Pengalaman Ke Luar Negeri Selama Menjadi Mahasiswa

Gambar terkait

Memanfaatkan waktu dengan baik merupakan suatu hal yang penting bagi orang yang sedang menuntut ilmu di Kampus, sebut saja Mahasiswa. Sebagai mahasiswa memang tugas kita hanyalah belajar untuk mendapatakan ilmu, dengan harapan ilmu yang kita dapatkan dapat diterapkan dalam masyarakat maupun dalam dunia kerja.  Tapi akan teramat sayang apabila selama menjadi mahasiswa kita hanya terpaku pada ilmu yang kita pelajari, tanpa menambah kemampuan atau pengalaman lainnya. Apalagi dimasa mendatang kita akan menghadapi dunia baru, dunia kerja yang pastinya akan banyak persaingan untuk mendapakan calon yang tidak hanya pandai dalam akademis, melainkan yang mempunyai kemampuan dibidang lainnya.

Begitupun saya, selama menjadi mahasiswa kurang lebih sekitar 5 tahun di Universitas Gadjah mada(UGM) Yogyakarta. Saya selalu berusaha menambah kemampuan dalam berorganisasi, mengikuti pelatihan-pelatihan maupun mengikuti kompetisi. Alhasil, banyak pengalaman luar biasa yang saya dapatkan selama ini. Dari mulai belajar menjadi pemimpin, mendapatkan link, pengetahuan dibidang lain, kegiatan di luar jawa maupun internasional, meraih prestasi dibidang akademik maupun seni, serta pengalaman lainnya. Semua hal itu tidak saya dapatkan secara instan, melainkan perlu adanya usaha dan belajar dari berbagai kegagalan. Sehingga, dalam pelaksanannya kita akan merasakan rintangan dan banyak-banyak bersabar untuk mendapatkan itu semua.

Akan tetapi, hal terpenting yang kalian harus perhatikan adalah terus berusaha untuk mencoba sampai mendapatkan hal itu. Sebagian besar dari orang biasanya mudah pesimis akan kegagalan awal, karena memandang percobaan itu terlihat susah untuk dikerjakan. Dengan begitu, akankah kita akan mendapatkan hal itu, kalau saja sikap kita terus seperti itu. Jadi, bagi kalian yang masih mempunyai waktu cukup lama dikampus setidaknya dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Selanjutnya, dari beberapa pengalaman yang saya dapatkan itu. Saya akan mencoba berbagi salah satu pengalaman apa saja yang pernah saya dapatkan selama berada di luar negeri, dengan status saya menjadi mahasiswa. Dari mulai mencoba daftar kesana-kesini, informasi kegiatan diluar negeri, mencari dana untuk keberangkatan, mengurus passport dan visa, beli tiket PP, dan pastinya kehidupan selama diluar negeri. Untuk penjelasan kegiatan dimasing-masing negara, selanjutnya akan ada cerita tersendiri.

Maaf sebelum kalian melanjutkan membacanya, saya ingin menyampaikan bahwasanya tujuan saya disini bukan bermaksud untuk menyombongkan diri. Melainkan, berharap kalian akan mendapatkan manfaat informasi yang saya dapatkan, serta informasi ini dapat menjadi gambaran kalian ketika akan mencoba berkunjung suatu negara. Walaupun informasi ini tidak serta merta akan mencakup semua informasi, akan tetapi informasi ini berangkat dari semua pengalaman yang pernah saya alami selama menjadi mahasiswa.

Bersyukur sekali, saya diberi kesempatan 5 kali ke luar negeri dalam kurun waktu selama menjadi mahasiwa. Kegiatan itu berupa Summer Camp di Thailand  dan Filipina, Travelling di Singapura, dan Festival Tari di Taiwan dan Malaysia. Dari kesemua kegiatan itu, mempunyai cara masing-masing perbedaan dalam proses pendaftaran, pengurusan tiket PP(Pulang-Pergi), dan pastinya beda suasana, budaya dan bahasa juga. Sehingga, sekilas dilihat kita akan banyak pertanyaan-pertanyaan yang nantinya akan kalian tanyakan pada siapapun orang yang pernah berpengalaman mengurus hal itu. Dibawah ini, akan saya jelaskan dalam beberapa bagaian, anatara lain : informasi, pendaftaran, keuangan, bahasa, budaya dan Lingkungan.

INFORMASI

Informasi merupakan hal awal dari segalanya. Karena namanya orang pasti akan mencari informasi terlebih dahulu, barulah setelah itu dapat memastikan untuk proses selanjutnya. Hanya saja, informasi ini kadang menjadi salah satu kendala bagi setiap orang. Baik itu karena malu bertanya yang berakibat ketidaktahuan akan dunia luar, tidak suka membaca baik itu di media online maupun media cetak, atau memang dari orangnya sendiri tidak bisa memahami akan informasi yang sudah didapatkan, maupun informasi lainnya yang mungkin saya tidak tahu.

