Part 1 (Malaysia) : Partisipasi Menuju Festival Tari di Malaysia

OPENING

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan bahasa daerah, dan dua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. Budaya dan bahasa merupakan cerminan dari ciri khas suatu daerah, sedangkan melestarikannya adalah kewajiban kita sebagai anak bangsa. Melestarikan budaya bangsa merupakan salah satu bentuk kebanggaan dan kecintaan terhadap budaya bangsa itu sendiri, terlebih melihat kenyataan pada zaman modern ini, di mana para generasi muda lebih menikmati budaya luar dan tidak sedikit pula budaya Indonesia yang diklaim oleh negara asing.

Oleh karena itu, kami sebagai anak bangsa yang tergabung dalam sebuah Organisasi Tari Rampoe Universitas Gadjah Mada (UGM) yang cinta akan budaya tari bermaksud mengikuti Festival Colours Of The World pada tanggal 14 – 16 Maret 2015 di Malaysia.

Rampoe UGM merupakan sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada yang bergerak dalam bidang seni tari dan seni musik Aceh. Dibentuk sejak 28 Desember 2009 dengan 200 lebih anggota aktif dari berbagai macam jurusan, fakultas, kampus, dan etnis yang ada di Yogyakarta. “Rampoe” (dibaca: rampo) diambil dari bahasa Aceh yang berarti “beraneka ragam” merupakan representasi dari latar belakang anggota dan variasi tarian yang dipelajari, diajarkan, dan ditarikan oleh Rampoe UGM seperti: Tari Likok Pulo, Tari Rateb Meusekat, Tari Ratoeh Duek / Ratouh Jaroe, Tari Rapa’i Geleng, Tari Tarek Pukat, Tari Ranup Lampuan, Tari Saman Gayo, & Tari Seudati.

Rampoe UGM ini merupakan wadah seni yang tepat untuk para mahasiswa atau para pemuda yang rindu akan kesenian dan kebudayaan bangsa yang kaya ini. Rampoe UGM merupakan salah satu langkah kecil dari representasi kita untuk mempelajari banyaknya budaya di Indonesia, yang salah satunya adalah seni Aceh. Rampoe UGM berdiri berasaskan kekeluargaan dan sangat terbuka untuk umum. Untuk masuk tim ini, seseorang tidak diharuskan memiliki basic penari atau pemusik, karena kita akan belajar bersama dan akan mengajarkan dari nol sampai kita bisa semua.

Dalam kurun waktu selama kurang lebih 8 tahun ini Rampoe UGM telah mengikuti festival di Perancis, Belgia, Malaysia. Taiwan, dan Cheko. Hal ini menyebabkan, tim ini cukup terkenal baik di kalangan masyarakat umum maupun di kalangan komunitas-komunitas seni dan budaya yang ada di Yogyakarta.

Dan bersyukurnya, kini untuk ketiga kalinya kami diundang oleh panitia FESCO Malaysia untuk berpartisipasi dalam kegiatannya. FESCO atau Festival Colours Of The World merupakan perlombaan kesenian tari tingkat internasional yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali. Kami dari Tim Tari Rampoe UGM berkesempatan untuk berpartisipasi dalam acara tersebut dengan sebelumnya mengikuti seleksi yang diselenggarakan oleh pihak penyelenggara. Tujuan utama kami mengikuti kegiatan festival tersebut adalah untuk memperkenalkan dan mengemban misi seni, budaya dan pendidikan Indonesia di kancah Internasional. Tak lupa juga membawa nama almamater kami Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Pertunjukan yang akan kami tampilkan adalah Tari Meusare-sare kolaborasi antara putri dan putra. Peserta dalam festival ini terdiri dari tiga Negara yaitu Indonesia dan Malaysia. Dengan jumlah peserta tim kami berjumlah 25 orang dengan 3 official. Awalnya memang kami diundang untuk mengikuti perlombaan tingkat internasional yang diadakan oleh FESCO sendiri. Namun, karena diperlombaan itu terdapat persyaratan bahwasanya perlombaan itu akan dinamakan internasional apabila terdiri dari dari 3 negara lebih. Mengingat pada saat itu yang mendaftar hanya 2 negara, yaitu Indonesia dan Malaysia. Sehingga, perwakilan di Indonesia disuruh memilih untuk tetap tampil dengan sebagai tamu undangan atau tidak ikut serta.

