Program Kepemimpinan Muda Asean Di Filipina

OPENING

Problematika yang terjadi saat ini adalah mengenai layak atau tidaknya suatu negara dikatakan merdeka dari segi manapun. Hal ini merupakan sebuah tantangan besar ketika menyadari bahwa kendala yang akan di hadapi Indonesia pada tahun 2015 lalu dan seterusnya akan semakin kompleks terutama di dalam Penerus bangsa dalam hal mengenal dan memahami Asean yang mana dalam menuju persaingan dunia, untuk itu masyarakat Indonesia khusunya generasi muda dituntut untuk berpikir jauh ke depan. Dengan adanya MEA(Masyarakat Ekonomi Asean) masyarakat di tuntut untuk produktif dalam berbagai bidang, tetapi akan lebih baik lagi ketika hal itu dibarengi dengan pengembangan diri masing-masing masyarakat terkait Asean. Perlu disadari bahwa pengenalan Asean merupakan senjata untuk menjadikan Indonesia berjiwa pada umumnya di mata dunia dan khusunya di Asia Tenggara.

Tapi, ada hal sedikit yang menyadari bahwa pemimpin muda merupakan salah satu jalan yang terbaik untuk memecahkan beragam masalah. Oleh karena itu, kesadaran ini harus di dukung dengan adanya peran para pemuda dan tentunya pemerintah di dalamnya. Terkait dengan hal tersebut sudah menjadi keharusan pemuda pemudi dan seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam mensosialisasikan Asean, sehingga nantinya akan lebih dekat dapat mengenal Asean. Dengan adanya sosialisasi dan upaya pengembangan yang berkelanjutan di harapkan masyarakat juga akan lebih memahami serta mampu menerapkan apa yang menjadi tujuan Asean itu sendiri.

Maka dari itulah, salah satu komunitas ASEAN yang tergabung dalam Anggota Asosiasi Pemimpin Muda ASEAN(AYLA) mengadakan sebuah program yang menyediakan para pemuda untuk bergabung dan belajar terkait ASEAN lebih dekat. Program ini berfokus pada pengembangan dan penganalan diri dari para delegasi, dengan harapan akan berkembang menjadi seorang individu yang dapat meningkatkan komunitas ASEAN itu sendiri, baik itu melalui kegiatan yang bermakna, berkelanjutan dan berinisiatif.

Konsep program ini dalam bentuk camp dengan tema “Pengenalan pada diri, masyarakat dan ASEAN”. Dimana para delegasi akan melaksakan agenda dalam bentuk diskusi, lokakarya, serta terdapat semacam training. Pada akhir diskusi, interaksi dan lokakarya, para delegasi diharapkan juga dapat mengembangkan ide-ide tentang pengembangan masyarakat dan Pengenalan ASEAN. Serta tidak lupa, sebagai pemimpin masa depan setidaknya dapat mendedikasikan diri untuk pertumbuhan dan pembangunan melalui layanan sosial seperti pemberdayaan pemuda, program relawan, dan kegiatan internasional lainnya.

APPLY PROGRAM

Setelah sebelumnya, saya mengikuti Program Budaya di Negara Thailand. Berikutnya, Saya merasa ingin mengikuti program internasional kembali, baik itu kegiatan semacam summer camp, festival, maupun kompetisi. Setidaknya dengan adanya program dari Internasional ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan bertambah pengalaman dengan dunia yang ada diluar. Walaupun, memang program di negara sendiri juga banyak mendukung pengembangan diri. Akan tetapi, tidak ada salahnya apabila kita mencoba untuk merasakan program yang tingkatnya lebih luas sekali.

Semenjak aktif di media sosial sejak lulus SMA, dari mulai facebook dan twitter. Banyak info-info yang saya dapatkan terkait program dari luar negeri. Baik itu program dalam bentuk kompetisi, festival, summer camp dan bahkan ada program berbayar dan tidak. Namun, dari semua info adakalanya perlu saya pilih terlebih dahulu. Dimana saya harus menentukan waktu yang tepat, negara yang dituju, dan pastinya seleksi program yang tidak memberatkan.

