Perjalanan Pengabdian di Kabupaten Puncak Tertinggi, Papua

Tepat 1 tahun lalu kegiatan kami pada Kuliah Kerja Nyata Pengbdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada(KKN-PPM UGM) di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Tepatnya pada tanggal 18 Juni 2016, dimana kami berangkat dari Jogja menuju Papua. Banyak kenangan dan pengalaman yang saya rasakan selama kurang lebih 1,5 bulan berkegiatan di Kabupaten Puncak tertinggi di Indonesia. Dan disini, saya akan mencoba menceritakan beberapa hal kondisi saat kami program. Dan penulis sebelumnya minta maaf juga, apabila cerita ini masih ada kekurangan atau belum lengkap.

Awal pembentukan tim kami sejak Bulan Januari 2016, dimana dari tiga tim digabung menjadi satu dengan jumlah semua ada 25 orang. 25 orang itu terdiri dari 16 putra dan 9 putri, dengan berbagai macam disiplin ilmu dari mulai kluster Agro(Pertanian, Teknologi Pertanian,dan Peternakan), Kluster Medika (Bidan dan Kedokteran Gigi), Saintek(Teknik dan Mipa), Kluster Pendidikan dan Pemerintahan(Ilmu Sosial Politik, Ekonomi, dan Psikologi). Banyak rintangan dan dinamika yang pernah kami alami, dari mulai menghubungi pihak PEMDA(Pemerintah Daerah) Kabupaten Puncak, mencari dan sponsor, mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa, pemesanan tiket, dan menyusun program.

Beruntungnya pada saat Hari Keberangkatan, semua persiapan yang kami butuhkan sudah selesai. Tinggal bagaimana kami menyiapkan mental nantinya pada saat program KKN di Papua.

Sabtu, 18 Juni 2016

Keberangkatan kami dimulai pada tanggal 18 juni, dimana semua anggota kkn harus berada pada pukul 16.00 di Bandara Adisucipto, Yogyakarta. Jadwal penerbangan memang jam 8 malam, namun banyak persiapan barang-barang yang perlu kami cek dulu. Seketika itu, barang-barang masih berada di jalan dari arah Deru UGM. Sesampainya dibandara, kami harus membawa barang satu persatu dengan ditaruh keranjang. Kemudian saya pun membagi satu persatu boardingpass dan menyuruh semua anak untuk mengeluarkan KTP(Kartu Tanda Pengenal) sebagai syarat masuk kedalam bandara.

Sekitar pukul 18.30 sampai 20.00 wib proses pengecekan barang tim maupun pribadi. Mengingat barang-barang kami sangat banyak, sehingga perlu digerakan tenaga masing-masing anak. Sambil menunggu pengecekan selesai, beberapa dari kami menyempatkan makan buka puasa yang telah dipesan oleh Tim. Beruntungnya, waktunya sangat cukup sekali sampai jam 8 malam.Pasalnya dijadwalkan terbang pada pukul 8.30. Usai selesai pengecekan barang, kami pun langsung menuju ruang tunggu hingga pintu menuju pesawat dibuka.

Akhirnya kali ini pesawat terbang dari Jogja pukul 20.40 hingga sampai di Bali sekitar pukul 22.50. Selanjutnya, kami melakukan penerbangan kembali dari Bali menuju Timika, Papua. Namun, kami harus menunggu sampai check-in jam 1 pagi, sehingga kami meluangkan waktu untuk istirahat baik tidur maupun foto-foto. Akhirnya, pesawat pun pada jam 1 siap terbang ke Timika.

Minggu, 19 Juni 2016

Sampai Di Bandara Timika, Papua

Sekitar pukul 03.45 WIT kami sampai di Bandara Timika, Papua. Sesampainya ditempat, kami pun langusng menuju ke luar Bandara. Ternyata kami sudah ditunggu oleh pihak penanggung jawab tim kkn kami. Dihadapan kami ternyata sudah tertata rapi mobil yang rapi untuk mengantar kami ke tempat penginapan. Jadi, penerbangan ilaga pada saat itu belum bisa kami lakukan karena sudah banyak pesanan. Sehingga, kami punya waktu semalam untuk dapat menginap di Hotel Timika ini. Satu persatu mobil pun akhirnya berangkat menuju ke tempat penginapan. Sekedar info tambahan, bahwa waktu di papua dengan di jogja berbeda sekitar 2 jam. Sehingga kalau di Indonesia bagian timur menggunakan WIT.

Sesampainya di tempat penginapan, terlihatlah Tulisan Hotel Maspulindo dari arah kami. Kemudian, kami pun langusng masuk ke dalam rumah dan disambut oleh pemilik Hotel. Setelah, satu persatu barang pun masuk dan ditata dengan rapi. Untuk kamar putri ada dibawah tangga dengan 2 kamar, dan kamar putra berada di aats tangga dengan jumlah 4 kamar. Beberapa kami pun ada yang langsung menuju kamar untuk memilih dan beristirahat. Beberapa dari lainnya ada yang sedang mencoba mengerjakan sesuatu.

Waktu istirahat kami dapat dikatakan cukup lama hingga pada sampailah waktu buka bersama puasa. Berungnya, untuk makan buka bersama disediakan oleh pihak pemerintah daerah ini. Sehingga, kami pun tidak usah mencari sendiri. Dengan posisis siap dan melingkar, kami pun langsung menyantap makanan dengan lahapnya. Selanjutnya, kami sahalat maghrib dan isya, untuk shalat Tarawih tidak jauh dari tempat kami.

Saat Buka Puasa Bersama

Setelah shalat, kami pun memanfaatkan waktu untuk menikmati udara diluar dengan berkeliling disekitar Timika. Dan kami menemukan tempat tongkrongan di warung kopi dengan nama kedai baper, dengan meja yang didesain ala cafe. Ditambah lagi, ada hiasan-hiasan tulisan yang membuat menarik kami untuk berfoto.

Kedai Baper, Timika

Usai dari jalan-jalan, kami pun kembali ke tempat penginapan. Selanjutnya, diadakan sebuah rapat persiapan keberangkatan dari Timika menuju Ilaga. Pasalnya ada kabar, bahwa pemberangkatan dari Timika menuju Ilaga diberangkatkan dalam 2 kloter. Kloter 1 pada esok hari dan kloter 2 harus menginap satu hari lagi. Pemberangkatan 2 kloter ini disebabkan adanya ulang tahun kabupaten puncak yang mengakibatkan banyak orang yang ingin berangkat pada hari itu, sehingga terpaksa pesawat hanya tersisa 1 buah. Pesawat kecil yang hanya cukup menampung kurang lebih sekitar 15 orang, akhirnya kami memilih perwakilan dari masing-masing kluster, kormasit, bendahara dan sekretaris.

Kebetulan saya berkesempatan untuk berangkat di kloter kedua, ada saatnya masing-masing kloter pastilah akan mempunyai waktu nyaman tersendiri. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan waktu untuk menikmati kesempatan kloter itu. Usai dari pembicaraan rapat selesai, kami pun langsung menuju kamar masing-maisng dan siap untuk istirahat. Mengingat kami juga akan sahur nantinya, ditambah lagi untuk kloter 1 jam 5 pagi harus sudah siap berangkat dari Hotel. Untuk sahur kali ini, kami juga disediakan makan juga oleh pihak Pemda sini. Sungguh rasa terimakasih sekali kami ucapkan.

Senin, 20 Juni 2016

Waktu sahur pun tiba, masing-masing anak sudah siap untuk menyantap makanan yang sudah disediakan. Tak lupa, dengan minum “Buavita” yang diberikan oleh Unilever menemani kami dalam sahur kali ini. Mengingat teman-teman kloter 1 harus sudah siap pukul 5 sudah sampai di Bandara Timika. Maka dari itu pada jam 4.30 mereka sudah siap-siap dari Hotel untuk menuju Bandara. Bagi Kloter 2 karena tidak ada kegiatan, sehingga kami menyempatkan untuk istirahat.

Perjalanan dari Bandara Timika menuju Ilaga kurang lebih sekitar 45 menit. Hanya menggunakan pesawat lah kami hanya dapat cepat sampai ke kabupaten puncak. Mengingat perjalanan ini kami hanya melewati lembah dan pegununganyang tinggi. Bahkan kalau kalian sempat dengar Cartenz, disinilah puncak Cartenz itu berada. Namun, karena beberapa ada yang masih persiapan, sehingga kloter 1 baru berangkat sekitar pukul 6 pagi dan sampai jam 7 dibandara. Dan lagi-lagi ternyata mereka harus menunggu sampai jam 9 pagi. Pada pukul 9.30, pesawat mereka terbang dan tiba di Ilaga sekitar pukul 10.30.

Dikabarkan dari ilaga, sesampainya kloter 1 di tempat penginapan kami selama kkn. Mereka pun harus membersihkan ruang dan kamar terlebih dahulu. Berbeda lagi dengan teman-teman kloter 2 yang ada di Timika, istirahat lah yang dapat dilakukan. Namun, teramat sayang kalau kami hanya beristirahat aja, sehingga kami pun mencoba jalan-jalan ke luar untuk melihat-lihat siapa tahu ada yang bisa dibeli. Beberapa dari kami kebetulan ada yang mau ke Bank Papua, pasalnya uang tim kami kebetulan masih ada di rekening. Untuk menghindari tidak adanya bank di Ilaga, sehingga jalan keluarnya kami harus ambil uang di Timika. Lain halnya itu, kami pun ada yang menyempatkan untuk membeli kartu Telkomsel dari papua langsung. Kartu lain seperti kartu XL yang saya miliki katanya cukup susah untuk di Ilaga. Sehingga, ketika berada di Puncak kami harus memakai kartu Telkomsel. Begitupun yang ada di Ilaga, beberapa sudah ada yang sudah membeli saat malam sebelumnya.

Waktu sore menjelang buka bersama, kami pun yang di Timika masih seperti biasa dapat konsumsi dari Pihak Pemda. Konsumsinya selalu enak bagi kami dan dengan porsi yang cukup besar juga. Setelah kami buka bersama, kami pun merapat untuk membahas keberangkatan dan membahas info keadaan yang di Ilaga. Hasil dari pembahasan malam ini, bahwa keberangakatan akan dilakukan pada 5.30 WIT dan kabar di ilaga bahwa di malam hari tidak adanya penerangan. Sehingga terpaksa mereka memberikan pesan kepada kami untuk membelikan lilin.

Usai dari pembahasan, aku dan teman lainnya kembali ke luar dan menuju ke tempat tongkrongan pada saat malam sebelumnya. Penjaga warung sangat senang atas kedatangan kami, karena kami dapat berbincang-bincang cukup lama. Hingga pada akhirnya, kami pun harus mengucapkan perpisahan bahwa esok hari kami harus berangkat ke Ilaga untuk mengadakan pengabdian KKN selama 1,5 bulan. Tidak lupa, pesan-pesan dari kloter 1 yang menyuruh kami untuk membelikan keperluan kebutuhan nantinya selama di Ilaga.

Setelah cukup menikmati suasana malam di Timika, kami pun kembali ke tempat penginapan untuk istirahat dan persaipan barang-barang yang akan kami bawa ke Ilaga.

Selasa, 21 Juni 2016

Seperti biasa, tak lupa kami sahur terlebih dahulu dengan makanan yang sudah ada. Selanjutnya, kami bersih-bersih diri dan siap-siap untuk menuju ke depan Hotel. Tak lupa barang-barang kami dan Tim juga bertahap-tahap dimasukkan dalam mobil untuk dibawa ke bandara. Setelah semua siap, akhirnya kami berangkat sekitar pukul 05.30 dan sampai di tempat bandara pukul 06.30 WIT.