Awal mula saya ingin ke luar negeri itu saat masih duduk di Bangku SLTA. Dimana saya ingin melanjutkan studi di Luar Negeri, hanya saja impian itu tidak tercapai karena saya gagal dalam proses seleksi. Tapi tetap saja, saya akan terus memikirkan dimasa depan nantinya bahwa saya harus bisa mengunjungi ke luar negeri manapun. Walupun pada saya diterima di salah satu kampus terbaik di Indonesia, mula awal menjadi mahasiswa sempat tidak terpikirkan kalau saya bakal menjadin mahasiswa. Melihat jadwal kegiatan akademik dan organisasi yang cukup padat, saya tidak yakin akan dapat menggapai mimpi-mimpi itu. Karena saya hanya berpikir, bahwa memikirkan tugas akademik saja sudah berat, apalagi saya harus memikirkan ke luar negeri dengan minim pengetahuan dan minim keungan.

Selama waktu terus berjalan, akademik dan organisasi pun berjalan lancar. Ternyata ada suatu keberuntungan dalam berorganisasi, dimana pada saat saya semester 5, saya bergabung dalam sebuah organisasi pertanian tingkat internasional. Kegiatan organisasi ini juga tidak jauh-jauh dari adanya exchange program ke luar negeri. Lagi-lagi, link itu juga memang sangat penting. Pada saat itu, saya menjadi pengurus di organisasi itu dan berkesempatan untuk dapat berkomunikasi dengan organisasi yang ada dikampus Indonesia. Dari situlah, saya memulai mencoba daftar acara di Luar Negeri. Alhamdulillah, sekali mendaftar langsung diterima. Mungkin saya katakan itu merupakan sebuah KEBERUNTUNGAN. Semakin seseorang pernah berpengalaman dalam hal pengurusan ke luar negeri, biasanya di tahap selanjutnya akan  mencoba sesuatu yang lebih menantang lagi. Kalau bisa diambil kesimpulan, bahwasanya Link atau jaringan itu mempunyai pengaruh besar dalam memulai sesuatu yang kadang kita ingin lakukan tetapi kita bingung harus memulai darimana.

Penjelasan diatas, menceritakan bagaimana awal mula dimana saya mulai mencoba mendafar. Bagaimana menurut pendapat kalian terkait apa saja cara untuk bisa ke luar negeri?

Ke luar Negeri sebenarnya ada banyak macam cara yang kita lakukan, antara lain dengan melalui cara Backpacker atau Travelling sendiri, kegiatan festival, kompetisi, sekolah, kerja, maupun konferensi atau seminar. Jadi banyak macam cara untuk ke luar negeri, tinggal bagaimana kalian ingin memilih dan menentukan sendiri jalur mana yang paling bagus. Kalau yang paling mudah pastinya melakukan dengan cara menjadi Backpacker, dimana kita bebas melakukan apapun dan dengan cara apapun. Beda lagi dengan kerja, dimana kita ada tuntutan tanggung jawab dengan adanya kontrak dari majikan atau perusahaan itu sendiri.

Kalau tingkat mahasiswa, setidaknya pergi ke luar negeri dengan tujuan yang lebih cenderung ke bidang akademik. Seperti halnya, pertukaran pelajar, kompetisi, festival mewakili indonesia dan konferensi maupun seminar. Ada beberapa cara untuk mendapatkan informasi itu, yaitu :

  • Informasi lewat Akademik kampus, baik melalui jurusan maupun Fakultas.
  • Mading kampus, yang biasanya dibuat oleh organisasi fakultas itu sendiri
  • Organisasi maupun komunitas tingkat lokal, nasional maupun internasional
  • Media online baik itu lewat website, maupun media sosial lainnya.
  • Media cetak yang disebar.
  • Grup Chat, seperti Line, whatshaap dan lainnya
  • Personal orang
  • Dan masih banyak lainnya.

Namun, perlu kalian catat dan perhatikan juga untuk kegiatan-kegiatan yang bisanya berlangsung terus menerus atau bisa dikatakan ada kelanjutannya. Seperti halnya, pertukaran pelajar di salah satu universitas luar negeri yang setiap tahun sekali diadakan. Konferensi, kompetisi, dan festival pun juga begitu, dimana beberapa instansi atau pemerintah dari negara itu sendiri sudah menentukan kegiatan untuk tahunan. Sehingga, kegiatan tahunan itu bisa dijadikan referensi apabila kita gagal atau tidak sempat ikut. Akan tetapi tahun depan dapat mempersiapakan untuk mengikutinya.

PENDAFTARAN

Setelah kita mengetahui beberapa macam informasi luar negeri yang bisa kita dapatkan, selanjutnya yang kadang membuat seseorang bingung adalah proses pendaftaran. Ada yang mengatakan, kalau pendaftarannya cukup melelahkan dengan syarat yang banyak dan kita disuruh untuk membuat suatu tulisan. Memang mendaftar sesuatu tidak semudah apa yang kita pikirkan, kadang kita akan menemukan suatu kesulitan maupun kegagalan yang akan kita hadapi. Tinggal dari kita sendiri yang menentukan untuk meneruskan atau tidaknya.

