Perjalanan Acara Tun Sri Lanang yang Luar Biasa


Sungguh pengalaman yang mengesankan bagi saya untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan Tun Sri Lanang ini. Dimana saya dapat mengenal teman-teman baru yang mempunyai beragam macam bakat, hingga sampai saya dapat mengenal bagian dari Kementrian Pariwisata itu sendiri.

Bermula dari salah satu organisasi kampus yang sudah saya ikuti sejak duduk dibangku semester 3, dengan kurang lebih sudah sekitar 4 tahun lebih saya berada dalam organisasi ini. Rampoe UGM lah nama komunitas Tari Aceh yang saya ikuti. Kebetulan, Rampoe UGM salah satu komunitas tari yang sudah terkenal baik didalam maupun luar negeri. Sehingga, tak lekang bagi orang untuk dapat diajak bekerjasama.

Sebut saja P3PKN ( Pengembangan Pendidikan Promosi Pariwisata dan Kebudayaan Nusantara), dimana lembaga ini mempunyai kegiatan disetiap tahunnya untuk mengadakan sebuah Acara yang bertujuan untuk mengangkat kembali sejarah perekat dua bangsa antara Aceh (Indonesia)  dan Malaysia. Sehingga, Tun Sri Lanang merupakan sejarah kerajaan aceh itulah yang tiap tahunnya diadakan. Acara ini pun berkerjasama juga dengan Kementerian Pariwisata Indonesia.

Acara ini diselanggarakan pada tanggal 20 Juli 2017, dimana dalam waktu 1 bulan sebelumnya kami harus ekstra kerja untuk latihan dan membawakan yang terbaik dalam menampilkannya. Proses latihan cukup panjang, hingga pada saat waktunya tiba pun beberapa dari kami pun masing banyak kekurangan disana-sini. Tapi kami cukup yakin, pada saatnya nanti penampilan dapat memberikan yang terbaik.

Tepatnya pada tanggal 18 Juli 2017, dimana kami berangkat dari Jogja semua. Pasalnya acara kami ini diadakan di di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI Balairung Soesilo Soedarman Jl. Medan Merdeka Barat no 17 Jakarta. Sehingga, perlu ada persiapan keberangkatan dari Jogja ke Jakarta. Dan pastinya, perlu ada Gladi bersih juga dengan tempatnya. Titik kumpul pada saat itu di Pilar Jogja., dimana kami semua berkumpul untuk keberangkatan jam 2 siang dengan menggunakan Bus.

Sesampainya dijakarta pada hari Rabu(19/07), sehingga sampai di Penginapan sekitar pukul 7 pagi dengan jarak tempuh waktu kuranglebih 14 jam perjalanan. Untuk penginapan sendiri, kami diberikan tempat di Komplek Anggota DPR-RI. Sungguh nikmat mana yang mau kau dustakan, dimana kami dapat berkesempatan untuk menginap selama 3 hari. Lain halnya itu, untuk transportasi dan makan pun kami dibiayai oleh pihak Acara juga. Karena siang hari ini kami akan mengadakan Gladi Bersih. Maka dari itu, untuk pagi dan siang hari sebelum kami perlu makan terlebih dahulu untuk menjaga stamina tubuh agar baik.

Gladi bersih dilakukan pada pukul 2 siang hingga malam hari sekitar 10 malam. Gladi bersih pada saat itu cukup lama, pasalnya banyak penampilan yang masih terlihat kurang bagus. Sehingga, mau tidak mau kami harus meluangkan waktu hingga malam hari sampai benar-benar sesuatu yang akan kami tampilkan benar-benar baik.

Lain halnya itu, kami diberikan istirahat ditengah-tengah gladi yaitu waktu sore hari. Berhubung acara yang diadakan di kementerian pariwisata jakarta. Tidak jauh dari sini, kami dapat melihat Monas. Sehingga kami pun sempat berburu foto ke Monas. Bagi saya sangat senang pastinya, kali pertama dimana saya dapat pergi ke monas. Selesai dari monas, kami kembali untuk Gladi dan selanjutnya kami diberi kesempatan untuk istirahat dan pulang untuk mempersiapkan besok harinya.

Esok harinya, sekitar jam 5 pagi kami disuruh untuk siap-siap semua berangkat ke tempat penampilan. Tak lupa, kami pun menyempatkan makan pagi terlebih dahulu. Barulah setelah itu, kami dapat melanjutkan perjalanan menuju ketempat Acara.

Sekedar informasi untuk Acara Tun Sri Lanang diisi dengan beberapa acara, diantaranya : Talkshow dengan Tema : Masa Lalu Aset Masa Depan, Monolog Teatrikal Tun Sri Lanang ‘Sejarah Perekat Dua Bangsa (Samalanga-Pahang), dan Makan Bersama Kuliner Khas Aceh “Kuah Beulangong”. Pada Acara Tun Sri Lanang ini Rampoe UGM menampilkan tiga tarian diantaranya Tari Likok Pulo, Tari Ratoeh Pukat, dan Tari Meusare-Sare. Rampoe UGM dalam Acara ini mengirimkan delegasi sebanyak sebanyak 25 anggota(penari, pemusik, syahi).

Kurang lebih sekitar jam 3 sore kami menampilkan monolog, dan luar biasanya penampilan ini dapat menghibur para penonton. Sehingga, dapat dikatakan acara ini berhasil untuk ditampilkan. Dari situlah, kami pulang terasa bahagia dan tenang. Pasalnya, apa yang kita usahakan dari mulai pembentukan hingga latihan semua berjalan lancar.

Saya berharap, dikemudian hari kami dapat berkesempatan untuk berkumpul kembali.