Sebenarnya kami sempat kecewa dengan informasi yang ada. Karena pada minggu sebelumnya ketika kami mendaftar, memang tujuan awalnya adalah perlombaan, namun malah diganti dengan menjadi tamu undangan. Akhirnya, kami pun memutuskan untuk mengambil tawaran oleh pihak Fesco, pasalnya tim kami sudah terbentuk selama 2 minggu. Akan teramat sayang  juga apabila kami tidak mengambilnya, karena dari kami pun juga sudah mempersiapkan pesan tiket dan semua anak yang akan berangkat pun sedah mendapatkan izin dari masing-masing orang tua.

Dan intinya kami harus yakin, bahwa dengan menjadi tamu undangan nantinya akan memberikan manfaat yang dapat kita jadikan sebagai pengalaman. Terlebih lagi, sepatutnya kita menjadi salah satu duta perwakilan dari Indonesia yang akan memperkenalkan budaya bangsa Indonesia.

PROSES LATIHAN

Sempat diawal pemilihan tim keberangkatan, kami masih perlu banyak memperdalam untuk mempelajari beberapa tarian. Pasalnya semua anak yang mengikuti keberangkatan ini harus belajar dari awal akan tarian ini. Sehingga, mau tidak mau selama 1 bulan menuju keberangkatan harus dapat bekerja ekstra dalam latihan. Bisa dikatakan, mungkin hanya waktu sekitar 2 minggu kita aktif untuk latihan. Dan pastinya masing-masing anak harus merelakan waktunya untuk dapat mengkondisikan kegiatan akademik maupun organisasi dan dapat berfokus pada kegiatan ini.

Saat Latihan

Setiap yang namanya tim keberangkatan ketika akan mengikuti sebuah perlombaan maupun festival pastilah akan menemui kondisi permasalahan yang akan dihadapi. Dimana pada saat kami latihan pun begitu, adanya perbedaan saat menentukan gerakan tari maupun ketukan nada pun itu pasti akan ada. Sehingga, tinggal bagaimana kita dapat menyikapi bersama untuk disepakati dan ditangani dengan cara yang baik. Karena ketika dengan sikapi rasa emosi, maka akan menimbulkan suasana riweh dari masing-masing anak itu sendiri.

Tapi beruntungnya selama latihan kami dapat belajar bagaimana mengurangi rasa ego kita masing-masing dan saling memahami keadaan satu sama lain. Sehingga semakin kita latihan, akan banyak kemajuan tarian yang nanti kami tampilkan.

PELEPASAN KEBERANGKATAN TIM

Sudah menjadi ritual setiap tahun dalam organisasi rampoe ugm ini, dimana setiap ada tim keberangkatan untuk diplomasi keluar negeri baik itu dalam kegiatan kompetisi maupun festival akan diadakannya semacam pelepasan keberangkatan itu tim sendiri. Dengan harapan, agar tim keberangkatan ini dapat melaksanakan kegiatan dengan baik selama berada ditempat acara. Begitu pun sesuai tujuan diplomasi, dimana kami diharapakan untuk dapat membawa nama baik kampus dan Negara kami dalam hal budaya.

Anggota Tim Keberangkatan FESCO 2016, MALAYSIA

Kebetulan, acara pelepasan ini diadakan dua hari sebelum keberangkatan. Dengan rangkaian acaranya menampilkan tarian yang akan kami tampilkan nantinya, sambutan dari pihak kampus dan organisasi, serta tidak lupa prosesi doa keselamatan. Tamu undangan yang hadir pun cukup banyak hingga memenuhi ruangan Auditorium Fakultas Ilmu Budaya UGM. Setelah itu, usai acara kami melangsungkan foto-foto bersama. Tak lupa, berbondong-berbondong masing penonton yang dekiat dengan salah satu anggota tim keberangkatan diberikan selamat agar nantinya dapat melaksanakan acaranya dengan sukses.