Bersyukurlah, pada saat itu saya menemukan program yang dapat dikatakan sesuai dengan keinginan saya sendiri. Dimana program ini lebih mengarah kepada pengembangan diri untuk para pemuda ASEAN. Dan lagi-lagi seleksinya cukup mudah, kita hanya perlu mengisi data dan membuat essay mengenai pemimpin pemuda ASEAN. Sehingga, pada saat pengumuman itu saya dinyatakan lolos seleksi dengan 50 Pemuda ASEAN lainnya.

Program pemuda ini dinamakan “3rd AYLA(ASEAN Youth Leaders Association) Advocacy Camp : ASEAN POV: Discover Yourself, Define ASEAN. Program ini diselenggarakan di  Phillip’s Sanctuary, Antipolo City, Philippines pada tanggal 28 – 30 Agustus 2015 dengan peserta dari berbagai negara ASEAN. Diantara negara yang ikut berpartisipasi antara lain dari Indoensia, Kamboja, Filipina, Vietnam, Malaysia dan Singapura. Dari negara Indonesia sendiri mengirimkan 8 Delegasi, dua diantaranya dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

11705210_477972352352730_6140314367935505171_n
Daftar 50 Delegasi AYLA, Filipina 2015

11242062_477972345686064_7917967300754120925_n 11169162_477972349019397_6079762995607949963_n

Sebelumnya diawal pengumuman seleksi, sebenarnya jumlah yang lolos seleksi ada 14 delegasi indonesia dari 50 delegasi Asean. Bahkan, kami pun sempat membuat grup chatting melalui whatshaap untuk komunikasi lebih lanjut terkait kepastian keberangkatan tiap-tiap masing orang. Mengingat dari pihak program juga ada batas waktu konfirmasi peserta keberangkatan. Maka dari itu, tidak semua yang lolos seleksi itu juga akan berangkat, dengan pengecualian apabila mereka mampu menyelesaikan persyaratan yang ada. Persyaratan yang harus dipenuhi antara lain membayar uang regristrasi dan mengirimkan bukti pemesanan tiket keberangkatan. Selang beberapa minggu dari adanya penetapan deadline, melihat beberapa orang mempunyai kendala baik itu finansial maupun ada agenda kegiatan lain. Sehingga hanya ada 8 delegasi dari Indonesia yang dapat berangkat untuk mengikuti Program Pemuda ASEAN di Filipina.

8 Delegasi ALYA 2015 dari Indoensia

PERSIAPAN KEBERANGKATAN

Beberapa Barang yang Harus Dipersiapkan

Dari 8 delegasi indonesia yang sudah terdaftar untuk kepastian keberangkatan di Filipina. Kemudian kami akhirnya membuat grup komunikasi kembali lewat grup whatshaap, agar pembicaraan keberangkatan dan persiapan lainnya dapat dibicarakan lebih detail. Pasalnya beberapa dari kami juga ada yang baru ke luar negeri maupun akan baru pergi ke Filipina untuk pertama kalinya. Begitupun saya, Negara Filipina merupakan negara yang belum pernah saya kunjungi dan termasuk salah satu negara yang ingin saya kunjungi. Terlebih lagi, orang filipina notabenenya untuk bicara Bahasa Inggrisnya luar biasa. Mengingat semenjak mereka duduk dibangku sekolah dasar, mereka sudah diajarkan untuk membiasakan bahasa inggris sebagai bahasa setiap hari. Lain halnya itu, pastilah tempat wisata di Filipina juga tidak kalah bagus dengan negara lain. Sehingga, ada harapan usai dari program dapat mengunjungi salah satu tempat wisata yang ada di Filipina.

Berbicara mengenai pengurusan tiket pesawat pulang pergi(PP) Jogja-Filipina, berbeda saat pengurusan tiket pesawat PP Jogja-Thailand. Pasalnya, untuk program yang di Thailand sebelumnya untuk pengurusan tiket sudah diurus oleh pihak panitia itu sendiri. Sehingga kita tidak perlu repot-repot untuk memilih pesawat dan jadwal waktu keberangkatan. Sedangkan untuk di Filipina, pihak panitia hanya menanggung fasilitas makan dan penginapan selama program. Mau tidak mau, memang kami harus berusaha untuk booking tiket bersama-sama, agar nantinya satu sama lain dapat aman dalam perjalanan. Beruntungnya komunikasi di grup peserta dari Indonesia cukup bagus, sehingga untuk memilih tiket pun kami saling bolak-balik membahasnya.