Ternyata tidak jauh dengan kloter pertama juga, kami juga harus menunggu sampe sekitar jam 9 pagi dari mulai persiapan dan pengecekan barang-barang yang akan dibawa, serta penimbangan barang dan orang. Berbeda dengan pesawat terbang yang kadang mengambil biaya diperhitungkannya per 1 orang dengan jumlah sama. Namun dengan pesawat kecil ini sesuai dengan berat ukuran masing-masing per anak. Dan per- 1 kg dihargai dengan 50 rb, semisal saya beratnya 50 kg ditambah berat bawaan saya sebesar 10 kg. Sehingga biaya yang saya harus dibayar 60 kg dikali dengan 50 rb, jumlah keselurahan adalah 3 juta.

Mahal sekali apabila kita lihat, bayangkan kalau berat badan barang bawaan melebihi berat itu. Maka dari itu, tidak mudah proses perdagangan untuk di ilaga sendiri. Mengingat biaya yang di bawa dari Timika menuju Ilaga dengan berat 1 kg barang dikenai biaya 50 ribu. Tidak heran nantinya, apabila kalian ke ilaga kemudian membeli 1 gorengan harganya 5 ribu rupiah. Bahkan nominal 2 ribu pun jarang ada ditempat mereka. Mungkin saja, nominal 2 ribu rupiah diibaratkan bagi mereka seperti uang 500 rupiah. Kita lanjutkan kembali terkait penimbangan barang. Lagi-lagi semua biaya pesawat ditanggung oleh PEMDA, sehingga kami cukup ikut saja segala aturan yang diperintahkan. Kami cukup menimbang, selanjutnya ke tempat tunggu penerbangan.

Sekitar pukul 9 pesawat kami terbang dan sampai di Ilaga sekitar pukul 10 pagi. Ini saat-saat pertama kalinya saya menaiki pesawat kecil ini. Dimana pemandangan diatas antara merasa terkejut dengan ciptaan tuhan yang luar biasa, secara langsung kami dapat melihat dekat gunung yang ada disamping kami dengan keindahan yang menakjubkan. Disisi lain, cukup takut apabila diperjalanan terjadi sesuatu, yang menjadikan perjalanan tidak aman. Pasalnya, disisi samping kami dikelilingi banyak gunung dan tebing-tebing. Sekali pilot lengah dalam mengendarai pesawat ini bisa terjadi tabrakan.

Sampai di Bandara, cukup ramai pada saat itu. Dimana masyarakat Kabupaten Puncak sedang berdiri untuk menunggu datang pesawat berikutnya. Setelah diberitahu oleh salah seorang, ternyata ada seseorang yang penting seperti menteri. Dari situlah, perlu ada penyambuatan sebagai penghormatan pada orang yang datang. Beruntung sekali kami yang berangkat pada kloter 2 dapat menyaksikan adanya sambutan dari masyarakat ilaga dan Tarian yang dimainkan. Penyambutan tarian ini ditujukan kepada pihak bupati kabupaten puncak dan stafnya yang akan menghadiri acara ulang tahun kabupaten puncak ke-8. Kami pun merasa senang, pasalnya kami sampai di bandara ilaga bertepatan dg penyambutan bupati puncak.

Tarian penyambutan itu dinamakan dengan Tari wasisi. Tarian Wisisi merupakan sebuah hasil refleksi  budaya masyarakat  kabupaten puncak.Tarian ini baru di ciptakan yang mengambarkan tradisi budaya masyarakat, sehingga kini masih tetap hidup, dan sangat berakar di hati masyarakat di beberapa kabupaten yang ada di  pegunungan papua  pada umumnya, Sehingga beberapa ritual aktivitas sosial misalnya  pesta adat, acara hiburan pesta rakyat, mengaraf  lahan perkebunan baru.pada saat tarian ini dihadirkan atau deselenggarakan penduduk desa berbondong datang menyaksikan walaupun tampa di undang dan bagi mereka penyelenggaraan tarian wisisi mempunyai arti tersendir karena Wisisi merupakan salah satu tarian daerah di daerah pedalaman papua. Tarian wisisi tidak semua orang bisa melakukanya, kecuali hanya orang papua bagian pengunungan yang bisa nari wisisi. Ini adalah salah satu tarian yang membuat orang semangat dan setiap orang mengekspresikan penampilanya atau gayanya masing-masing.Tarian ini sangat baik apabila kita menonton dan melihat langsung secara dekat, paling tidak kita bisa mengerti apa maksud dan tujuannya. Kehadiran Tarian ini tidak hanya sebagai sarana atau pelengkap ritual pesta adat  tetapi kehadirannya sebagai suatu kebutuhan masyarakat yang memang harus ada.

Setelah semua selesai acara penyambutannya dan sempat kami bersalaman juga dengan pimpinannya, kami pun langsung mengangkat barang-bawang kami untuk dibawa ke mobil dan menuju ke tempat tinggal kami. Kurang lebih sekitar 1 jam untuk sampai di tempat mess kami, sungguh ternyata nyaman kami rasakan ketika berada di mobil pick-up ini.

Sampai di tempat mess sekitar pukul 11.30, kami pun langsung beres-beres barang dan istirahat. Tiba-tiba teman kloter 1 sedang membersihkan mes, karena memang masih cukup kotor pada saat itu. Dan air pun ternyata tidak mengalir dari mes kami, kami harus mencari air dengan jarak kurang lebih 4 meter dari tempat kami. Berhubung sudah maktu waktu dhuhur, sambil mengambil air sekalian kami juga wudhu.

Informasi dari kawan-kawan kloter 2, bahwa acara puncak Ulang Tahun Kabupaten Puncak dimulai siang ini. Karena di pagi harinya baru acara pembukaan dengan mempersiapkan untuk bakar batu, dimana ada yang mempersiapkan semacam sayur-sayuran maupun babi yang ditombak dan ditumpuk dalam batu yang sudah dipersipkan api juga. Sehingga, bagi kami kloter 2 memiliki kesempatan untuk langsung melihat hasil dari bakar batu itu sendiri.

Untuk memeriahkan acara kabupaten puncak warga masyarakat mengadakan acara Bakar batu. Sejatinya pesta bakar batu adalah tradisi yang dirayakan di kegiatan besar masyarakat pegunungan Papua, salah satunya di Kabupaten Puncak Ilaga. Bakar batu adalah istilah untuk membakar umbi-umbian, sayuran, dan babi yang nantinya dimakan bersama. Tempat bakar batu ini dilaksanakan pada lahan luas yang berada di samping sekitar lapangan. Sehingga masyarakat pun mudah untuk menempatkan posisi untuk memakan hasil dari bakar batu. Sambil menunggu hasil bakar batunya matang, kami pun sempat berkeliling di area sekitar dengan 2 adik dari ilaga. saat di depan kami terdapat honai dengan penghuninya yang sedang berada diluar. Kami pun sempat menghampiri dan mengobrol sebentar.

Saat Ceramah

Bakar batu babi dilakukan dengan galian lubang dangkal di dalam tanah dengan beragam garis tengahnya dari setengah sampai satu meter. Pada dasarnya di dalam lubang tersebut sejumlah ikat rumput yang menjulang tinggi diletakkan melewati pinggir bagian atas lubang. Di atas rumput tadi diletakan batu yang sebelumnya dipanaskan atas api sampai batu berpijar; di atas lapisan batu kemudian diletakkan sayur, umbi-umbian, lalu sayur lagi atau daun semacam pakis, lalu di antaranya diletakkan lapisan batu panas lagi. Selanjutnya di atas lapisan tersebut potongan-potongan daging dan di atasnya lagi sayuran; seluruhnya ditutup dengan lapisan-lapisan kulit punggung dan di atasnya sedikit sayur dan batupanas lagi. Lalu di atas ini semua dipercikkan air, dan setelah itu rumput yang menjulang tinggi tadi dilipat menutupi semua umbi-umbian, sayur dan daging. Seluruhnya diikat erat dengan rotan panjang, dan di atasnya ditaruh batu dan potongan kayu. Keseluruhan ini dibakar selama satu sampai satu setengah jam, lalu dibuka. Maka semuanya benar-benar matang.

Sudah pasti bahwa selama upacara pesta besar dimana banyak orang hadir, para lelaki berkeliling di antara kerumunan orang untuk menjaga agar tiap orang mendapat bagian. Unsur-unsur penting (sarana pendukung) yang harus ada dalam upacara bakar batu babi yaitu: Batu, Kayu bakar, berbagai jenis sayauran, daging hewan (babi dll), dedaunan dan sekumpulan orang untuk mengerjakannya. Siyarat penting yaitu, harus di atas tanah, galian lobang, batu yang panas dan hari-hari khusus yang bersifat penting dalam hidup keluarga, klen dan suku. Teknik memanah babi dan alat tradisional seperti anak panah dan pakaian tradisional pun ikut menunjang suasana ritual tersebut.

Berikutnya sambil menunggu semua matang, warga masyarakat berkumpul dilapangan untuk melihat dan mendengarkan pembukaan, sambutan, dan ceramah. Seperti halnya islam, sebelum menyantap makanan ada semacam ceramah dan doa terlebih dahulu. Sehingga kami harus menunggu kurang lebih setengah jam untuk mendengarkan ceramah dan doa. Karena bahasa yang disampaikan menggunakan bahasa yang ada di Kabupaten puncak ini, sedang kami pun tidak tahu artinya. Maka  kami malah banyak berncanda dengan anak-anak yang ikut dengan kami. Notabenenya anak-anak disini sejak kecil sudah dibiasakan untuk berbicara bahasa Indonesia, maka dari itu mereka sudah mahir memakai bahasa Indonesia.

Setelah lama menunggu, akhirnya hasil bakar pun dapat diambil dan dimakan. Sempat tidak terpikirkan pada saat itu, dimana kami yang muslim sedang menjalankan puasa apakah ikut memakannya atau tidak. Walaupun tidak hanya daging babi yang dibakar, namun seperti sayur-sayur dan ubi juga ada didalamnya. Beberapa teman kami yang non muslim ikut makan bersama dengan mereka untuk menghormati dan mewakili kami yang muslim.

Acara Bakar Batu juga biasa dilakukan untuk acara besar lainnya, acara penyambutan,  dan untuk acara yang berbau kebersamaan

Waktu sudah mulai sore, dan kami harus kembali ke mess untuk shalat ashar dan siap-siap untuk buka puasa bersama. Sedikit info saja, lampu menyala biasanya akan menyala sekitar jam 6 sore hingga jam 5 pagi. Sehingga sebisa mungkin kami dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk yang mau mengerjakan sesuatu maupun menge-charge handphone maupun laptopnya. Pasalnya, kalau waktu sudah menjelang pagi siap-siap untuk mencari tempat yang ada solarnyan agar Dapat numpang nge-charge. Hanya saja, karna kami masih baru sehingga masih belum berani untuk meminta bantuan. Setidaknya nunggu beberapa hari kami kenal dekat dengan tetangga, nantinya kami dapat beradaptasi. Lain halnya itu, bahkan lampu nyala ada kalanya sehari nyala kemudian sehari tidak nyala sama sekali. Tinggal bagaimana kami mempersiapkan kejadian itu semua sebenarnya.

