hanya di kalangan wilayah jogja, namun bisa menjualkan lebih luas lagi.

Pada Saat Pendafataran PIRT
Pendaftaran PIRT di  Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul (8 Juli 2014)

 

  • Produk Madu Mawon

Perjalanan kegiatan PKM pengabdian masyarakat yang membutuhkan waktu kurang lebih 5 bulan ini, akhirnya membuahkan hasil sebuah produk lebah madu yang sudah dikemas. Perihal sejak awal ketika kami membantu warga dalam hal sosialisasi terkait cara beternak lebah dengan kondisi pengamanan, cara memeras sarang lebah dengan alat ekstraktor, pendaftaran PIRT, mencari botol kemasan, dan membantu dalam hal pemasaran dan publikasi. Beruntung pada saat itu, dari luar daerah ada yang tertarik untuk membeli produk.

Produk Madu Mawon yang RPH Mangunan & Kelompok Ternak Lebah Telah Dikemas
  • Pemasaran

Pemasaran siap melalui RPH Mangunan dimana saat ini bahkan masih mendatangkan madu dari Semarang karena kekurangan pasokan. Melalui Pemasaran, memberi dampak ekonomi pada warga. Dimana Melalui program ini tambahan penghasilan yang diperoleh warga  dimana rata-rata per orang mempunyai 3 stup (tiap stup menghasilkan 1200 ml per bulan) berkisar : Apabila menggunakan kemasan besar 600 mL; 150.000×6 = 900.000 per bulan dan dengan Kemasan kecil 160 mL ; 60.000×18 = 1.080.000 per bulan.

  • Kumpul Tim PKM

Namanya saja Tim kegiatan kompetisi pastilah sangat diperlukan pertemuan untuk membahas hal-hal program-program apa saja yang akan  dilaksanakan maupun evaluasi kegiatan dari yang sudah dilaksanakan. Mengingat dari Tim kami banyaknya dari Fakultas TPHP, sehingga perihal rapat dikampus biasanya berada di Fakultas TPHP. Akan tetapi karena program kami berada di Desa mangunan, jadi kadang kami sempatkan untuk rapat di tempat desa binaaan maupun tempat area dekat mangunan seperti halnya wisata terdekat. Lain halnya itu, untuk menambah akrab tim dengan cara kami untuk melakukan pertemuan ditempat makan. Namun, pada awal-awal PKM kami jarang mendokumentasikan pertemuan kami dalam membahas sesuatu. Paling banyak kami melakukan dokumentasi pada saat kegiatan berlangsungnya PKM.

Foto Rapat Bersama Anggota Tim PKM
  • MONEV (Monitoring Evaluasi di PKKH UGM) Internal dan Eksternal

Sudah menjadi tradisi kegiatan PKM, dimana setelah lolos PKM didanai dan kita melakukan kegiatan PKM dengan rentang waktu yang sudah ditentukan. Pada saatnya kami akan diumumkan untuk mempersiapkan diri untuk Monitoring Evaluasi atau biasa disebut dengan MONEV. Bagi saya maupun Tim, istilah MONEV sepertinya baru pertama kami akan lakukan. Mengingat PKM-M ini merupakan pertama kalinya kami mengikuti. Sehingga, pastilah ada banyak hal pertanyaan dan persiapan yang harus kami lakukan. Terlebih kami harus menyusun isi PPT, materi presentasi, memilih presentator, dan latihan presentasi tanya-jawab. Beruntungnya pada saat itu, kami mempunyai Tim yang sungguh luar biasa dalam mempersiapkan hal itu. Kalau bagi saya sendiri, karena lebih banyak membantu dibagian media publikasi. Alhamdulllah ada beberapa artikel yang terbit dimedia dan beberapa media sosial yang dibuat.

Sekedar Informasi MONEV, bahwasanya di UGM maupun kampus lain itu dalam hal pelaksanaan MONEV biasanya dilaksanakan minimal dua kali yaitu pada saat Monev Internal dan Monev Eksternal. Monev Internal biasanya yang dilakukan oleh pihak kampus sendiri, dimana kami dipersiapakan untuk latihan presentasi terlebih dahulu sebelum nantinya kita akan melakukan presentasi langsung oleh dewan juri nasional. Bersyukurnya dikampus UGM ini dalam hal MONEV Internal ini dapat dikatakan sudah termanajem, baik itu dalam hal pelaksanaan jadwal maupun pemilihan mentoring PKM yang naantinya akan membantu kami dalam hal evaluasi PKM. Sedangkan MONEV Eksternal itu, dimana kita akan presentasi juri nasional yang benar-benar akan menilai kita untuk dijadikan tolak ukur apakah program PKM kita ini layak untuk dilanjutkan ketahap selanjutnya berkompetisi diajang nasional dengan pihak-pihak PKM dari kampus lain.