Walaupun begitu, ternyata beberapa anak ada yang sudah booking tiket pesawat namun jadwalnya berbeda-beda baik itu dari pesawat, jadwal keberangkatan maupun transit negaranya. Beberapa alasannya, ada yang terlebih dahulu booking karena harga pada saat itu lebih murah, ada yang booking jauh hari-hari karena kondisi keuangan baru ada di akhir-akhir mendekati deadline konfirmasi tiket, serta ada juga yang kebetulan salah pilih jadwal penerbangan yang dipilih. Seperti halnya saya, kebetulan pada saat sebelum saya membooking tiket pesawat, sempat saya komunikasi dengan teman satu delegasi dari Yogyakarta yang kuliah di UII(Universitas Islam Negeri) untuk membantu dalam pengurusan tiket bersama. Akan tetapi, teman saya itu sempat salah memlilih jadwal waktu penerbangan, yang mana ada perbedaan dalam transit negara. Dimana saya transit di bandara singapura, sedang teman saya di bandara malaysia.

Lain halnya itu, teman saya yang sama dari UGM memunyai waktu transit dengan saya. Hanya saja berbeda dalam waktu. Sehingga dari ke 8 delegasi, untuk keberangkatan 2 delegasi dari IPB sendiri, 2 delegasi dari UII dan 1 delegasi dari Balikpapan transit dimalaysia, saya transit di singapura, dan 2 delegasi dari UGM dan STKIP Garut lain tempat transit sama dengan saya namun beda waktu keberangkatan. Tapi kami percaya, bahwa nanti dari masing-masing kami pasti akan berkumpul bersama usai sampai di tempat program. Bersyukur untuk tiket kepulangan sendiri 6 dari 8 delegasi mempunyai jadwal kepulangan dan transit yang sama. 2 delegasi dari IPB memiliki tiket peswat dengan transit yang sama, namun waktu keberangkatan mereka lebih dahulu.

Bagi saya, kepergian ke luar negeri kedua kali ini bisa dikatakan harus hati-hati sekali. Pasalnya, saya perlu mandiri dalam segala hal. Dari mulai persiapan barang, memperlancar komunikasi, mencari dana keberangkatan, maupun keberangkatan ke Filipina sendiri.

Rundown AYLA 2015

SAAT KEBERANGKATAN JOGJA-JAKARTA-SINGAPURA–FILIPINA

Saat Berada di Dalam Kereta

Tepatnya pada tanggal 25 Agustus di waktu sore hari dimana keberangkatan kereta saya dijadwalkan. Kebetulan saya ditemani King(kawan UGM), dimana kami berangkat bersama untuk ke Jakarta. Karena, kebetulan pesawat kami dari Jakarta-Filipina baru dijadwalkan terbang pada tanggl 26 Agustus pagi hari. Walaupun nantinya saat sampai di jakarta, jadwal penerbangan Jakarta-Singapura kami berbeda. Alhasil aku harus bisa mengurus diri sendiri.

Pada saat sampai di Jakarta pada pagi hari, kebetulan kami bertemu kawan dari delegasi Indonesia bernama Yogi. Dimana yogi lah yang nantinya satu penerbangan keberangkatan bersama King. Sebelum itu, kami sempat kenalan terlebih dahulu satu sama lain agar nantinya saat di Filipina dapat terjalin hubungan yang baik. Barulah setelah itu, penerbangan mereka terlebih dahulu untuk transit singapura. Kabar dari mereka, sempat akan ketinggalan penerbangan pesawat. Karena mereka sempat berjalan-jalan untuk berkeliling dan sempat lupa akan waktu. Berbeda lagi dengan saya, dalam waktu 8 jam transit cukup membuat saya bingung sebenarnya pada saat itu. Pengalaman transit ini merupakan pertama kalinya di Singapura, sehingga saya sempat menyempatkan untuk berkeliling-keliling terlebih dahulu. Berhubung ada tempat peristirahatan bagi orang yang transit, dimana tempatnya berbentuk seperti kasur dan dilengkapi dengan charger. Sehingga saya meluangkan waktu beberapa jam disini. Lain halnya itu, usai istirahat saya mencari makan disalah satu tempat restoran terdekat. Tak dipungkiri, dimana saya berkesempatan bertemu dengan mahasiswa indonesia yang sedang melanjutkan studi di singapura. Dari situlah, saya pun sempat banyak ngobrol mengenai hal kehidupan disingapura bagi mahasiswa indonesia itu sendiri.

