Langkah Awal Perubahan Mencapai Kesuksesan Melalui Kesederhanaan

Menjadi seorang yang biasa dengan hidup kesederhanaan, kadang menjadi salah satu kendala bagi kita untuk melakukan sesuatu yang besar dengan apa yang kita impikan. Tapi sebaliknya, hal itu dapat berubah apabila kita mempunyai kemampuan yang kreatif dan inovatif, yang justru akan memberikan salah satu cara untuk membantu mensukseskan impian-impian besar kita. Akan tetapi, Kadang beberapa orang merasa bahwa ketidakmampuan dirinya akan memberikan pengaruh juga dikemudian hari menjadi hidup yang biasa-biasa saja. Ditambah lagi dengan pikiran, bahwa sepertinya ketidakmungkinan  untuk menjadi orang yang luar biasa. Sehingga pikiran-pikiran semua itu, seharusnya mulai sedikit-sedikit dapat kita kurangi dengan melihat sosok-sosok orang yang pernah merasakan seperti halnya dengan apa yang kita rasakan. Hingga sosok namanya itu juga terkenal dimana-mana karena kesungguhan dan usahanya dalam menjalankan kehidupan, walaupun hanya dengan kedadaan yang sederhana.

Siapa yang tidak mengenal salah satu pahlawan atau tokoh Proklamator Indonesia ini. Bung Hatta salah satu tokoh Proklamotor kita dan sosok yang selalu hidup dalam keserdehanaan dan jauh dari pengaruh ingin memanfaatkan ketokohan  serta kekuasaan yang dimiliki buat kepentingan pribadi dan keluarga. Bahkan beliau sampai bersumpah tidak akan kawin sebelum Indonesia merdeka. Ucapan dan janji ini bukan hanya sekedar pemanis bibir saja pada rakyat sebagaimana yang kita lihat pada pemimpin sekarang ini. Bung Hatta membuktikan janjinya baru menikah setelah tiga bulan kemerdekaan di proklamirkan. Beliau baru menikah pada uisa 43 tahun, tepatnya pada tanggal 18 November 1945. Mas kawin yang diberikan oleh Bung Hatta pada Ibu Rahmi saat itupun hanya sebuah buku “Alam Pikiran Yunani” karangan beliau sendiri sewaktu di tahan di Banda Neira tahun 1930 an. Pada saat itu Ibu Rahmi berusia 19 tahun.

Drs.H.Mohammad Hatta dilahirkan di Bukittinggi Sumatera Barat pada 12 Agustus 1902. Terlahir dengan nama Mohammad Athar. Bung Hatta juga kita kenal sebagai seorang diplomat, negarawan, bapak Koperasi, wakil Presiden I R.I. Sikap beliau yang dikagumi banyak orang adalah sangat sederhana, jujur, santun, hemat. Hidup beliau benar-benar dibuktikan buat kepentingan bangsa dan negara. Penjara sudah tak terhitung kalinya beliau rasakan dalam  memperjuangkan bangsa dan negara dari kekuasaan penjajah bersama Soekarno.        Karena aktivitas politik Hatta pada salah satu organisasinya menyebabkan dirinya ditangkap tentara Belanda yang akhirnya dibebaskan setelah ia berpidato dengan pidato pembelaan berjudul: Indonesia Free.

Sebagai seorang yang berlatar belakang anak Petani dan Bangunan. Hal itu bukan menjadi suatu kendala bagi saya untuk dapat mencapai impian-impian besar dan merubah ekonomi latar belakang keluarga. Sejak kecil hingga dewasa ini dengan hidup yang apa adanya, tetapi kedua orang tua saya mampu membiayai saya hingga di jenjang yang paling tinggi yaitu berada di Universitas Gadjah Mada, Universitas Ternama di Indonesia. Itu semua adalah berkat perjuangan orang tua yang mana telah memberikan semangat kepada saya hingga sampai saat ini dan begitu juga berkat dari usaha yang kita lakukan. Dari tahap-tahap seperti itulah, nantinya akan menjadi salah satu langkah untuk dapat seperti bapak proklamtor kita. Dan yang terpenting bagi kita juga harus mengucapkan rasa syukur itu dari segala apapun yang pernah kita capai itu.

Belajar memang tidak ada hentinya bagi kita, baik dimanapun dan kapanpun. Belajar adalah proses dimana seseorang dapat berkembang sesuai dengan apa yang nantinya akan dicapai. Alhamdulilah selama berada dilingkungan sekolah yang cukup bagus, saya dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan yang saya miliki. Mengingat, lingkungan yang bagus juga merupakan salah satu pendorong perkembangan dalam kemampuan otak kita.

Bersyukur saya dapat diberikan kesempatan mengenyam di perguruan tinggi dengan berbagai macam kegiatan, dari mulai masuk kuliah pun sudah mulai aktif ikut berorganisasi dan berkegiatan di kampus. Mengingat ketika saya berada didalam lingkup mereka, akan ada kemampuan yang dapat terapkan di kemudian hari. Seperti halnya mendapatkan pengalaman ketika berorganisasi, dari mulai menjadi anggota kemudian mengikuti kepanitian-kepanitian acara yang dapat saya ikuti. Sebagai seorang aktivis, memang selayaknya tahu akan dinamika organisasi dan apa sebenarnya hal-hal yang ada didalamnya. Sehingga nantinya akan mengetahui kemampuan yang kita miliki akan semakin bertambah.

Kadang dalam setiap proses pastilah kita akan menemukan permasalahan masing-masing orang terkait penunjang untuk melangsungkan kegiatan. Disini pun saya berusaha mencoba dengan segala cara untuk dapat mengikuti segala acara dan membantunya, walaupun memang keadaannya hanya biasa saja. Akan tetapi, pengaruh kedepan akan memberikan hasil yang mempunyai keadaan baik juga.

Hingga suatu saat, pernah saya  ditunjuk menjadi pemimpin diantara orang-orang yang memang mempunyai kemampuan lebih hebat dari saya. Rasa sadar diri pun memang saya rasakan pada saat itu, melihat kemampuan saya yang biasa-biasa saja. Tetapi hal itu tak membuat saya untuk mencoba dan berusaha. Karena mencoba itu belum tentu gagal, dan kegagalan itu pasti akan pernah kita rasakan. Hanya saja bagaimana kita menyikapi dari hal itu semua. Bung Hatta pun dalam memimpin pernah mengalami kegagalan. Tapi hal itu, beliau bisa menanganinya dengan baik dengan kemampuan ide yang beliau milikinya.