Saat Buka Puasa Bersama

Untuk yang masak kali ini kebetulan masih secara volunteer terlebih dahulu, karena memang belum ada pembagian. Selanjutnya, kami melangsungkan shalat isya dan tarawih berjamaah di rumah serta dilanjutkan untuk kumpul bersama. Untuk kumpul bersama ini membahas terkait jadwal piket, pembahasan laporan KKN, pemilihan kormasit setiap unit, penindaklanjutan program KKN, dan kegiatan esok hari.

Jadwal Piket

Dimulai dari jadwal piket, dimana jadwal piket dibagi beberapa macam baik itu tugasnya memasak, mencuci piring, mencuci piring, maupun yang bersih-bersih rumah. Setelah selesai dipilih penanggung jawab masing-masing. Kemudian dipilihlah 3 kormasit disetiap unit, yaitu ada saya, josu dan fahmi. Tugasnya mengkordinir anggotanya sampai hingga pembuatan laporan KKN. Kumpul kali ini selesai sampai sekitar pukul 11 malam. Sehingga hampir sebagian dari kami ada yang sudah terasa ngantuk dan ingin tidur. Malam ini sepertinya kami memang harus tidur terlebih dahulu, mengingat beberapa jam lagi kami juga harus sahur. Bahkan, beberapa diantara kami malah bermain game.

Rabu, 22 Juni 2016

Mengingat jadwal sudah ditentukan, pastilah tim masak harus sudah mulai bangun dengan cepat dibanding dengan teman lainnya. Dalam memilih tim masak, kami juga tidak sekedar asal memilih. Setidaknya orang yang bisa memasak, pastilah sebelumnya sudah paham akan apa-apa saja menu yang akan disiapkan maupun sudah persiapan sejak di Jogja. Satu-persatu dari kami pun dibangunkan untuk sahur dengan  rasa kantuk yang masih menyelimuti kami. Apalagi kalau pagi-pagi seperti ini udara terasa dingin sekali, sehingga untuk keluar dari rumah pastinya terasa malas bagi kami.

Usai sahur, biasanya anak-anak lebih memilih untuk tidur kembali sampai benar-benar matahari terbit. Bahkan sampai-sampai ada yang tidak melaksanakan shalat. Notabenenya waktu di Ilaga untuk aktif kerja biasanya sekitar jam 9 pagi. Sehingga, jam 8 atau jam 9 kebanyakan dari kami masih memilih untuk tidur. Kalau saya cenderung tidak suka tidur pagi, sehingga kadang meluangkan waktu untuk keluar rumah. Walaupun memang udara masih terlalu dingin.

Hari ini kami masih belum ada kegiatan, mengingat kegiatan disini harus didampingi oleh dinas. Sehingga, masing-masing dari kluster harus meluangkan waktu untuk menghubungi masing-masing dinas terkait.

Pagi ini kebetulan kami kedatangan wakil Bappeda yaitu pak Darwin dengan stafnya. Inti pembicaraan terkat keadaan kami di ilaga ini dan kegiatan yang akan kami lakukan kedepannya. Usai bincang-bincang kami pun berfoto bersama didepan mess. Pak Darwin hanya berpesan pada kami, segala keluhan maupun hal-hal yang dibutuhkan tinggal sampaikan pada kami saja. Kami dari pihak pemda akan mencoba mengusahakan segala kebutuhan program yang akan dijalankan.

Berfoto Bersama Pak Darwin

Selanjutnya, disiang harinya kami mencoba survey lokasi dengan melihat keadaan sekitar. Sekitar jam 2 siang kami kembali ke mes, masalahnya ada guru penggerak yang sudah menunggu kami. Mengingat guru penggerak kali ini backgroundnya cenderung lebih ke sains, sehingga sangat pas sekali apabila berbincang dengan anak kluster agro. Bincang-bincang kami selesaikan sampai sekitar pukul 5 pagi, mengingat guru penggerak ini harus kembali ke mes yang ada di gome. Apabila dihitung jaraknya dengan jalan kaki, mungkin bisa dihitung jaraknya lebih dari 10 meter.

Beberap jam lagi buka puasa pun datang, kami pun siap-siap untuk buka puasa. Usai buka puasa, beberapa teman ada yang berbincang dan beberapa yang lain  ada yang mengurus saluran air untuk disalurkan ke tempat bak mandi. Dengan tujuan, agar kami tidak jauh-jauh untuk mencari air. Terlebih pada saat kami memasak, akan banyak air yang kami gunakan. Terutama, untuk anak-anak yang suka minum kopi maupun membuat mie sendiri.

Tak berbeda dari hari sebelumnya, karena masih banyak bahasan yang perlu kami bicarakan. Sehingga mala mini pun kami perlu adanya kesepakatan terkait plottingan masing-masing unit. Selanjutnya, sharing terkait perkembangan masing-masing kluster terkiat info survey yang dilakukan pada hari ini. Pasalnya, dalam minggu ini setidaknya sudah ada program yang sudah tersusun dan dapat berjalan untuk minggu depannya. Sebagian besar dari kluster kami notabenenya ada yang baru dapat nomer kontak dari masing-masing dinas, dari situlah tinggal kami menghubungi satu persatu.

Waktu istirahat pun tiba, kami pun siap-siap untuk tidur.

Kamis, 23 Juni 2016

Saat Jalan-Jalan Pagi

Pagi ini, saya dan beberapa teman ingin mencoba merasakan suasana dingin disekitar. Sedikit info, suhu di ilaga pada pagi hari biasanya sekitar 6-110C. Sehingga bisa dibayangkan sendiri betapa dinginnya, hingga kami pun harus memaksanya untuk tetap bertahan. Benar adanya, dipagi hari cenderung suasana terasa sepi.

Tidak banyak orang yang berjalan-jalan, namun kami sempat berpas-pasan dengan salah satu pihak masyarakat disini. Sampai-sampai kami pun dibawa ke Honey(tempat tinggal di Papua), dan kami disuruh masuk kedalam untuk berbincang-bincang. Pada awalnya, kami merasa cukup pusing kepalanya, mengingat kondisi didalam masih terdapat banyak asap dari hasil pembakaran api didalamnya. Namun akan terasa berbeda, ketika kami sudah berada didalam, suasana menjadi biasa saja. Sambil memperkenalkan diri, bapak yang sekaligus guru itu membuka pembicaraan dan menyuguhkan minuman. Kebetulan kami berempat, dua diantaranya adalah non muslim. Sehingga mereka berdualah yang menjadi perwakilan kami. Karena salah satu adat disini, ketika kami disuguhi sebisanya kami harus menerima suguhan itu.

Di Kabupaten ilaga terdapat 4 distrik yang mana setiap distrik mempunyai kebijakan tersendiri dalam mengatur Honai mereka. Di Ilaga ini khususnya dalam masalah Honai antara perempuan dan laki-laki dipisah tempatnya.

Rumah Honai (Rumah Adat Papua) di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua bangunannya terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang yang dikeringkan untuk dijadikan atap.Rumah honai sendiri memiliki lantai berupa tanah.Tetapi untuk alas tempat tidur, beberapa dari mereka ada yang menggunakan dengan tikar atau selimut. Sementara itu, dihonai juga terdapat tempat membakar kayu (membuat api unggun) yang digunakan untuk menghangatkan ruangan saat malam hari. Rumah honai dibuat dari material yang bisa diperoleh dari alam.Tiang-tiang penyangga rangka atap terbuat dari kayu bulatan berukuran kecil, dindingnya terbuat dari bilah papan bagian luar, sementara atapnya yang melengkung terbuat dari jerami atau alang-alang kering.

Rumah honai biasa ditinggali oleh 5 hingga 10 orang dengan ukuran tinggi sekitar 3 meter dan diameter sekitar 5 meter.Selain berfungsi untuk tempat beristirahat (tidur), tempat berkumpul dan tempat makan bersama.Beberapa honai juga difungsikan sebagai tempat untuk kandang ternak. Bisa dibilang kalau sebagai orang pendatang, awalnya kadang kita tidak merasa nyaman dengan kondisi yang tidak ada penerangan, ventilasi udara yang cukup susah, dan dengan alas tanah.  Biasanya untuk penerangan mereka membakar kayu didalam honey dan sekaligus difungsingkan untuk menghangatkan badan. Bagi mereka Honai yang ditempati sudah istimewa, karena memang sudah menjadi kebiasaan hidup mereka.

Setelah berkunjung dan berbincang di honey, kami pun berfoto bersama dan berharap ada kesempatan untuk berkunjung lagi. Waktu menunjukan pukul 8 pagi, kami pun kembali mes untuk mandi dan persiapan untuk kedinas dengan membicarakan terkait program yang akan kami laksanakan. Kami pun dari agro yang berjumlah 7 orang dengan komposisi 6 putra dan 1 putri. Dengan jurusan, 2 dari peternakan, 1 dari teknologi pertanian dan 4 dari pertanian. Sebelum  ke Dinas, tadi malam kami sudah mempersiapkan segala hal yang akan menjadi program kami. Sehingga nantinya saat kami diskusi dapat memberikan pemahaman dan perstujuan dinas pertanian untuk membantu kami.

Kami mahasiswa KKN UGM khususnya yang dari bidang Agro juga tak mau kalah untuk menghubungi dinas pertanian. Di dua hari pertama kami memang belum sempat menemui dinas, karena masih perlu izin pertemuan dengan dinas. Sehingga diawal kegiatan kami masih mengikuti kegiatan masyarakat seperti kerja bakti dan bakar batu. Selain itu kami juga memanfaatkan waktu diskusi dengan guru penggerak, Pak Darwin (Ketua Bappeda) dan stafnya, serta mencoba keliling didaerah setempat untuk mengetahui potensi dan permasalahan yang nantinya bisa menjadi pertimbangan program kami selama KKN.

Sekitar pukul 09.30 kami diskusi dengan dinas pertanian dengan mulanya kami dikumpulkan semua sebagai opening untuk pembicaraan dari kepala dinas pertanian. Dari mana awal kenalan, pembicaraan program kkn terdahulu dan permasalahan keadaan sekarang yang kemungkinannya akan dijadikan program kali ini. Diskusi dimulai dengan dibuka oleh Kormater Agro yaitu Agoes dari Pertanian dengan mempernalkan anggota Tim KKN UGM dari bidang Agro Selanjutnya penyampaian tugas dan maksud akan program yang kita rencanakan selama proses KKN kedepannnya. Dan setelah itu barulah usulan dan pendapat yang diberikan oleh Dinas Pertanian. Terkait program KKN Bidang Agro sebenarnya tidak jauh berbeda dengan program yang sudah dilakukan tahun lalu. Mengingat yang paling terpenting adalah program itu dapat berkelanjutan (Sustainable). Kalau pun itu ada program baru, nantinya disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Mengingat Bidang Agro di tempat KKN kami ada 3 yang terdiri dari Pertanian, Peternakan dan Teknologi Pertanian. Setelah selesai dari diskusi bersama, masing-masing dari jurusan diberi kesempatan untuk berbincang dengan masing-masing ketua bidang(kabid) yang bersangkutan. Dan sungguh luar biasa, bagi kluster kami dalam satu hari dapat menyusun segala jadwal yang ada dan persetujuan program. Tinggal minggu depan kami menyerahkan dan menyusun jadwal beserta programnya.