Dan anehnya, pada saat asyik-asyiknya istirahat saya belum sempat melakukan pengecekan identitas serta di cap stempel pada passport. Sampai pada kejadian dimana saya di integrosi oleh petugas karena keterlambatan saya untuk pencetkan boarding pass tiket pesawat. Padahal pada saat itu waktu tinggal sekitar setengah jam lagi pesawat akan terbang. Beruntunglah, kemudian tak lama saya lolos pengecekan dan langsung lari ke ruang tunggu penerbangan. Sungguh saya sempat was-was saat tempat ruang tunggu jaraknya cukup jauh, sampai saya harus berlari untuk sampai di tempat. Perjalanan yang cukup, tapi akhirnya saya sampai juga dan langsung ikut berbaris ke belakang untuk siap-siap masuk dalam pesawat. Alhamdulilah ku ucapksan syukur, dimana saya dapat sampai di dalam pesawat dan dapat menikmati perjalanan.

SAMPAI DI TEMPAT PROGRAM

Tepatnya pada tanggal 27 Agustus 2015 kami tiba di Manila sekitar puluk 05.00 WIB, dimana masing-masing dari delegasi indonesia dan delegasi lainnya diharuskan berkumpul ditempat yang sudah ditentukan, sekaligus peserta diwajibkan memakai pakaian berwarna kuning agar memudahkan pencarian delegasi. Setelah semua delegasi berkumpul, barulah kami bersama-sama menuju ke tempat Camp yang berada di Sanctuary, Rizal. Sesampainya ditempat program sekitar pukul 12.00 WIB, kami langsung melakukan regristrasi. Mengingat kloter 1 delegasi sudah sampai, sehingga kami harus menunggu delegasi pada kloter 2.

Disore hari, delegasi pada kloter 2 pun akhirnya sampai ditempat dengan selamat. Kami semua pun akhirnya disuruh menyantap makanan yang.ada. Disela-sela makan, adakalanya beberapa orang menyempatkan untuk berbincang-bincang dengan lain negara. Bahkan saat awal kami bertemu, salah satu dari kami malah ada yang membuat kami langsung mengenal dari sifat karekteristiknya, tapi bersyukurlah akhirnya dapat makan juga. Usai makan, kami langsung menuju tempat penginapan selama program berlangsung. Karena lepas dari program, semua peserta diharapkan pergi dari tempat penginapan. Untuk penginapan sendiri, sebenarnya bisa dikatakan cukup rawan bagi anak putri. Dimana tempat penginapan hanya ada 2 ruangan, runganan dibawah dipakai anak putri dan ruangan atas dipakai untuk anak laki-laiki.

Di malam harinya, kami langsung berkumpul kembali untuk makan malam dan pembagian grup sebagai kelangsungan diskusi kedepannya.  Cukup ramai juga pada saat mama itu, dimana kami diajak untuk saling mengenal satu sama lain dalam bentuk permainan. Dari sinilah, satu sama lain dapat merasakan keakraban dengan lain peserta. Ditambah lagi, kami semua peserta dilegasi putra ada dalam satu tempat. Sehingga memudahkan  untuk dapat saling berkomunikasi.

Tempat Tidur Kami

HARI PERTAMA  

Pada tanggal 28 Agustus 2015 di pagi hari, kami dikumpulkan di aula untuk mengikuti kegiatan pematerian dari pagi hari samapi malam hari. Dimana kami akan dibekali pengetahuan tentang Pemimpin Muda Asean. Sebelum pematerian awal, ada acara spesial yang disampaikan oleh salah satu pembicara dengan nama prince julian. Bisa dikatakan, acara pembukaan ini sebagai pemanasan untuk nantinya kami dapat mempersiapkan dan mengikuti acara pemateri selanjutnya.

Pematerian awal tentang Getting to Know Youth oleh Comm jp Penol. Pada sesi ini kami banyak diajak untuk memahami arti diri, bagaiamana kami dapat mengenal diri kami sekaligus keadaan bangsa kami sekarang. Akan teramat sayang memang, ketika sebagai pemuda bangsa tidak paham dengan negara sendiri.

