Partisipasi Diklat Satgas Kabupaten Purbalingga

Bersyukur sekali, saya bisa berkesempatan untuk mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) Satuan Tugas (Satgas) Karang Taruna Kabupaten Purbalingga yang diadakan di Bumi Perkemahan (Buper) Munjuluhur Bojongsari Purbalingga. Kegiatan Diklat ini dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu 30-31 Oktober 2021 dan diikuti Sebanyak 98 Pemuda dari 18 kecamatan di Kabupaten Purbalinga.

Sebelum pelaksanaan diklat ini berlangsung, para peserta harus melaksanakan kegiatan Seleksi dan screening calon satgas Kecamatan yang diadakan pada hari Minggu, 10 oktober 2021 bertempat di Pendopo Kec.Bojongsari. Pada acara ini di hadiri langsung oleh Ketua umum langsung HR. Bambang Irawan, S.H dan beberapa pengurus Karangtaruna Kabupaten Purbalingga. Kegiatan ini bertujuan untuk menyeleksi calon-calon satgas kecamatan yang nantinya akan di diklat pada kegiatan Diklat satgas.

Sabtu, 30 Oktober 2021

Tibalah pada hari pertama diklat berlangsung, dimana peserta harus datang tepat waktu di Buper sebelum Pukul 06.30 WIB. Mengingat pukul 08.00 WIB, kami akan ada pembukaan acara diklat satgas berlangsung. Sehingga perlu adanya persiapan dan gladi kotor terlebih dahulu, agar nantinya pada saat acara berlangsung dapat berjalan dengan baik. Sesampainya di Buper, kami langsung ketempat regristrasi sekaligus mengambil perlengkapan yang sudah disiapkan oleh pihak panitia. Mengingat pada saat itu saya sampai sekitar pukul 07.00 WIB, sehingga pada saat itu saya dan teman-teman yang lain disuruh untuk segera mengganti pakaian kami dan segera menuju kelapangan.

Pengalaman baru bagi saya, ketika harus memakai pakaian satgas yang dapat dikatakan ada beberapa bagian yang belum tahu cara memakainya. Terutama pemasangan bagian badan, tali sepatu dan pemasangan baret. Namun karena dikejar waktu, kami memutuskan untuk secepatnya memakai dan ke lapangan untuk kumpul bersama dengan lainnya. Sesampainya dilapangan, kami pun disuruh berbaris rapi untuk memulai berlatih mengucapkan kata-kata yel-yel sebagai semangat dalam mengikuti kegiatan Diklat ini. Kurang lebih ada beberapa yel-yel yang harus kami ingat-ingat dan harus paham gerakannya. Dalam hal makan pun, kami juga ada gerakan tersendiri agar bisa disipli dalam memulai dan selesai bersama-sama.

Perihal kedatangan saya dan beberapa teman lainnya agak belakangan, sehingga kami ditempatkan dalam barisan pleton 3. Dimana dalam barisannya itu yang badannya tinggi diharuskan untuk berada paling depan dan diurutkan hingga barisan kebelakang. Selama kami menunggu acara pembukaan, kami pun juga melakukan gladi kotor terlebih dahulu. Namun karena kami hanya berada diposisi peserta, sehingga dari instruktut menghimbau gladi kotornya disambi dengan mengulang yel-yel sebelumnya. Pada saat itulah, pakaian kami pun sempat dicek oleh pihak instruktur Diklat Satgas yang berasal dari unsur TNI/Kodim 0702 Purbalingga. Pengecekan ini dari mulai pemasangan atribut dibaju, tali yang tidak sesuai diikatnya dan pemasangan baret.

Waktu menunjukan Pukul 08.00 WIB, dimana acara pembukaan akan dimulai dengan semua peserta pun disiapkan dan dirapikan barisannya. Pembukaan kali ini dihadiri oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiw, dan beliau mengatakan, “ Tujuan diadakannya Diklat Satgas Karang Taruna ini diharapkan mampu melahirkan dan mencetak kader-kader Karang Taruna yang unggul, berkualitas dan mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi. Lainhalnya itu, Satgas Karang Taruna juga sebagai salah satu organisasi kepemudaan yang diakui di Indonesia, harus bisa menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga ideologi Pancasila.”