Dalam menyusun dan melakukan program selama KKN di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua tak lepas dari adanya bantuan dan dukungan dari Dinas. Begitu pun setiap masing-masing bidang KKN kami yang terdapat 5 bidang yaitu Agro, Saintek (Sains dan Teknologi), Pemerintahan, Pendidikan, dan Medika diminggu pertama berada di tempat KKN mencoba untuk berkunjung dan diskusi terlebih dahulu akan usulan program yang kami rencanakan dan bisa juga usulan dari dinas sendiri.

Senang rasanya kami dapat diskusi dengan dinas pertanian. Mereka sangat terbuka dan mau membantu kami akan program selama KKN. Dan rencananya dalam 3 hari kedepan kami akan diajak keliling disekitar daerah kabupaten puncak setiap masing-masing kabid pertanian.

Usai diskusi, kami kembali istirahat karena cukup lelah dengan kondisi panas yang ada. Jadi memang sebaliknya, kondisi panas akan kita rasakan dari mulai jam 9 pagi hingga jam 4 sore. Tidak heran, apabila nanti sehabis dari ilaga kemudian kembali ke jogja akan memberikan efek kita akan menjadi hitam. Di sore harinya, kami menyempatkan untuk ke taman baca negeri pelangi. Taman baca ini sudah cukup lama berdiri sejak 5 tahun lalu, dengan guru penggeraklah yang menginisiasi program ini.

Halaman Depan Taman Baca Negeri Pelangi

Mahasiawa KKN UGM Unit PPA-03 tahun 2016 ini kembali menginisiasi kegiatan di taman baca negeri pelangi, pasalnya pada waktu bulan juni sampai akhir juli sekolah-sekolah di ilaga masih pada libur. Sehingga untuk menunjang kegiatan belajar bersama masyarakat khususnya anak-anak melalui taman baca inilah. Kamis(23/06), sekitar pukul 16.00-17.30 WIT kami tim KKN mahasiswa UGM menyempatkan waktu untuk bertemu dengan pak Edy yang sebelumnya sudah diminta izin untuk sharing terkait taman baca dan izin mengajar selama kegiatan KKN.

Saat Diskusi dengan Pak Edy

Dari pak Edy sekaligus sebagai pengurus Taman Baca Negeri Pelangi ini justru sangat senang sekali apabila ada membantu mengisi waktunya untuk meramaikan taman baca yang sudah berumur kurang lebih 3 tahun. Mengingat mas edy juga akan mudik bersama istrinya hingga pertengahan juli. Selain itu juga memang di Taman Baca ini kekurangan guru.

Kegiatan taman baca biasanya dilaksanakan 3 hari dalam seminggu dengan waktu sore hari. Respon anak-anak di ilaga ini baik sekali dalam menanggapi adanya Taman Baca ini.  Pasalnya setiap ruangan taman baca dibuka, banyak anak-anak berdatangan untuk belajar. Bahkan dulu waktu diawal adanya taman baca ini yang belajar kebanyakan dari kaum ibu dan bapak. Tetapi untuk sekarang sudah cenderung ke anak-anak.” kata mas edy

Tujuan diadakannya taman baca ini agar masyarakat gemar membaca dan sekaligus dengan adanya taman baca ini mereka dapat memanfaatkan hiburan yang mana mereka sangat kurang dalam menerima hiburan.

“Kegiatan yang bisa dilakukan di taman baca ini adalah membaca, menulis,  dan menghitung. Biasanya dilakukan secara bergantian dalam satu minggu. Sehingga anak akan memperoleh banyak pengetahuan yang bervariasi. Kemudian jadwal hari kegiatan pada hari senin, rabu dan sabtu. Tetapi kadang bisa diubah pada hari selasa, kamis dan sabtu dengan menyesiaikan kondisi. ” Tutur Pak edy

Sementara untuk pengajar full ada Pak edy. Kadang ketika berhalangan hadir akan digantikan oleh guru penggerak lain yaitu Bu Adel dan Bu Anjas. Sehingga cukup padat juga sebenarnya kegiatan pak edy, karena beliau juga seorang guru penggerak. Dan memang Pak edy berharap teman-teman kkn bisa membantunya.

Selanjutnya berhubung dengan waktu liburan, maka untuk penentuan waktu pengajaran bisa dilakukan setiap hari dan waktunya bisa dilakukan dimulai dari pagi hingga sore hari. Kecuali pada hari minggu untuk kegiatan proses belajar mengajar di taman baca ini libur.

“Pastinya anak-anak juga akan merasa senang. Apalagi dengan kedatangan guru-guru baru.” Tutur Pak Edy

Berfoto Bersama Pak Edy

Diawal kegiatan di Taman Baca Negeri pelangi ini kami melakukan pembersihan ruangan, perbaikan kursi yang rusak dan pembenahan barang-barang juga. Dengan seperti itulah proses pengajarannya bisa nyaman karena tempat yang bersih.

Usai dari Taman Baca

Dan mas edi kebetulan sudah membolehkan kami diminggu kedepan untuk langsung mengajar di taman baca, pasalnya beliau juga akan pulang kampung. Usai diskusi, kami pun kembali ke mes. Tak lain hanyalah untuk siap-siap buka puasa. Usai kami buka puasa, ternyata kami kedatangan guru penggerak dimana mereka lah yang membantu menjadi guru pendidik di Kabupaten Puncak ini. Dari situlah kami berkenalkan dan dikenalkan dengan keadaan yang ada di ilaga. Terlebih mereka juga akan membantu kami apabila ada yang bisa dibantu, baik itu hal program kkn maupun lainnya. Kebetulan karena kami kadang kesusahaan masalah listrik, sehingga di rumah penggerak nantinya membolehkan kami untuk menumbang minta listriknya yang ada di mes. Karena kebetulan di tempat guru penggerak disediakan solar sendiri.

Usai bincang sampai larut malam, beberapa diantara kami ada yang membahas terkait program kluster terlebih dahulu. Baru setelah itu ada yang langsung tidur ada juga yang bermain kartu terlebih dahulu.

Jumat, 24 Juni 2016

Karena pada hari rabu kami sharing dengan guru penggerak gome, akhirnya hari ini kami dipersilahkan untuk dapat mengunjungi mesnya. Awalnya kami sebenarnya cukup takut untuk melewati jalan menuju ke Gome. Pasalnya, dulunya ada peperangan diperbatasan jembatan ilaga-gome. Dimana mayat-mayat dari peperangan itu dibuang kesungai sekitar perbatasan ilaga-gome, nama sungai ini tak lain namanya ilame(ilaga-gome). Akhirnya, sesampai dijembatan, kami pun dijemput oleh mba Riris salah satu guru penggerak di Gome ini dan melewati jalan pintas disekitar lading. Mengingat lewat jalan aspal terasa jauh apabila ditempuh sampai mes.

Sampai di mes, banyak bincang-bincang yang kami lakukan dan tidak jauh dari bahasan mengenai program kami. Dari mulai tanah yang digunakan berbagai macam tanaman dan pengembangan program pertanian di ilaga ini. Kurang lebih sampai jam 9 pagi kami pun kembali ke mes. Hanya saja, pada waktu itu salah satu guru penggerak mba Iis dan mba mei akan ke pasar, serta ingin numpang internetan di salah satu dinas. Saya pun mencoba mengikuti mereka untuk mencoba warnetan pertama kalinya di Kabupaten Puncak ini. Pasalnya, kebutuhan dinas dalam mengirim data sangat penting. Sehingga, dari pemerintah disini menyediakan fasilitas wifi disetiap masing-masing Dinas.

Sambil berjalan  menuju ke tempat dinas, saya pun sempat berbincang-bincang juga kebiasaan guru penggerak di Kabupaten Puncak ini. Dimana mereka pastinya sudah sanagt beradaptasi dengan lingkungan yang ada, sekaligus sudah akrab dengan masyarakat disini. Selang waktu, akhirnya kami sampai di depan tempat Dinas. Mengingat untuk mendapat ID dan password harus bersama dengan orang yang memegang fasilitas WIFI ini. Sehingga saya pun harus menunggu orang yang tahu akan password ini. Kurang lebih sekitar 10 menit akhirnya beliau datang, dan handphone saya pun akhirnya berkoneksi dengan internet. Setelah itu, barulah banyak pesan masuk dari HP saya. Tak lupa, saya mencoba membuka satu persatu dan membacanya. Sekaligus, menyampaikan kepada keluarga bahwa saya baik-baik saja berada di Ilaga.

Mengingat hari ini merupakan hari jumat, dimana setiap muslim laki-laki diwajibkan untuk menunaikannya. Akhirnya, saya pun pamit terlebih dahulu untuk menuju ke masjid yang ada di Kabupaten Puncak. Bersyukur sekali, di Kabupaten Puncak ini terdapat  masjid yang menjadi ibadah orang muslim. Setahu saya, masjid ini baru dibangun sekitar 3 tahun lalu. Sehingga, bentuk masjidnya masih dalam renovasi. Awalnya kami sempat heran dengan keberadaan masjid disini, pasalnya orang disini kan beragama Kristen dan Khatolik. Dimana hampir kita temukan gereja dimasing-masing distrik. Diketahui, bahwasanya orang muslim yang ada disini notabenenya bukan asli orang papua ini. Melainkan berasal dari suku toraja dan berbagai suku lainnya. Luar biasanya lagi, di masjid ini benar-benar jamaahnya penuh.

Usai shalat jumat, saya sempat tidak kembali ke mes terlebih dahulu. Saya bertemu kawan yang ingin berkunjung ke dinas kebudayaan dan pariwisata untuk menanyakan informasi terkait wisata yang ada disini. Kurang lebih 1.5 jam berada di dinas ini, kemudian kami pun pulang kembali mes. Saya pun menyempatkan untuk mandi dan mencuci pakain. Mengingat, sore ini kami akan ada perjalanan menuju pertanian di Gome dengan dinas pertanian. Sehingga, kami harus siap-siap terlebih dahulu untuk menyelesaikan semua kegiatan.

Pukul 14.30 tiba-tiba mobil dari Dinas Pertanian sudah berada di depan mes kami. Kami pun langsung menuju ke luar mes dan bersiap-siap untuk berangkat. Diperjalanan pertama kami menuju ke lahan pertanian di samping sungai Ilame, dimana kami akan mencoba merencanakan membuat demplot disekitar lahan kosong yang ada. Setelah selesai kami melihat-lihat, berikutnya kami menuju ke Gome untuk melihat lahan pertanian juga. Kalu kemarin pagi, kami berjalan kaki menuju Gome melewati Ladang. Kali ini kami menuju Gome dengan menggunakan mobil. Dan luar biasanya, dari ketinggian di daerah Gome ini sungguh sangat indah pemandangannya. Kami cukup senang dengan survey kali ini, dimana kami diberi kesempatan untuk melihat langsung potensi lahan yang sebenarnya disini.

Selanjutnya kami kembali ke mes, untuk siap-siap buka puasa bersama. Untuk malam kali ini, kami hanya diskusi masing-masing kluster.

Sabtu, 25 Juni 2016

Hari ini kami kesepakatan untuk mengadakan kerja bakti disekitar mes kami, dari mulai membersihkan halaman rumah hingga didalam rumah.

Saat Buka Puasa Bersama di Masjid

Kalau kali ini kami buka puasa bersama pun kami di Masjid Al Ikhkas bersama muslim yang ada di ilaga. Kebetulan di setiap harinya dimasjid ini selalu mengadakan buka puasa bersama bahkan sampai ada yg itikaf dimasjid. Tujuan kami ikut berbuka puasa bersama adalah untuk menjaga silaturahmi sesama muslim.