Suasana Workshop

 

Workhshop selanjutnya terkait Youth Voluunterism, Catalyst for Nation Building  oleh Joey Della Croz. Dimana sesi ini kami sebagai pemuda dituntut untuk lebih peka dan peduli untuk berpartisipasi dalam segala hal pembanguan yang terdapat masalah dalam negara kami. Sehingga, disesi ini kami banyak di berikan semacam kasus sosial, dan kami diberi kesempatan untuk saling mendebatkan mengani baik tidaknya hal-hal solusi yang dilakukan.

Pembicaraan selanjutnya pada sore hari ada pemateri oleh Mr. Tobit cruz yang menjelaskan tentang This Could Be Youth. Pada sesi ini, kami diajarkan bahwa kami sebagai pemuda itu pasti bisa melakukan hal-hal yang dapat mendorong kemajuan bangsa kami. Atau bisa jadi mulai dari masyarakat sekitar yang mempunyai berbagai masalah. Kurang lebih dari ketiga pemateri itu hampir sama tujuannya, dimana kami diajak untuk saling berdiskusi dan mendebatkan akan masalah sosial yang ada di masyarakat. Dan sebagai sesorang yang didalamnya, setidaknya kami dapat bergabung dan andil dalam pembangunan itu. Bagi say sendiri, bahasan dari secara keseluruhan topik sangat berat. Karena disini kami seperti seorang yang diposisikan paling berpengaruh di negara kami. Padahal, kami saja masih banyak perlu belajar.

Dimalam harinya, kami disuruh untuk membuat sebuah project per grup dari membuat bendera hingga pentas seni. Inilah suatu project luar biasa menurut kami pada saati itu, selain  kami harus memikirkan membuat Bendera yang baik sebagai identitas kami. Kami pun juga harus mempersiapkan pentas seni hal apa yang nantinya akan kami tampilkan. Dan saya rasa, setiap masing-masing tim mempunyai pikiran yang cerdas, sehingga tak pikir lama dalam waktu beberapa jam ide dalam membuat bendera dan perform untuk penampilan grup terselesaikan dengan baik. Dan nantinya, akan ditampilkan pada esok malam hari.

HARI KEDUA

Pada tanggal 29 Agustus adalah hari dimana kegiatan kita banyak yang dilakukan berada di luar aula. Di pagi hari kami ada senam terlebih dahulu dengan dipimpin oleh instruktur dari panitia AYLA itu sendiri. Kurang lebih sekitar setengah jam lebih, senam itu dilakukan dengan menyenangkan. Sesudah itu, kami makan bersama-sama dengan selutuh peeserta. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan outbond untuk para peserta. Sebelum itu, sebelumnya kami diajak untuk belajar membuat bokashi yang dibentuk dengan ukuran bulat-bulat.

Bokashi (Bahan Organik Kaya Sumber Hayati) merupakan sebuah metode pengomposan yang dapat menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik, yang biasanya berupa campuran molasses, air, starter mikroorganisme, dan sekam padi. Bokashi dipopulerkan pertamakali di Jepang sebagai pupuk organik yang bisa dibuat dengan cepat dan efektif. Terminologi bokashi diambil dari istilah bahasa Jepang yang artinya perubahan secara bertahap. Sedangkan EM4 merupakan jenis mikroorganisme dekomposer untuk membuat pupuk bokashi. EM4 dipopulerkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Jepang. Proses pembuatan pupuk bokashi relatif lebih cepat dari pengomposan konvensional. Bokashi sudah siap dijadikan pupuk dalam tempo 1-14 hari sejak dibuat, tergantung dari bahan baku dan metode yang digunakan. Membuat bokashi sangat mudah, bisa dilakukan dalam skala rumah tangga maupun skala pertanian yang lebih besar. Akan tetapi, saya tidak akan menjelaskan prosesnya secara detail, karena kalian juga mencari informasi sendiri terkiat pembuatan Bokashi melalui Google. Usai informasi dijelaskan manfaat dan cara pembuatannya dari bokashi itu. Seluruh peserta diharapkan untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembuatannya. Setelah pembuatan selesai, bokashi itu barulah dilempar dalam air yang dekat dari tempat kami.