Acara pembukaan selesai, kami tetap berada di lapangan untuk istirahat dan makan terlebih dahulu. Hal yang tidak bagi kami, ketika cara makannya itu ala-ala militer dengan kondisi pengaturan posisi harus lurus dengan orang didepannya dan makannya pun harus dimulai dan diakhirinya bersama-sama. Tak lupa dalam hal berdoanya pun kami ada aturannya juga. Lainhalnya itu, dalam hal makan kami pun ada waktu yang ditentukan dan disuruh makan cepat-cepat. Mungkin bagi peserta yang tidak terbiasa makan cepat, pastinya akan terasa tidak nyaman. Tapi secara kondisi, makan ala-ala militer ini dimaksudkan agar kami tidak cepat lapar.

Usai makan, kami diarahkan masuk keruangan untuk mengikuti kegiatan materi-materi yang disediakan. Namun sebelum materi dimulai, dari pihak panitia membuka kembali dengan acara pengenalan masing-masing panitia dan instruktur acara. Kemudian barulah acara dilanjutkan dengan acara pematerian pertama yaitu tentang “Mengenal Karangtaruna dalam Permensos 25 Tahun 2019”, dimana materi ini lebih banyak membuka pandangan kita agar paham terkait apa itu karangtaruna. Pemateri kedua yaitu oleh Dinkes Purbalingga yang memberikan penyampaikan terkait kondisi Covid19 yang terjadi pada masa-masa kini dan sebagai pemuda harus bisa menjadi garda terdepan apabila disuruh dalam perbantuan penangan covid19 yang ada kemungkinan kedepannya masih akan terjadi lagi.

Pembicara kedua selesai, kami dipersilahkan istirahat untuk shalat dan menikmati coffee break  hingga kurang lebih sampai jam 1. Berikutnya, pembicara ketiga disampaikan oleh pihak BPDP (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) yaitu terkait “Peran pemuda dalam menanggulangi Bencana”. Pada materi ini, kami diajak untuk bisa memahami bahwa bencana itu terbagi menjadi tiga yaitu bencana alam, bencana non alam dan sosial. Kemudian pembicara terakhir oleh ketua umum karangtaruna yaitu Pak Bambang irawan, dimana beliau lebih banyak membuka pikiran mata dan hati kita agar dapat memahami kondisi karangtaruna yang ada. Perihal peran pemuda itu sangat penting dalam memajukan bangsa ini dengan cara kita berjiwa sosial, bagaimana kita menggerakan dan mampu membantu masyarakat yang merasa sulit. Dan beliau juga menyarankan setelah acara ini selesai, sebaiknya diadakan grup bersama sebagai komunikasi kedepannya.

Setelah itu, peserta dipersilahkan untuk Istirahat sore sekitar jam 5 sore hingga waktu shalat isya. Barulah setelah shalat isya, para peserta diharuskan mengikuti caraka malam untuk menanamkan jiwa keberanian dan kemandirian. Selama istirahat ini, peserta diharuskan bisa mengenal kawan-kawan lainnya. Mengingat acara malam ini sepertinya ada perjalanan menyusuri hutan, sehingga kami memutuskan untuk tidak mandi. Setelah shalat maghrib dan shalat isya selesai, kami pun langsung merapat kembali diruangan untuk melaksanakan makan bersama-sama.

Sebelum mengikuti caraka malam, instruktur menyampaikan apa itu caraka malam dan pengenalan medan yang akan dilalui sebelum dilakukan pembaretan. Usai penyampaian pengenalan medan, barulah kami disuruh berdiri untuk berjalan menuju lapangan terlebih dahulu. Untuk menuju perjalanan, kami dibagi dalam beberapa barisan dengan mata tertutup. Usai ditempat lokasi, kami disuruh berhenti dan posisi kami berbaring sambil nunggu disebut satu-persatu. Mulailah pada saat kami dipanggil, kami disuruh untuk membuka mata yang tertutup oleh kain masker kami. Barulah kami disuruh untuk menghafalkan kode rahasia itu. Usai kami sudah hafal, kami disuruh untuk menyusuri hutan sendirian dengan patokan ada tali rafia yang akan menghubungkan hingga finish.