 Minggu, 26 Juni 2016

Berbeda dengan hari sebelumnya, dimana kami sempatkan kerja bakti di mes. Bersyukur juga kami ada undangan dari pihak Bank Papua, dimana kami diajak untuk Buka Puasa Bersama. Karena ada buka puasa bersama, sehingga untuk hari ini kami tidak masak.

Pertama kalinya selama 1 minggu lebih di ilaga, kami diberikan kesempatan diundang untuk mengikuti acara buka bersama dengan pegawai papua pada hari minggu(26/06) dari mulai pukul 17.00. Dengan susunan acara dari mulai pembukaan, sambutan dari pihak ketua Bank Papua, ceramah, buka puasa, shalat maghrib, makan bersama dan terakhir penutup.
Bersyukur makan kali ini kami dihidangkan soto ayam. Pasalnya jarang sekali kami makan soto ayam. Diajaknya bukan bersama berawal pada saat siangnya kami membantu kerja bakti di masjid Alikhlas, salah satu masjid yang ada di Kabupaten Puncak.Kemudian dari salah satu orang yang ikut kerja bakti mengajak kami untuk buka bersama yang diadakan oleh Bank Papua.

Hampir semua kami mengikuti buka bersama yang diadakan oleh bank papua. Tidak hanya itu, beberapa masyarakat yang muslim juga diundang. Berasa sangat senang sekali bagi kami ketika dihidangkan gorengan pada saat buka puasa bersama yang diadakan oleh pihak Bank Papua.Pasalnya apabila kita ingin membuat gorengan, bahan untuk membuatnya cukup mahal. Ditambah lagi gorengan yang dijual dipasaran cukup mahal dengan satu  gorengan harganya 5 ribu. Sehingga tidak heran kalau pada saat itu cukup menghabiskan banyak gorengan. Karena teramat banyaknya gorengan yang disediakan.

Senin, 27 Juni 2016

Hari ini kami dari kluster Agro kebetulan ada diskusi lanjutan sebelumnya. Dimana kami membahas teknis program kami selama ke depan. Cukup lama sekitar 2 jam kami diskusi, dengan menghasilkan kesepatan program selanjutnya. Berikutnya kami kembali ke mes dan siap-siap ke Gome. Dari salah satu teman kami ada yang mau mencoba menanam bibit tanaman dengan memakai tanah yang subur di Gome ini.

Sedikit informasi dari masing-masing kluster mempunyai nama masing-masing. Kalau kami sendiri menamakan Agro solid. Bersyukur berada di agro solid ini. Selain orangnya kece-kece, pegawai dinas yang membantu kita juga sangat peduli pada kami. Alhasil banyak keseruan dan manfaat yg didapatkan, baik itu dari kita maupun dari kluster lain juga. Kalau di kluster kalian, ada beberapa hal kejadian diantaranya seusai pulang dari mengadakan program terkena masalah karena berada dijalur daerah terlarang, ada yg pulang kecapaian karena setiap mengadakan program harus berjalan kaki, ada yg merasakan kegabutan dalam programnya dan ada juga yg bermasalah dengan salah satu dinas yg akhirnya program itu tidak terlaksana. Tetapi dari kesemuanya itu memang sudah menjadi hal kewajaran dan biasa terjadi dalam hal KKN.

Tetapi berbeda dengan keadaan kami pastinya, diawal dinas pertanian yg berhubungan dengan kami sangat baik sekali. Sehingga diawal pembentukan timeline program sangat detail dan adanya kesepakatan bahwa program yg direncanakan akan diusahakan dapat terlaksana semua. Amin. Hampir setiap program yang diadakan oleh Kluster Agro, dinas pertanian selalu membantu dalam hal transportasi yaitu mobil. Intinya, mobil dari dinas itu siap membawa kita untuk melaksanakan kegiatan tentang pertanian, peternakan dan teknologi pertanian.
Usai melaksanakan program, biasanya kami pulang membawa ubi, kopi ataupun jeruk.Itu semua berkat kita berkesempatan untuk berkunjung dan disitulah kami ikut membantu memanen ataupun mencuci ubinya.Lebih-lebih ditim agro ada program dimana program itu berkaitan tentang mengolah pangan.Dari sinilah, kami bisa menikmati olahan pangan yang mana kami buat dengan ibu-ibu yang ada di ilaga juga. Terakhir yg paling menyenangkan juga, kami diberi kesempatan untuk main dirumah dinas pertanian. Disini kami dapat fasilitas wifi gratis, kita disediakan tempat dapur kalau mau memasak, kadang malah kami yg diberi makan. Wah, pokoknya kami sangat mengapresiasi sekali kepada Dinas Pertanian Ilaga yg telah bekerjasama dan membantu kami.

Selasa, 28 Juni 2016

Mengingat penanaman tanaman membutuhkan waktu lebih dari satu bulan dari mulai pengadaan bibit hingga panen. Sehingga dari kami dari pertanian memilih diawal waktu sebelum penanaman.Untuk menyempatkan penyemaiian bibit tanaman didalam tanah. Agar ketika akan pelatihan budidaya tanaman, bibit yang disemai bisa langsung bisa ditanam. Untuk tanah kami dapatkan dari Gome, dekat dengan rumah guru penggerak yang telah kami dapat kemarin. Kemudian kami semai di tempat yang sudah disediakan dan bibit yang sudah tersedia pula. Cukup bagus hasil semai yang sudah kami buat, semoga hasilnya nanti bisa tumbuh dengan baik. Bibit yang kami semai kali ini adalah wortel dan sawi putih.

Disore harinya, kami dipanggil untuk menuju ke tempat pasar di Ilaga. dimana ada semacam pembagian beras oleh pihak Pemda. Jumlah beras yang diberikan juga cukup besar, kurang lebih sekitar 15 karung beras. Akhirnya, dikemudian hari kami mempunyai stok beras yang cukup banyak untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga, kami sudah tidak repot-repot untuk dapat membelinya.

Usai dari mengambil beras, kami yang dari teman-teman kluster Agro berkesempatan untuk mengunjungi mes dinas pertanian. Dimana kami ingin berdiskusi lebih lanjut tentang pertanian. Kami juga sempat diberikan fasilitas wifi juga untuk tujuan mencari data dan komunikasi dengan keluarga. Bahkan kami sempat di mes dinas ini sampai buka puasa dan menikmati makanan yang disediakan.

Rabu, 29 Juni 2016

Pada hari ini saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan teman-teman dari kluster pendidikan dengan mengadakan Penerimaan Siswa Baru(PSB) SMA N 1 Ilaga.Pembukaan PPDB(Penerimaan Peserta Didik Baru) SMA 1 Ilaga telah dibuka sejak tanggal 27 juni hingga 5 juli lalu. Dalam 2 tahun terakhir KKN UGM di ilaga ini, biasanya selalu mengikuti kegiatan PSB yang didampingi oleh Guru Penggerak Ilaga. Dan sebagai penanggungjawabnya dari Bidang Pendidikan.

Beberapa persyaratan yang dibutuhkan seperti SKL Legalisir (3 lembar, fotokopi ijazah SD dan SMP legalisir (2 lembar), pas foto 3×4 hitan putih (2 lembar), maksimal usia 21 tahun (1995), Bagi yang sudah menikah membuat surat izin suami. Setelah pendaftaran dan melengkapi persyaratan PPDB SMA 1 ilaga. Berikutnya akan ada tes seleksi yang akan diadakan pada tanggal 11-13 Juli, Pengumuman 15-16 Juli, dan Pengenalan lingkungan sekolah (MOS) 18-20 Juli.

Kemudian terkait penutupan pendaftaran PSB yang awalnya dijadwalkan pada tanggal 2 juli diundur menjadi tanggal 5 juli. Mengingat agar siswa yang daftar cukup banyak. Terdaftar aiswa yang mendaftar sebagai siswa baru di SMA Ilaga berjumlah 14 orang. Harapannya memang yang mendaftar lebih banyak dari tahun sebelumnya. Karena sebelumnya yang mendaftar sekitar lebih dari 40 orang.

Dan dilanjutkan saya berkesempatan dengan teman-teman dari kluster pemerintahan untuk pelatihan IT(Informasi Teknologi), yang menjurus kepada pelatihan komputer. Pemberian materi terkait ketrampilan mengoperasikan komputer terutama program Ms.Word dan Excel menjadi salah satu elemen yang penting ketika berada dikedinasan, mengingat banyak hal pekerjaan yang berhubungan dengan komputer seperti halnya pengetikan tulisan dan pembuatan surat-menyurat. Setidaknya dengan adanya pelatihan IT dan surat-menyurat dapat membantu efektifitas kinerja pegawai terkait dengan adminjstrasi.

Dengan agenda program pelatihan surat menyurat kepada pegawai selama bulan Juli maka setidaknya dapat membantu meningkatkan efektifitas kinerja pegawai terkait dengan administrasi. Dari hasil kegiatan yang kami lakukan selama masa program, memberikan dorongan dan motivasi kepada pegawai terkait pembuatan surat menyurat maupun laporan yang berkaitan dengan administrasi perkantoran. Sehingga kegiatan ini  dapat diterima secara terbuka oleh pegawai tersebut. Program ini juga sangat bermanfaat dalam melatih kosa kata, EYD maupun pemakaian bahasa Indonesia yang baik. Dimana program ini tidak hanya teknis mengenai pembuatan surat menyurat namun juga terkait pemakaian bahasa yang baik dan benar dalam pembuatan surat menyurat maupun laporan.

Jaringan mitra yang dijalankan tim KKN-PPM-UGM untuk pelaksanaan program yakni bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Hal ini langsung berkaitan dengan pegawai Bappeda, sehingga kemitraan ini berjalan dengan baik melalui sosialisasi awal dan komunikasi dua arah. Peran pegawai dalam pelaksanaan pogram ini yakni, melaksanakan pelatihan setiap hari efektif kerja bersama tim KKN-PPM-UGM.

Dalam program pelatihan pembuatan surat menyurat untuk pegawai demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia ini tidak melibatkan masyarakat umum. Keterlibatan masyarakat disini hanyalah pegawai yang bekerja di kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Masyarakat yang dalam hal ini dimaksudkan pegawai langsung terlibat kedalam pelatihan pembuatan surat menyurat. Sehingga dengan demikian mereka langsung mempraktekkan bagaimana cara pembuatan surat menyurat dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

Program mengenai pelatihan surat menyurat yang berkaitan untuk peningkatan administrasi dinas maupun intansi lainnya terkhusus Bappeda sangat dibutuhkan untuk dimasa yang akan datang. Dengan tujuan peningkatan sumber daya manusia dalam pemenuhan pelayanan publik. Untuk keberlangsungan program dimasa yang akan datang diharapkan adanya pelatihan yang rutin dan berkala. Sehingga dengan demikian, memicu munculnya pengembangan skill pegawai dalam pembuatan surat menyurat dan laporan.

Usai mengikuti pelatihan komputer, kami pun langsung shalat dhuhur.

Di siang harinya kami teman-teman dari Agro mencoba untuk berkeliling Ilaga untuk melakukan inventarisasi tanaman pangan dan pakan. Distrik Ilaga memiliki banyak peternak khususnya memelihara ternak babi dan banyak petani yang mempunyai macam tanaman yang tumbuh disekeliling area tanah di ilaga. Namun pendataan ternak dan tanaman di distrik ilaga masih belum terlaksana.