Foto Bersama, saat Pembuatan Bokashi Balls

Barulah setelah kegiatan pembuatan Bokashi, kami melanjutkan acara outbond. Ada berbagai macam outbond yang diberikan kepada kami, diantarnya adalah dari mulai beradu cepat berlari melewati jalan kecil diatas air, berlari cepat dengan menggunakan sandal panjang, bermain panjang-panjangan, melewati tempat rintangan yang berlumpur, melewati jembatan kecil, dan terakhir setiap perwakilan kelompok beradu untuk melakukan aksi cepat mendayung. Dari kesemua permainan itu, memang ditujukan lebih kepada kerjasama dan kekompakkan masing-masing tim. Lain halnya itu, kami juga diajarkan untuk bisa saling percaya satu sama lain. Dari outbond ini, bagi kami sangat menyenanglkan dan mengasyikkan. Pasalnya, bagi kami yang baru kenal satu sama lain akan cukup sulit untuk bisa akrab. Namun begitu, dari permaianan ini membuat kami selayaknya keluarga atau temann dekat. Hal  itu dapat dilihat dari masing-masing raut wajah pesserta yang semangat dan antusias dalam mengikuti permainan ini.

Acara ini selesai hingga siang hari. Setelah itu kami kembali ke aula untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya yaitu ada permainan yang lebih mengarah kepada bermain logika dan pikiran. Di permainan ini, kami benar-benar  harus ekstra fokus akan apa yang disampaikan oleh Trainer. Pasalnya ada hukuman tersendiri bagi peserta yang tidak dapat mengikuti alur permainan maupun karena ketidakfokusan dalam memahami setiap perkataannya. Dari permainan ini kami dapat mengambil manfaat, bahwasanya sebagai pemuda bangsa dapat lebih peka akan berbagai masalah yang ada dinegara kita dan dapat sadar akan tujuan kami nantinya ketika menjadi penerus bangsa. Bagi kami, permainan kali ini sangat sukses dengan membawa suasana meriah dan ditambah dengan semangat peserta untuk mengikuti alur permainan.

Di malam harinya, kami diajak di suatu tempat yang gelap dengan setiap masing-masing orang membawa obor sebagai penerang di jalan. Usai semua peserta berada ditempat dan memebrntuk lingkaran, api unggun yang berada di ditengah kami pun dinyalakan. Dan acara malam pun dimulai dengan salah satu panitia menyampaikan agenda malam hari ini. Pada sesi ini, kami diajak untuk lebih terbuka menyampaikan hal-hal keresahan selama hidup. Atau lebih jelasnya, acara ini semcam penerungan diri. Bahkan, dari kami sempat ada yang menangis karena melihat dirinya mempunyai kekurangan dalam suatu hal. Dan dirinya merasa bahwa dunia memang banyak rintangan yang dihadapi, sedang kita perlu melangkah terus untuk berusaha dan semangat dalam melakukan segala hal. Pada akhir sesi, kami pun sama-sama riang gembira dengan menyanyikan lagu bersama-sama yang sebelumnya salah satu dari kami memimpin untuk menyanyi.

Setelah itu kami kembali ke aula untuk presentasi mengenai deskripsi gambar bendera yang kami buat dan perform masing-masing Tim. Sungguh kuar biasa, karya bendera dari masing-maisng tim, dimana setiap masing-masing tim mempunyai keunikan dan makna arti mendalam dari bendera yang dibuat. Walaupun bendera yang dibuat hanya cukup kami buat dalam waktu sekitar kurang lebih 2 jam, akan tetapi hasil yang dibuat sudah sangat luar biasa. Panitia pun sangat antusias dan apresiasi kepada para tim dalam pembuatan hasil karyanya. Dan bagi tim sendiri, juga sempat tidak menyangka kalau dalam waktu beberapa jam kami mendapatkan ide bendera yang luar biasa.

Proses Pembuatan Bendera Tim

 

Berikutnya saatnya setiap masing-masing dari peserta menampilkan performnya, dari mulai yang menampilkan tarian, komedi, hingga ada yang menampilkan drama. Dari kesemua penampilan, bagi kami semua menampilkan yang terbaik dan kami pun merasa terhibur. Tawa setiap masing-masing peserta pun sempat terpancar dari raut muka wajahnya, melihat aksi usaha yang telah dilakukan. Adakanya tawa, rasa haru pun juga tidak ketinggalan pula. Pasalnya, hari ini merupkan malam terakhir bagi kami untuk mengikuti program. Karena besok pagi kami semua akan langsung perpisahan. Sehingga, untuk memuaskan diri banyak dari kami memanfaatkan waktu untuk mengabadikan momen dan foto bersama-sama.

