Partisipasi dalam Acara Tun Sri Lanang di Kementrian Pariwisata Jakarta

Untuk pertama kalinya, Rampoe UGM mengikuti serangkaian kegiatan Tun Sri Lanang “SEJARAH PEREKAT DUA BANGSA” pada hari kamis(20/07), Pukul 12.00-17.00 wib di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata RI Balairung Soesilo Soedarman Jl. Medan Merdeka Barat no 17 Jakarta.

Tun Sri lanang adalah acara yg diadakan oleh P3PKN ( Pengembangan Pendidikan Promosi Pariwisata dan Kebudayaan Nusantara) yang berkerjasama dengan Kementerian Pariwisata Indonesia. Acara Tun Sri Lanang ini bertujuan untuk mengangkat kembali sejarah perekat dua bangsa antara Aceh (Indonesia)  dan Malaysia.

Acara ini dihadiri oleh keturunan Tun Sri lanang, jajaran kementrian pariwisata dan orang penting lainnya. Turut hadir pula ketua komisi X DPR RI yaitu Bapak Teuku Rifky Harsya. Tak lupa dalam Acara ini disambut juga oleh Hj. Pocut Haslinda Muda selaku penulis buku dalam Azwar Waris ke – 8 Tun Sri Lanang.

Tujuan Rampoe ugm Acara ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan mental para penari dalam menampilkan tarian yang dipadukan dengan monolog teatrikal,  dapat menjalin silaturahmi dengan para peserta Acara ini, serta dapat memperkenalkan warisan budaya nenek moyang Indonesia khususnya warisan seni tari dan musik tradisional Aceh kepada para penonton.

Acara Tun Sri Lanang diisi dengan beberapa acara, diantaranya : Talkshow dengan Tema : Masa Lalu Aset Masa Depan, Monolog Teatrikal Tun Sri Lanang ‘Sejarah Perekat Dua Bangsa (Samalanga-Pahang), dan Makan Bersama Kuliner Khas Aceh “Kuah Beulangong”. Pada Acara Tun Sri Lanang ini Rampoe UGM menampilkan tiga tarian diantaranya Tari Likok Pulo, Tari Ratoeh Pukat, dan Tari Meusare-Sare. Rampoe UGM dalam Acara ini mengirimkan delegasi sebanyak sebanyak 25 anggota(penari, pemusik, syahi).

Luar biasanya Acara Tun Sri Lanang ini dapat berjalan dengan lancar, dan khususnya Rampoe UGM juga sukses menampilkan tarian yang dibawakan. Kemeriahan acara dapat terlihat dari reaksi penonton yang sangat antusias dalam menyaksikan Acara ini. Selain itu, semoga dengan suksesnya acara ini banyak masyarakat yang makin percaya diri untuk menjaga dan melestarikan budayanya dan  kedepannya Rampoe bisa terus berpretasi mengharumkan nama bangsa.