Pendataan ternak dan tanaman sangat dibutuhkan sekali untuk mendeteksi keberadaan ternak dan tanaman pada setiap daerah tersebut. Pendataan tersebut sangat dibutuhkan untuk perangkat distrik, dan dinas setempat untuk mengetahui populasi ternak dan jumlah macam tanaman di daerah tersebut dan memudahkan pengontrolan penyakit pada ternak dan tanaman. Apabila tidak terdapat pendataan yang valid di daerah tersebut maka dinas akan kesulitan untuk mengecek penyebaran penyakit khususnya penyakit ternak di daerah tersebut sehingga dinas juga akan kesulitan untuk menanggulangi penyakit tersebut. Dengan adanya program ini diharapkan data valid yang sudah didapatkan bermanfaat untuk kepentingan dinas dan perangkat distik.

Dari situlah, Mahasiswa yang tergabung dalam KKN-PPM UGM (Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada) unit PPA-03 Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua yang berasal dari Kluster/bidang Agro yaitu yang berjumlah 7 orang, antara lain : Agoes, Gracia, Deni dan Satori dari Fakultas Pertanian, Ridwan dan Fahmi dari Fakultas Peternakan, serta Fajar dari Fakultas Teknologi Pertanian melakukan pendataan ternak dan tanaman di area sekeliling rumah masyarakat didistrik ilaga.

Pelaksanaan pendataan ternak dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang sudah dirancang, kurang lebih pendataan dilakukan minimal 2 kali dalam seminggu selama KKN. Pendataan dilakukan dengan mengelilingi setiap rumah dan mendata ternak dan tanaman yang ada. Pendataan didahului dengan sesi wawancara kepada peternak dan petani. Sesi wawancara bertujuan untuk mengetahui jumlah ternak yang dipelihara, tanaman yang ditanam, pemeliharaan ternak dan tanaman. Selanjutnya dilakukan sesi sharing ilmu untuk memberikan wawasan luas tentang dunia peternakan dan pertanian kepada peternak maipun petani agar ternaknya semakin berkualitas dan tanamannya bisa megghasilkan yang bagus. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan ternak dan tanaman yang ada disekitar rumah teraebut. Tahap selanjutnya dilakukan pencatatan hasil untuk pendataan ternak dan tanaman.

Tak lupa dalam hal pendataan ternak dan tanaman, kami juga didampingi oleh dinas pertanian Kabupaten Puncak. Dengan diadakannya pendataan ternak dan tanaman ini diharapkan dinas setempat mendapatkan data yang valid sehingga akan dilakukan tinjauan langsung oleh pihak dinas untuk kemajuan peternakan dan pertanian di Diatrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Sore harinya kami kami menuju ke tempat Taman Baca adik-adik. Di Taman Baca ini kami berkesempatan untuk mengajar membaca dan menulis. Lain halnya itu, mereka juga diajarkan bernyanyi bersama.

Suasana Keramaian di Taman Baca Negeri Pelangi

Taman Baca Negeri Pelangi adalah nama yang disematkan pada taman baca yang dirintis oleh mahasiswa KKN UGM diangkatan ke-1 tahun 2014 di Distrik Ilaga, Puncak, Papua bekerja sama dengan Guru Perintis Ilaga. Kemunculan ide berawal dari gelisah pikir akan kualitas pendidikan yang sangat rendah diilaga. Ditambah kurangnya akses informasi dari dunia luar yang diterima oleh penduduk setempat membuat kondisi di ilaga semakin tertinggal. Hal ini dipengaruhi dengan kondisi pola pikir masyarakat yang masih kurang sadar akan pentingnya pendidikan. Masyarakat asli ilaga yang sebagian besar terdiri dari suku dani dan damal belum sepenuhnya memahami arti penting pendidikan. Terbukti dari keseharian mereka yang lebih mengutamakan anak-anaknya bekerja dikebun atau mengikuti serangkaian kegiatan adat dibandingkan harus mengajak anak-anak mereka rajin belajar dan sekolah

Kamis, 30 Juni 2016

Hari ini kami teman-teman dari Agro kembali melakukan inventarisai tanaman pangan dan ternak.

Dilanjutkan disiang harinya ke taman baca hingga sore hari. Kebetulan tempat Taman Baca ini bersebelahan dengan Polsek kabupaten Puncak. Dan asal mereka juga dari berbagai daerah, sehingga kami sempat mengunjungi dan mengobrol bersama. Bersama Pak Jalu selaku komandan Koramil dikabupaten puncak, harapannya kedepannya bisa menyambung persaudaraan dengan baik. Pak jalu pun sangat senang akan kedatangan kami. Beliau juga menyarankan untuk kita bisa datang ke koramil, apabila ada sesuatu yang ingin dibutuhkan.

Menjelang buka puasa, kami sempat mampir bersama di masjid dan melakukan buka puasa bersama.

Jumat, 1 Juli 2016

Seperti yang dijadwalkan, pada hari ini dari pihak peternakan akan mengadakan survey peternakan di Gome untuk pendataan. Setelah itu, barulah kami melaksanakan shalat jumat.

Disiang harinya bersama dinas pertanian dan perkebunan, kami diajak ketempat lahan kopi dan memanennya.

Sabtu, 2 Juli 2016

Usai sebelumnya sharing-sharing bersama kepala dan dinas pertanian. Memang dalam segala hal program pertanian baik itu survey maupun pelaksanaan akan terus didampingi oleh dinas pertanian. Mengingat memang ketika kita jalan sendirian, memang agak cukup susah. Dan tidak semudah ketika kita memberikan penyuluhan didaerah kami. Sehingga apapun program pertanian yang direncanakan. Pihak Dinas Pertanian Kabupaten Puncak akan mendampingi kami.

Perjalanan hari ini kami lanjutkan kembali untuk survey peternakan di Ilaga dengan ternak yang ada yaitu Babi, kelinci dan Sapi Perah.  Area peternakan yang kami kunjungi pertama. Pak Maluk selak kabid peternakan mengajak kami di distrik eromaga ini yang bertempat dikabupaten puncak, tidak jauh dari distrik ilaga. Dieromaga ini terdapat ternak sapi perah kurang lebih datang sekitar 6 bulan kemarin. Sehingga memang masih sangat baru sekali. Tapi apabila dilihat dari bangunan yang ada, bisa dikatakan sudah cukup lumayan bagus. Karena biaya yang sudah dikeluarkan untuk membangun kandang peternakan ini sudah menghabiskan uang sebesar 80 juta. Dan kedepannya akan ada perbaikan lagi agar kandangnya bisa memberikan kenyamanan kepada ternak.

Berikutnya kami ketempat Area peternakan Sapi Perah di Eromaga  kalau dilihat masalah pakannya bisa dicari sekeliling area. Hanya saja masih terbatas akan jenis pakannya. Dari Dinas Pertanian sedang menginisiasi penanman rumput gajah.

Berfoto Bersama Usai Survey

Karena dengan adanya jenis pakan yang baik, bisa memberikan pertumbuhan bagi ternak itu. Sedangkan untuk pemberian konsentrat, mereka belum sempat mencobanya. Karena konsentrat di ilaga belum bisa didapatkan.Kalaupun ada, konsentrat dibeli didaerah sebelah kabupaten. Dari sinilah kami sedang mencoba untuk mencari bahan-bahan potensi pakan lokal yang bisa kita olah menjadi konsentrat untuk ternak. Jadi baru pemberian pakan rumput yang mereka berikan ke ternak sapi perah.

Siang harinya kami ke mes pertanian untuk membantu mengolah kopi.

Minggu, 3 Juli 2016

Hari ini merupakan pertama kalinya saya dan teman-teman non muslim bersilaturrahim ke salah satu pendeta yang ada di Kabupaten Puncak ini yaitu Bapak Pendeta Jonathan Bisay asal dari seruwi.

Jumlah jemaat digereja ini kurang lebih ada 100 kk. Jumlah jiwa sekitar 200 orang lebih namun tidak tetap, karena banyak masyarakat yg berpindah2 dan ada yang pendatang. Dan mayoritas jemaat disini kebanyakan dari orang toraja. Hubungan gereja yg satu dg yg lainnya sangat erat. Dan hubungan dg masyarakat baik. Apalagi dg yg muslim lebih erat lagi.

Perkembangan di kab.puncak untuk masalah hubungan masyarakat sangat bagus dan akrab sekali. Intinya satu sama lain sangat membantu. Terutama pada saat gotong royong dan kegiatan2 yang mungkin bisa saling bantu membantu. “semua orang baik, itu tergantung dari kita bagaimana cara pendekatannya. Karena pendekatan itulah yang akan memberikan hubungan baik antar sesama manusia.” kata pak pendeta

Kami pun dalam membuat program yang mana berkaitan dengan KKN. Pak pendeta juga sangat membuka kami untuk mengadakan kegiatan yang akan melibatkan dengan jemaat pendeta. Dan beliau sangat senang sekali ketika memang kamu bisa membantu dalam hal kegiatan yang diadakan oleh gereja, dikala kami mempunyai waktu luang banyak.

Cara pendekatan dengan masyarakat yang dilakukan adalah dengan mengenai tokoh masyarakat dengan lewat kepala suku, kepala kampung. Hanya saja memang kadang perlu ada pemahaman terlebih dahulu, karena setiap masing-masing orang mempunyai pemahaman yang berbeda-beda.

Senin, 4 Juli 2016

Mahasiswa KKN UGM melakukan penyuluhan terkait ternak Babi dan Kelinci tepatnya di kampung kimak, distrik ilaga, Kabupaten Puncak. Diadakannya penyuluhan ini memang untuk memberikan gambaran kepada peternak bagaimana cara pemeliharaan, pengenalan kandang, olahan hasil ternak, pengolahan limbah ternak, dan produksi serta reproduksi.

Penyuluhan atau sosialisasi ini dihadiri oleh sekitar 20 orang lebih baik itu dari bapak-bapak maupun ibu-ibu. Tak hanya itu, anak-anaknya pun diajak semua. Karena kebetulan hampir semua keluarga di daerah kimak diajak semua.

Beberapa hal yang memang menjadi hambatan mereka ketika kita menyampaikan adalah cara kita menyampaikan dengan bahasa indonesia. Dan tidak semua orang yang ikut penyuluhan ini paham dengan penyampaian Bahasa indonesia.

Bersyukur kami didampingi oleh kabid(kepala bidang) peternakan dan staf-stafnya. Sehingga ketika kita menyampaikan pengetahuan kepada mereka, barulah pak maluk selaku kabid peternakan kabupaten puncak menyampaikan kembali kepada semua yang hadir dengan bahasa yang mereka tahu.

Pembuatan Pupuk Kandang oleh Mahasiswa KKN-UGM PPA-03 Menjadi Ketertarikan Para Peternak Distrik Ilaga-Gome, Kabupaten Puncak, Papua. Selain mudah dalam pembuatannya, mudah mencari bahan dan alat, proses yang tidak lama serta kemanfaatan yang baik untuk tanaman. Pupuk kandang ini bisa menjadi salah satu bisnis yang menggiurkan ketika nantinya bisa diperjualbelikan di kabupaten puncak.

Sontak kami pun berfikir untuk memberikan materi terkait bagaimana cara pengolahan limbah ternak dan pemanfaatan di lahan pertanain. Karena ini adalah suatu hal yang baru. Dan belum ada satu pun yang mau menggeluti dalam bidang ini. Dari Kabid(kepala bidang) peternakan dan beberapa orang lain ada rasa keterkaitan sendiri ketika akan mencoba melihat hasil nyata dari pupuk kandang itu sendiri.