Foto Bersama

HARI KETIGA

Pada tanggal 30 Agustus adalah hari terakhir kami melangsungkan program disiniPada hari ini, para panitia memberikan sebuah penghargaan bagi peserta dan masing-masing kelompo, sekaligus pembagian sertifikat. Selain itu, sebelum perpisahan masing-masing peserta ada kata-kata selamat tinggal dan sampai bertemu dari panitia untuk peserta. Berharap kedepan dapat bertemu kembali. Amin. Sedih rasanya, padahal babru beberap hari kami bertemu dan bertatap muka. tapi, kami malah sudah mau berpisah saja.

Dan barulah setelah itu, kami yang berasal dari Indonesia sebenarnya sempat bingung ketika harus menentukan arah tempat yang nantinya akan kami tuju. Pasalnya, memang kami di Filipina masih ada waktu tersisa 1 hari untuk bisa berjalan-jalan. Namun, pada kenyataannya kami hanya sibuk menentukan tempat tinggal yang nanti akan kami pilih. Bahkan sempat dari kami ada yang bertengkar karena masalah perbedaan harga dan tempat hotel yang tidak sesuai, sehingga berulang kami terus mencari yang sesuai dengan kesepakatan semua. Bersyukurlah pada saat pemilihan tempat kami tinggal selanjutnya, kami diberikan semacam opsi tempat penginapan oleh panitia dari Filipina. Walaupun sejujurnya, lagi-lagi ada perdebatan diantara kami melihat harga tempat yang ditawarkan cukup mahal. Mereka menganggap kami adalah orang kaya, sehingga maklumlah apabila kami dicarikan tempat penginapan yang cukup mahal.

Selang berikutnya, dimana bebarapa teman dari malaysia dan vietnam juga sebenarnya masih ada yang tersisa untuk tidak pulang kembali dulu di negaranya. Akan tetapi, mereka juga mempunyai waktu yang sama dengan kami untuk berada 1 hari di Filipina besoknya. Bahkan  dari 5 orang Filipina dan 1 orang malaysia berada dalam satu pencarian tempat penginapan. Selang beberapa jam kemudian, mobil untuk mengantar kami ke tempat tujuan berikunya pun datang. Dimana kami harus bergantian satu sama lain untuk diantarkan, sehingga yang masuk dahulu adalah para cewe dari Indonesia dan 3 orang dari Filipina, serta 1 dari malaysia. Dimana bagi kami yang putra pada kloter terakhir menyerahkan sepenuhnya kepada kloter yang berangkat duluan untuk memilihkan tempat penginapan dengan lokasi tempat yang nyaman dan harga yang terjangkau.

Kurang lebih waktu 2 jam kami menunggu ditempat program, badan berasa sangat lelah dan  serasa ingin langsung menuju ketempat tidur untuk istirahat. Disela menunggu penjemputan, beberapa dari kami ada yang menyempatkan untuk menonton film, berbincang satu sama lain, bahkan ada yang sempat bercanda. Tapi dari situ, cukup membuat kami senang dan membuat waktu kami berharga dalam menunggu. Pasalnya, dari obrolan itu akhirnya mobil pun datang dan langsung menghampiri kita. Kami pun langsung diantar ke hotel dimana tempat kami akan tinggal untuk sampai esok hari. Bersyukurlah, akhirnya kami sampai di tempat istirahat malam kami. Dan kondisi hotelpun juga cukup bagus, dengan harga 1 malam kurang lebih kalau dirupiahkan sekitar 240 ribu rupiah. Tapi yang terpenting bagi kami adalah dimana kami bisa istirahat telebih dahulu. Mengingat, esok harinya kami akan menyempatkan waktu untuk berjalan-jalan menikmati tempat wisata di Filipina.

Jadi, untuk lebih jelas cerita mengenai jalan-jalan kami selama berkeliling ditempat wisata di Filipina. Ceritanya ini akan dijelaskan pada cerita blog selanjutnya. Jangan lupa sampai membaca keseruan cerita kami ya.

See you tomorrow.