PERSIAPAN KEBERANGKATAN

 Tak lupa dalam hal persiapan keberangkatan tim, ada beberapa hal yang perlu kami lakukan dari mulai kebutuhan individu maupun kebutuhan untuk tim sendiri. Dimana yang paling di tekankan pada saat itu adalah pemesanan tiket yang mengharuskan kami untuk dapat menyiapkan passport. Karena ketika dalam satu tim ada satu atau dua orang yang belum mengurus pembuatan passport, justru akan memperlambat proses booking tiket pesawat. Berbeda lagi, ketika mempersiapkan barang-barang lain seperti kostum, make up, dan lainnya kami dapat mengurus tanpa bermasalah. Alhasil, untuk pembuatan passport sendiri dengan cara dikordinir dan dibuat dengan bersama-sama ke tempat yang ada di Yogyakarta. Pasalnya, jarak waktu keberangkatan pada saat itu tinggal 1 bulan lagi. Sehingga mau tidak mau, kita harus memproses secepatnya. Beruntunglah, dalam waktu 1 minggu passport dapat terselesaikan dengan baik. Sehingga proses booking pesawat dapat dilakukan dengan secepatnya..

Saat Pembuatan Passport

Lain halnya itu. kami sempat mempunyai permasalahan juga pada saat persiapan proses perekaman lagu yang nantinya akan menjadi music pengiring kami tari. Pasalnya tarian yang akan kami tampilkan tidak menggunakan orang yang mengiringi musik, sehingga kami harus membuat recording pada saat itu. Perekaman yang dijadwalkan 1 minggu sebelum keberangkatan fesco, tetapi baru diproses 2 hari sebelum keberangkatan fesco. Memang untuk perekaman sendiri membutuhkan alat pendukung, penggendang, dan penyanyi. Sehingga apabila salah satu komponen ini tidak ada. Maka akan memberikan pengaruh ketidak berlangsungnya rekaman itu. Kejadian ini pun membuat penari merasa dibingungkan. Pasalnya semua tarian dan ketukan nada yang akan ditampilkan itu tidak sesuai dengan apa yang ada direkaman. Bersyukurlah manajer kami yaitu Bang Hanif dapat mengkordinasikan rekamannya pada saat itu bersama Bang oli, afifah, mas fadli dan khalish. Kerja keras dan usaha yang mereka lakukan demi tampilnya fesco 2016, alhamdulillah rekaman itu jadi dengan baik.

Beda hal masalah yang satu ini yaitu ketika dimalam sebelum keberangkatan besok kamis(14/04), kami berinisiatif untuk mengadakan pertemuan untuk membahas masalah tiket pesawat, kostum dan perlengkapan lainnya. Tiket pesawat yang kami booking pada saat itu memang sempat belum dikirim, sehingga sebelumnya kami tetap percaya bahwa kita berangkat sesuai jadwal yang kita rencanakan yaitu pukul 14.00 sudah sampai di Bandara Adisucipto, yogyakarta. Namun sekitar pukul 17.30 salah satu teman kami dapat pesan tiket pesawat telah sampai. Dan ketika dibuka jadwal tiket pesawatnya sontak dia menangis dan menyampaikan rasa bersalah atas ketidaktahuan akan kejelasan yang ada.

Mengingat dari kemarin tiket pesawat belum sampai juga. Dan ditiket pesawat tertera bahwasanya besok kamis bahwa pesawat akan terbang pukul 11.00. Sehingga mau tidak mau kami harus sudah siap-siap dari jam 8 pagi sudah sampai di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta. Keadaan seperti itulah dapat dikatakan hampir semua teman-teman fesco cukup kaget dan harus tetap tenang. Tinggal bagiamana masing –masing dari kami lah sekarang memikirkan ketika besok yang ada ujian, kuliah, tugas dan praktikum sudah tidak dipermasalahkan lagi. Mengingat waktu yang sudah tidak banyak untuk kita lakukan dan kita pun harus siap-siap packing malam ini juga.

Akhirnya kami pun sudah paham dan mengerti akan semua hal yang ada. Dan satu persatu pun kembali ke rumah masing-masing untuk persiapan esok harinya. Pastilah pergi ke negeri orang sudah dinanti-nantikan semenjak satu bulan yang lalu. Apalagi kita membawa nama kampus dan negara kita juga. Sepatutnya kita bangga menjadi duta kampus sebagai perwakilan.