Sehingga dalam penyuluhan kali ini pun kami melakukan sharing dan langung praktek langsung terkait pembuatan puouk kandang. Bahan yang disediakan cukup mudah, seperti halnya kotoran ternak, arang(abu hasil pembakaran, EM4, air dan hasil sisa sayur-sayuran. Kemudian cara pembuatannya cukup mudah, dari mulai persiapan bahan, pencampuran bahan, dan ditutup terpal. Dan terakhir tinggal ditunggu selama 10 hari sampai benar-benar hasilnya seperti bentuk tanah.

Sempat ketika usai acaranya, kami pun sempat makan bersama. Akan tetapi bagi yang muslim tidak dapat mengikuti makan, karena sedang berpuasa.

Saat Makan

Dari mulai awal penyampaian dan tanya jawab semua berjalan lancar dan baik. Bahkan diakhir acara pun kami sempat berfoto bersama. Kami berharap setelah dari penyuluhan ini para peternak dapat mulai mencoba teknis pemeliharaan ternak yang baru, baik itu dari pakan, kesehatan, maupun pengolahan limbahnya.

Selasa, 5 Juli 2016

Hari ini merupakan 1 hari sebelum lebaran. Hanya saja, kami hanya bisa berkesempatan takbiran bersama di mes sendiri.

Bersyukur dalam program inventarisasi/pendataan Kandang Ternak Babi yang dibantu oleh Dinas Kabid Peternakan sudah selesai. Pendataan ini dilakukan untuk monitoring keadaan ternak dan kandang. Selain itu juga akan ada pembentukan kelompok ternak Babi.
Berikut foto beberapa kandang yang ada disekitar Kabupaten Puncak.

Rabu, 6 Juli 2016

Momen luar biasa dan menjadi kenangan hidup. Dimana kami dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri, lain halnya itu kami juga tidak sempat merayakan hari raya bersama keluarga kami di rumah.

Kami dari Tim KKN Kabupaten Puncak Papua mengucapkan “Selamat Menyambut kedatangan Idul Fitri 1 Syawal 1437 H, Taqabbalallohu Minna wa Minkum Shiyamana wa shiyamakum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 H”. Mohon maaf lahir dan bathin Semoga ibadah puasa kita diterima Allah SWT, dan semoga kita selalu dalam Ridho Allah Swt. Amin”

Saat Bersalaman di Masjid

Saling memaafkan dengan berjabat tangan adalah suatu hal yang penting dikala Hari Raya Idul Fitri ini. Semoga dosa-dosa yang pernah kita lakukan antara satu sama lain diampuni Allah SWT. Amin. Usai Shalat Hari Raya Idul fitri 1437 H, kami pun beranjak kerumah-rumah warga sesama muslim di ilaga untuk silaturrahmi dan saling memaafkan. Harapannya semoga hubungan sesama muslim tetap terjaga.

Bersyukur sekali kami bisa berkesempatan untuk bisa menikmati makanan-makanan dan kue lebaran yang dihidangkan beberapa warga muslim yang ada diilaga. Sungguh kami sangat berterimakasih atas sambutan yang diberikan. Semoga kebaikan yang telah diberikan, akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang banyak. Dan tak lain persaudaraan sesama muslim juga tetap selalu erat dengan adanya silaturrahim itu.

Silaturahmi merupakan hal yang paling penting, apalagi saat bulan ramadhan. Silaturahmi dapat menyambung rejeki, memberikan perubahan pada sifat seseorang, dan mampu memberikan petunjuk bahwa hidup itu harus saling mengerti dalam kebersamaan.
Dalam bahasa setiap hari, silaturahmi merupakan cara memohon maaf dan memberikan maaf kepada orang yang pernah melakukan kesalahan, atau memberikan kebaikan dan sambutan yang baik kepada orang yang dulunya menjadi oposisi atau berbeda pandangan. Sehingga silaturahmi itu sangatlah penting di perlukan untuk menyambung tali persaudaraan.

Dalam ajaran islam, Rosullullah bersabda,” Yang disebut silaturahmi itu bukanlah seseorang yang membalas kunjungan atau pemberian, melainkan bersilaturahmi itu adalah menyambungkan apa yang telah putus”. Oleh sebab itu sangatlah penting bagi kita semua untuk menyaradari bahwa silaturahmi tidak hanya merekayasa saja, namun harus melibatkan aspek perasaan atau hati. Dengan kombinasi bahasa tubuh dan bahasa hati, akan memiliki kekuatan untuk berbuat baik dan lebih bermutu daripada apa yang dilakukan oleh orang lain.

Kamis, 7 Juli 2016

Suasana lebaran masih terasa, namun sosialisasi pun tetap berjalan. Dimana dari peternakan harus melakukan sosialisasi kembali di peternakan yang terdapat di Gome, yaitu ternak sapi perah sampai kurang lebih hingga waktu dhuhur tiba. Dan sebelumnya kami juga melakukan sosialisasi peternakan babi dan kelinci di daerah kimak.

Disosialisasi peternakan sapi perah ini kami memberikan sharing terkait pemeliharaan, produksi, pakan, olahan ternak, dan pemanfaatan limbah ternak sapi perah itu sendiri.
Tak lupa, kami pun didampingi oleh Dinas Pertanian Kabid Peternakan dan stafnya. Sehingga membantu kami sekali baik itu saat pengumpulan peternak maupun pada saat membantu kami menerjamahkan bahasa indonesia kedalam bahasa mereka

Disore harinya kami dijadwalkan untuk silaturahmi di Paskhas TNI AU (Pasukan Khas TNI Angkatan Udara) Kabupaten Puncak.

Jumat, 8 Juli 2016

Sebelum shalat jumat, kami sempat main ke tempat mes pertanian terlebih dahulu hingga setelah shalat jumat kami pun kembali lagi.

saat Shalat Jumat di Masjid Al Ikhlas

Sorenya kami ke taman baca. Dimalam harinya kembali lagi ke mes.

Sabtu, 9 Juli 2016

Di pagi harinya ada jalan-jalan pagi ke kimak. Kemudian kami pergi ke pasar dan membeli gorengan. Untuk makan Buka puasa dan Sahur tak lupa dalam mencari bahan-bahannya kami beli dipasar. Kadang kami lebih memilih membeli sayur-sayuran.

Di pasar Ilaga kalian akan melihatan deretan mama-mama sedang menjual dagangannya. Dipasar ini cukup ramai orang berdatangan untuk membeli kebutuhan pangan disetiap harinya. Pasalnya, pasar ini bisa dibilang cukup luas dengan aneka macam dagangan baik itu sayur-sayuran, pakaian, makanan ringan, warung makan dan lain sebagainya.

Ada juga tempat potong rambut, bagi yang ingin potong rambut mode anak ilaga. Jangan ditanya ya kalau masalah tarif harganya, potong rambut disini anda cukup membayar uang seharga 50 rb untuk sekali potong.

Begitu juga untuk barang-barang lainnya juga serba mahal. Jadi jangan heran ya kalau sedang berada di ilaga segala sesuatunya tidak terbayangkan. Maka dari itu, sebagai pendatang di ilaga pastilah kami berusaha untuk menghemat segala sesuatunya. Tapi tetap bersyukurlah apapun itu makanannya. Karena ketika makan dengan keberaamaan itu akan lebih indah

Beruntungnya lagi apabila kita mengenal atau dekat dengan warga yang ada disini. Kadang ketika kita sedang bermain atau berkunjung ke lahan dan berpaspasan dengan warga, kita malah dikasih sayuran atau bahan makanan lainnya.

Kebetulan juga, saat persediaan beras kami habis pada saat itu. Kami juga sempat bingung mau bagaimana lagi. Untungnya pada hari itu ada bantuan pemerintah papua yg menyediakan beras gratis. Dan karena kita sudah cukup mengenal dekat, akhirnya kita diberikan sekitar 15 lebih jumlah karung beras. Bersyukurlah kami pada saat itu, sehingga kami cukup membeli sayuran atau bahan lainnya utk kebutuhan sehari-hari. Selagi kita mau berkomunikasi baik dengan warga disini, segalanya menjadi mudah kok. Apalagi di ilaga ini notabenenya sudah cukup banyak pendatang yang sudah menetap

Sekitar pukul 11.30 lanjut ke lahan pertanian dan sempat mampir ke salah satu honai. Pada saat  itu kami sempat ditawari untuk makan bersama dengan porsi besar. Menunya cukup enak dari mulai ayam, keladi dan saur-sayuran. Sempat main sepak bola juga kami dengan mereka.

Minggu, 10 Juli 2016

Untuk kali ini, saya sempat mengikuti kegiatan gereja bersama dengan non muslim teman kkn kami sampai kurang lebih setengah 11 siang.

Dilanjutkan disiang harinya kami ke Gome untuk membicarakan terkait MOS yang akan diadakan.

Senin, 11 Juli 2016

Kali ini dalam satu hari kami banyak meluangkan waktu di mes pertanian untuk mengolah hasil pertanian dari ubi. Kami mencoba membuat keripik singkong ala teman kami dari jurusan Teknologi Pertanian. Bahkan kami disini sampai menjelang buka puasa.

Selasa, 12 Juli 2016

Rasanya kami ingin kebandara dengan berjalan kaki. Hanya saja mengingat jarak yang cukup jauh. Akhirnya kami naik mobil yang sedang lewat. Hingga sampai sore hari kami hanya berkeliling dari mulai bandara hingga menuju ke mes.

Rabu, 13 Juli 2016

Setelah kemarin silaturrahmi disekeliling dekat masjid usai shalat idul fitri. Kali ini kami diundang oleh guru penggerak ilaga yang berada di distrik gome.

Sore harinya kami ada semacam acara penanaman vertikultur bersama anak-anak taman baca.

Saat Proses Pembuatan

Kamis, 14 Juli 2016

Membantu teman-teman di Taman Baca.

Jumat, 15 Juli 2016

Sebelum shalat Jumat Kabid Perkebunan mengajak kami untuk ke Lahan Kopi untuk memetik dan memanen kopi yang sudah matang. Disini kami juga ditemani oleh anak-anak KKN dari kluster lain dan pemilik lahan kopi ini. Memang untuk sekarang sedang musim panen. Sehingga tak lain kami juga diajak untuk membantu panen kopinya.

Saat Panen Kopi

Inilah beberapa kopi yang sudah kami ambil dan petik. Kopi di ilaga ini sudah beberapa kali diuji lab.Namun beberapa hasil yang sudah pernah diuji, hasilnya berbeda-beda.Sehingga perlu adanya olahan hasil kopi kembali, untuk didapatkan hasil olahan kopi yang terbaik. Senang rasanya ketika kami diajak untuk membantu memetik kopi ini.

Usai memetik Kopi, kami sempatkan untuk berfoto bersama dengan pengurus lahan kopi ini. Dan selanjutnya akan kami proses untuk bisa dijadikan minuman.

Setelah dari kami memetik kopi dari lahan. Berikutnya kami diminta oleh Pak Inti, selaku dinas kabid perkebunan untuk meminta kami membantu proses pembuatan kopi.
Untuk diawal kami mencoba untuk merendam kopi dulu yang nantinya akan dilakukan pengeringan. Tetapi sebelumnya kami lakukan pemilihan kopi terlebih dahulu baik itu yang sudah terlihat merah sekali dan kopi yang masih terlihat ada warna hijaunya.