Foto bersama anggota tim PKM saat rapat persipan monev internal UGM

Pertama kali MONEV Internal sebenarnya cukup deg-degan dan penasaran akan hal apa saja ya yang akan ditanyakan didalam ruangan. Akan tetapi, kalau dipikir-pikir kalau masih dalam lingkup internal justru harus membuat kita bisa mengeluarkan unek-unek keluh kesah dalam segala hal kegiatan PKM yang kita sudah laksanakan. Dengan seperti itu, nantinya dari pihak yang akan memberikan saran akan mengevaluasi apa-apa saja yang nantinya akan menjadi bahan materi perbaikan isi PPT. Pasalnya. MONEV Internal sendiri biasanya diadakan kurang lebih 1 bulan sebelum MONEV Eksternal. Jadi setidaknya ada waktu sedikit untuk perbaikan isi PPT.

Berbeda halnya dengan MONEV Eksternal, dalam hal persiapan pastilah kami perlu ekstra agar nantinya ketika menghadai juri nasional bisa mempresentasikan dengan maksimal dan mendapatlan hasil yang baik pula. Beruntunya pada saat berada didalam ruangan kami sudah tidak gugup, sehingga pada saat kami presentasi dapat terlaksana dengan baik. Perihal dari juri pun ketika melontarkan sanggahan pun responnya sangat baik. Pada saat presentasi, kami juga membawa produk madu lebah dan kami berikan pada juri. Intinya pada hari itu merupakan momen awal pengalaman PKM pertama saya yang harapannya dapat terus lanjut ke tahap selanjutnya. Amin

Saat Monitoring Evaluasi
  • Publikasi melalui Media Berita dan Media sosial

Mempublikasikan sesuatu informasi pastilah akan ada timbal balik baik yang nantinya akan kita dapatkan, baik itu dalam hal promosi agar khalayak umum dapat mengetahui program kami maupun nantinya akan membantu membeli produk kami. Hal itu dilakukan, agar nantinya pengabdian kita kepada warga tidak sia-sia selama ini. Karena amat disayangkan, ketika banyak program pengabdian masyarakat yang sebatas membuat program, akan tetapi tidak membantu warganya untuk melanjutkan hingga proses kedepannya.

  • Media Berita

Mempublikasikan sebuah berita merupakan sebuah tradisi setiap mahasiswa agar program yang dilaksanakan dapat dikenal oleh khalayak umum. Berikut juga tim kami, pada awalnya sempat belum tahu bahkan sempat bingung memulai untuk bagaimana mempublikasi kegiatan kami untuk dijadikan berita. Beruntungnya di Kampus UGM ini cukup luar biasa dalam hal arsip media berita maupun informasi-informasi terkiat link berita yang dapat dimuat. Sehingga, dari info-info seperti itulah, kami akhirnya mulai mencoba pelan-pelan untuk mencoba mempublikasikan berita kegiatan awal kami ketika berada di mangunan. Pada saat awal-awal kami sempat bagi tugas baik ada yang membuat artikel. ada yang mencari link berita dan terkahir ada yang membantu untuk membantu mengirimkan berita. Alhasil dari usaha-usaha itu dapat membuahkan hasil beberapa penerbitan berita kami dari beberapa situs, media berita yang telah terbit, diantaranya adalah :

1. Fungsikan Mesin Ekstraktor, Tim Gama Lebah Lakukan Survei

https://ugm.ac.id/id/berita/8899-fungsikan-mesin-ekstraktor-tim-gama-lebah-lakukan-survei

2. Tim Gama Lebah UGM Adakan Survey ke Mangunan

http://citizen6.liputan6.com/read/2039038/tim-gama-lebah-ugm-adakan-survey-ke-mangunan

3. Minum Madunya, Serap Pelajarannya

http://news.okezone.com/read/2014/04/21/373/973244/minum-madunya-serap-pelajarannya

  • Media Publikasi dan Media Sosial

Dalam mempublikasikan berita PKM, kami tidak hanya melalui penerbitan berita saja di beberapa web. Akan tetapu kita juga membuat beberapa media sosial untuk membantu jaringan komunikasi pihak luar nantinya ketika akan bertanya-bertanya terkait madu lebah maupun akan membeli madu lebahnya.

BLOG : http://gamalebah.blogspot.com/
FANSPAGE : https://www.facebook.com/pages/Lebah-Madu-Mangunan/1461848824049124
Twitter : @GamaLebah

Facebook Comments