Pada saat perjalanan dihutan itu sebenarnya perasaan saya campur aduk. Adakalanya takut terjadi apa-apa dijalan dan adakalanya saya juga tetap harus hafal apa pesan yang sebelumnya dihafalkan. Sampailah pada saat dipos 1 dimana saya disuruh untuk menyampaikan pesan yang sebelumnya diberikan. Dengan kondisi yang saya sangat hafal pesannya, kemudian saya pun langsung memberikan pesan itu. Namun, sempat aneh ketika ada beberapa teman saya yang dia tidak mau memberitahukan pesannya. Disinilah saya mulai bertanya-tanya akan apa yang sebenarnya terjadi, kenapa saya mau memberikan pesan dan dia tidak mau memberitahukan. Apakah tadi anak itu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Entahlah…

Akhirnya karena saya sudah memberikan pesannya, alhasil name tag/ identitas diri saya diambil oleh pihak pos 1. Selama perjalanan menuju finish, ada beberapa pos yang menanyakan dimana identitas dirimu dan lain sebagainya. Ada pula pos yang menyuruh kita untuk berjalan air hingga baju kami basah, terlebih lagi ada yang menyuruh kami untuk jalan jongkoh. Barulah setelah kami kumpul, sedikit demi sedikit kami mencoba untuk saling tanya apa yang terjadi ketika dijalan. Sontak beberapa kami cukup kaget karena berita yang seharusnya tidak dibocorkan, namun kami bocorkan terlebih dahulu. Disitulah rasanya benar-benar campur aduk, perihal saya pribadi ini merupakan pengalaman pertama saya dan saya tidak tahu apa-apa.

Berikutnya kami disuruh baris ketempat semula, dan kami disuruh untuk mencari baret yang ada disekeliling kita, barulah setelah itu dilakukannya pembaretan pada semua peserta. Pembaretan disini menandakan bahwa kami sudah sah menjadi bagian satgas karangtaruna purbalingga.

Diakhir sesi, tak lupa kami berfoto bersama kembali. Sehingga kurang lebih Caraka malam berakhir hingga pukul 02.00 dini hari. Barulah setelah itu, kami bergantian mandi dikamar mandi dan setelah itu istirahat untuk acara esok hari.

Minggu, 31 Oktober 2021

Hari kedua kegiatan kami diawali dengan bersih-bersih lingkungan baik itu di dalam maupun didalam ruangan. Dimana untuk putra sendiri membersihkan lingkungan bagian luar, sedangkan anak putri membersihkan bagian ruangan. Usai dari bersih-bersih lingkungan, berikutnya kami semua berkumpul dilapangan untuk melakukan  senam pagi. Untuk senamnya ini tidak hanya diikuti oleh pihak peserta saja, namun para panitia dan instruktur kegiatan juga mengikuti.

Setelah senam, kami makan pagi bersama terlebih dahulu dilapangan. Karena setelah makan ini, kami akan melakukan kegiatan baris-berbaris dan outobond. Namun, perihal pakaian kami masih pakaian biasa. Maka dari itu, kami disuruh mengganti pakaian satgas agar pada saat difoto nanti bagus hasilnya. Kegiatan pun mulai berlangsung dari baris-berbaris yang didampingi oleh Instruktur Diklat Satgas berasal dari unsur TNI/Kodim 0702 Purbalingga, dimana hal ini dilakukan dengan tujuan agar para peserta diklat keluar dari sini setidaknya paham apa saja gerakan baris-berbaris.

Usai baris berbaris, barulah kami melaksanakan outbond untuk membangun kebersamaan. Dimana outbondnya ini seperti halnya game ala militer. Bagi saya sendiri, ada beberapa game yang benar-benar baru bagi saya yaitu pada saat kami disuruh merangkak dengan kaki kami ditaruh dipundak teman yang ada dibelakang dan hingga seperti hewan kaki seribu. Permainan ini dapat dikatakan penuh tantangan, namun secara keseluruhan dapat memberikan pengalaman baru bagi kami semua.

Setelah outbond selesai, kami langsung diarahkan untuk masuk kedalam ruangan untuk melaksanakan kegiatan penutupan. Setelah semua peserta masuk ruangan, barulah akan diadakan gladi kotor terlebih dahulu agar pada saat upacara penutupan dapat berjalan dengan baik. Kurang lebih sekitar 10 menit lebih gladi kotor dilaksanakan hingga tibalah acara penutupan pun dimulai. Penutupan kali ini juga dihadiri oleh ketua umum karangtaruna.

Sesi akhir kami sempatkan untuk foto-foto bersama kembali. Sungguh waktu yang begitu terasa cepat dan kami belum sempat mengenal semua peserta. Tapi dari sinilah, kami mendapatkan saudara baru yang diharapkan kedepannya dapat terus berkomunikasi satu sama lain.

Facebook Comments