Saat Memilih Kopi yang bagus

Berikutnya kami coba pisahkan antara kulit dan biji kopinya dengan alat ini. Dengan alat ini, agar lebih mudah nantinya kita mendapatkan biji kopinya. Hasil pemisahan biji kopi dan kulitnya yang sudah selesai. Berikutnya akan dilakukan proses pengeringan.

Sabtu, 16 Juli 2016

Mahasiswa KKN UGM khususnya dari jurusan Pertanian akan memperkenalkan Tanaman vertikultur yang akan diaplikasikan pada perkarangan halaman yang luas diilaga. Yang sebelumnya kami juga sudah melakukan penyemaian bibit tanaman yang nantinya akan dibuat tanaman vertikultur.

Botol atau tempat yang akan dipakai sebagai tanaman vertikultur diwarnai dengan semenarik mungkin, mengingat sasarannya adalah kepada adik-adik yang masih duduk dibangku sekolah dasar khususnya yang berada ditaman baca.

Minggu, 17 Juli 2016

Keliling Ilaga bersama dengan anak-anak ilaga memang menyenangkan. Dimana kami diajak untuk menyusuri hutan, mandi di sungai dan sempat mencoba memakan buah kwin.

Bagi masyarakat di pegunungan Papua, khususnya di kabupaten puncak yang sekarang kami berada disini.Buah kwin ini sangat banyak sekali tumbuh disekitar hutan. Mereka juga menyebut buat kwin dengan sebutan kelapa hutan karena tanaman ini hidup di dalam hutan.Kelapa Hutan terdiri dari beberapa kultivar yang belum dikenal oleh masyarakat luas tetapi masyarakat ilaga secara tradissional sejak dahulu telah mengkonsumsi buah/biji tumbuhan ini sebagai makanan sehari-hari, karena rasanya gurih enak dan aromanya seperti kelapa.
Ini juga menjadi salah satu alasan mereka menyebutnya kelapa hutan. Selain itu bagian daun pohon ini bisa dibuat tikar dan atap rumah. Batang pohon digunakan sebagai papan untuk bangunan rumah dan akarnya sebagai bahan dasar pembuatan tas Noken khas Papua.

Senin, 18 Juli 2016

Hasil Pangan Lokal yang pernah kami kumpulkan, dan kami jadikan olahan untuk program dari Kluster Agro jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

Selasa, 19 Juli 2016

Sempat Kami bermain ke tempat Guru Penggerak di Gome dan membakar jagung.

Rabu, 20 Juli 2016

Acara PSM SMA

Kamis,21 Juli 2016’

Acara MOS SMK dan mulai membuat papan nama.

Jumat, 22 Juli 2016

Dari teman-teman kesehatan mengadakan program kebersihan Cuci tangan dan bersih gigi di Taman Baca.

Acara Masak ibu-ibu

Acara Masak

Sabtu, 23 Juli 2016

Acara MOS SMK dan dilanjutkan acara bersih-bersih sampah disekitar Pasar.

Minggu, 24 Juli 2016

Program Sosialisasi dan Edukasi fungsi akta Kelahiran ini kami laksanakan dengan bekerjasama dengan pihak pemerintah tepatnya dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.Puncak papua. Landasan kami melaksanakan program ini adalah melihat situasi dan kondisi di lapangan dimana masih cukup banyak anak-anak di Kab.Puncak khususnya di Distrik Ilaga yang belum memiliki akta kelahiran, dengan demikian kami berupaya untuk turut serta memudahkan kinerja dari pemerintah dalam hal mensosialisasikan terkait pentingnya akta kelahiran.

Dalam pelaksanaannya sosialisasi ini kami lakukan dengan cara mengunjungi gereja-gereja pada hari minggu, kami masuk dan memberikan sosialisasi serta edukasi setelah kegiatan ibadah selesai. Salah satu gereja yang sempat kami ikuti untuk bisa melaksanakan program ini adalah pada saat sosialisasi dilakukan di geraja Distrik Gome.

Jamaah yang berada di gereja tersebut pun cukup banyak dimana didominasi oleh kaum muda, respon yang ditunjukan oleh masyarakatpun bisa dikatakan positif dimana seminggu kemudian ada beberapa warga yang mendaftarkan nama anaknya untuk kemudian diproses sehingga bisa dikeluarkan akta kelahirannya.

Program sosialisasi dan edukasi akta kelhairan ini sangat berkaitan erat dengan sosialisasi akta nikah dan pencatatan sipil lainnya karena semua yang behubungan dengan pencatatan sipil bisa dikatakan saling berkaitan.

Hambatan yang kami temui dalam melaksanakan program ini adalah terkait akses menuju gereja di masing-masing distrik, selain lokasi yang sangat jauh dan tidak bisa dicapai dengan kendaraan terdapat faktor non teknis lainnya yang berkaitan dengan keamanan di masing-masing distrik.

Disini kami juga melakukan diskusi dengan Dinas kependududkan dan Catatan Sipil membahas terkait bagaimana administrasi kependudukan di Kab.Puncak. berdasarkan diskusi tersebut kami menemukan beberapa fakta lapangan yang cukup unik dimana bisa dikatakan administrasi kependudukan di Kab.Puncak masih kurang, hal tersebut terjadi karena pemerintah setempat dihadapkan dengan permasalahan budaya serta kondisi masyarakat setempat yang bisa dikatakan pemahaman terkait administrasi kependudukannya masih kurang.
Permasalahan budaya yang kami sampaikan disini adalah dimana di Kab.Puncak sendiri ada kebiasaan satu suami memiliki lebih dari satu istri dan pernikahan yang mereka lakukan bukanlah pernikahan resmi melainkan hanya pernikahan adat sehingga tidak ada pencatatan dari pihak pemerintah terkait pernikahan tersebut. Hal itulah yang menjadi kendala dalam hal budaya bagi pemerintah, sangat sulit untuk menemukan dan mendapatkan data terkait ada berapa jumlah KK yang ada di Kab.Puncak khususnya di Distrik Ilaga.

Kendala lainnya adalah masih kurang pahamnya masyarakat terkait administrasi kependudukan sehingga inisiatif warga untuk setidaknya membuat KTP pun masih sangat rendah, sekalipun ada beberapa masyarakat yang membuat KTP mereka tidak mengambilnya kembali ketika KTPnya tersebut telah selesai diproses.

Hasil dari forum diskusi kami tersebut memberikan beberapa terobosan dimana kami mengusulkan untuk bisa mendistriusikan KTP langsung kepada masyarakat yang terkait dengan langsung mengunjungi rumahnya dan hal tersebut menjadi pertimbangan dinas terkait untuk kemudian dilaksanakan.

Usai Sosialisasi, kami berkesempatan untuk berfoto bersama dengan Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Puncak, Papua. Berharap semoga program yang dilaksanakan ini dapat berkelanjutan dan teradministrasi dengan baik. Terimakasih juga kepada pemerintah kabupaten puncak yang telah memberikan kami kesempatan untuk membantu program ini. Sehingga kami dapat paham akan permasalahan yang ada.

Senin, 25 Juli 2016

Indahnya Pelangi Ilaga

Selasa, 26 Juli 2016

Bahkan hampir setiap hari kita dapat menemukan Pelangi

Rabu, 27 Juli 2016

Kali ini kami membua/pengadaan tong sampah merupakan program lanjutan yang fungsinya adalah untuk mendukung program diatas. Target pengadaan tong sampah adalah di sekolah dan tempat ibadah. Tujuannya adalah sebagai edukasi terhadap siswa dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dari sampah. Sekolah yang menjadi target adalah SD 1 Kago, SMP N 1 Kago dan SMA N 1 Kago sedang tempat ibadah adalah Masjid Kago. Setiap titik diberikan 2 tong sampah yang bertuliskan sampah organik dan sampah anorganik. Selain memberikan tong sampah, agenda lainnya adalah memberikan edukasi kepada siswa-siswa di sekolah mengenai jenis-jenis sampah dan cara mengolahnya. Tong sampah dibuat dari sebuah drum sisa yang dibelah menjadi dua. Drum ini diperoleh dari pemda.

Kamis, 28 Juli 2016

Mengajar SD di Aeromaga

Jumat, 29 Juli 2016

Sosialisasi Pendidikan Lanjut di SMA Ilaga

Siang harinya kami melanjutkan acara penyampaian pembersihan sampah dan pembersihan.

Sabtu, 30 Juli 2016

Pagi harinya, teman-teman dari Kluster Pendidikan mengadakan perpisahan dengan pihak sekolah. Pasalnya, beberapa hari lagi kami dari KKN akan segera selesai programnya. sehingga, hari ini merupakan hari terkahir kami mengajar di SD Aeromag.

Siang harinya kami mempunyai tugas membersihkan sampah kembali

Minggu, 31 Juli 2016

Mengingat tinggal beberapa hari kegiatan kami berakhir, beberapa kluster pun menyempatkan untuk memberikan kenang-kenangan pada setiap masing-masing Dinas.

Pemberian Kenang-kenangan oleh Tim Agro
Pemberian Kenang-kenangan oleh Tim Saintek

Senin, 1 Agustus 2016

Membantu mengajarkan anak-anak Taman baca untuk menyanyi pada acara seminar Hasil KKN

Selasa, 2 Agustus 2016

Pagi ini kami dari Tim KKN sedang sibuk-sibuknya menyiapkan acara Seminar Hasil dari program kami selama di Ilaga. persiapan itu dari mulai tempat acara dan persembahan yang akan kami tampilkan.

Pada sore harinya, tiba-tiba saya mendapatkan pesan dari Whatshaap oleh teman saya. Isi pesan itu mengabarkan bahwa ibu saya telah meninggal dunia. Setelah itu saya mencoba memastikan kembali kepada keluarga saya. Ternyata memang benar adanya. Tubuhku sempat lemas pada saat itu, dimana saya belum sempat bertemu ibu usai lebaran. Akhirnya setelah itu, dari pihak Kabupaten Puncak pada saat itu langsung memesan tiket pesawat dari Ilaga hingga Yogyakarta.

Akhirnya saya pun diminta untuk beristirahat terlebih dahulu untuk bersiap-siap pulang esok harinya. Dan teman-teman lainnya sedang sibuk-sibuk mengerjakan presentasi untuk esok harinya.

Rabu, 3 Agustus 2016

Esok harinya saya pun kembali dari mes pertanian ke mes kami. Kemudian saya pun langsung menata barang-barang kami dan langsung diantar oleh teman-teman agro menuju Bandara. Sempat menangis juga pada saat itu, dimana saya harus kembali terlebih dahulu ke kampung halaman.

Selang saya kembali ke rumah, dapat kabar dari teman dari Ilaga, bahwa acara seminar hasilnya dapat berjalan dengan lancar. Syukur lah kalau begitu.

Kamis, 4 Agustus

Teman-teman kami kembali turun dari Ilaga menuju Timika. Dan dilanjutkan transit di Bali, kemudian terakhir di Jogja.

Sungguh pengalaman luar biasa yang kami rasakan selama berpengabdian ini.  Sekali lagi terimakasih kepada Pihak UGM yang telah mengadakan kegiatan KKN ini, Pihak Pemda yang telah memberikan kesempatkan kami untuk dapat berkegiatan, Pihak Masyarakat yang telah mengikuti program kami, Pihak sponsor yang telah membantu kami, dan Tak lupa kepada rekan satu tim yang saling mendukung dan bekerjasama. Semoga kedepannya aka nada waktu kunjungan kami ke Ilaga kembali.

Kenang-kenangan Poster