Dibagian ini, saya akan mencoba menjelaskan beberapa gambaran terkait pendaftaran-pendaftaran yang pernah saya alami dan bagiamana prosesnya. Pasalnya, ketentuan mendaftar pertukaran pelajar dan konferensi maupun lainnya ada hal perbedaan. Sehingga, akan memudahkan kalian ketika mendaftar dengan mempersiapkan persyartan pendaftran sebelum-sebelumnya.

Beberapa hal syarat pendaftaran yang perlu diketahui, antara lain :

  • Berpergian ke Luar negeri yang sifatnya Backpacker, cukup tinggal mempersiapkan passport dan visa di negara tertentu. Beda lagi apabila kita akan bekerja, biasanya akan ada proses semacam surat izin terlebih dahulu dari pihak tempat pekerjaan itu.
  • Pertukaran pelajar, biasanya persyaratannya cukup banyak. Dimana kita disuruh mengumpulkan berkas-berkas administrasi seperti Ijazah sekolah, kartu identitas(KTP, Kartu Pelajar, Passport/Visa, Nilai Toefel(apabila ada). Dan biasanya ada seleksi tertulis maupun wawancara juga.
  • Kompetisi, lebih kepada mengumpulkan hasil karya yang dikompetisikan. Ada yang biasanya menyertakan uang awal pendaftran juga. Dan selanjutnya pun ada biaya-biaya yang harus dibayar saat usai diterima lolos.
  • Konferensi maupun festival. Adakalnya kita diundang maupun kita memang daftar sendiri. Dan disini pun, adakalnya ada proses seleksi maupun tidak.

Lebih penting lagi, kita seharusnya sudah membuat passport terlebih dahulu sebelum kita ingin mendaftar. Pasalnya, ada beberapa pendaftran yang biasanya mensyaratkan pendaftarnya untuk membuktikan adanya passport yang dimilikinya. Lain halnya itu, dengan passport yang sudah ada. Kita akan menjadi mudah mendaftar atau ikut langsung, ketika ada penawaran kegiatan di luar negeri yang kita sifatnya mendadak atau mungkin dalam waktu dekat kegiatannya.

KEUANGAN

Membahas mengenai keungan memang agak sedikit sensitifi apalagi bagi mahasiswa yang tidak mampu. Untuk makan atau kebutuhan sehari-hari saja sudah cukup susah, apabila ditambah mengikuti kegiatan luar negeri yang sifatnya mengeluarkan uang. Keungan ini pun sebenarnya kalau dikatakan, ada macam-macam cara untuk mencarinya. Sehingga tidak perlu berpikir sulit ataupun bingung cara untuk mendapatnya. Beberapa kegiatan, memang ada yang biasanya mencantumkan biaya secara keseluruhan dari mulai pendaftaran, hotel, makan dan lain sebagainya, akan tetapi, ada juga dalam kegiatan itu malah kita disupport dana seluruhnya maupun setengahnya.

Kalau saya sendiri, hampir semua kegiatan yang saya ikuti itu berbayar semua. Walaupun membayarnya tidak secara keseluruhan, melainkan ada bantuan dari kampus mapun sponsor lainnya. Sehingga, tinggal bagaimana cara kita saja mau mencari uang pendanaan itu atau tidak. Pasalnya, apabila kita masih dalam status mahasiswa akan mudah untuk mencari pendanaan dimana-mana. Khususnya dikampus sendiri akan mendukung sekali kegiatan-kegiatan mahasiswa yang berhubungan dengan luar negeri. Terlebih lagi apabila acaranya di Negara Eropa atau kegiatan perlombaan yang bergengsi, perusahaan-perusahaan besar atau bagian pemerintah biasanya akan mendukung dana sepenuhnya.

BAHASA

Akan sangat susah dan tidak menyenangkan, apabila kita ke luar negeri tanpa mengetahui bahasa negara itu. Pasalnya, kita akan lebih mudah kemana-mana dan leluasa untuk berbicara apabila kita juga dapat mengetahui dan berbicara bahasa mereka. Kecuali, kalau kita ber-grup maupun hanya sekedar jalan-jalan itu tidak masalah. Itu juga sempat terjadi pada saya, yang mana kemampuan berbicara bahasa inggris saya bisa dikatakan tidak terlalu bagus. Namun hal itu, saya tetap dapat mengikuti acara hingga selesai dan dapat menikmatinya. Terlebih lagi, pada saat di Taiwan beruntung karena kami ada LO yang mana dapat berbicara bahasa inggris. Sehingga memudahkan kita untuk berkomunikasi.

Tapi bayangkan, bila kegiatan itu yang bersifat kompetisi, konferensi maupun pertukaran pelajar. Mungkin kalau konferensi tidak begitu masalah, karena bisa jadi kita hanya sebagai pendengar. Namun, tetap saja kita akan kurang dalam memahami segala apa yang disampaikan. Berbeda lagi apabila pertukaran pelajar, biasanya ada syarat standar toefel sendiri dengan tujuan agar nantinya saat belajar dapat memahami segala apa yang disampaikan.

Sekali lagi, mulailah dari sekarang untuk belajar bahasa inggris maupun bahasa lainnya dengan benar-benar dan mencobah untuk melakukan komuniukasi dengan teman dekat. Karena, ketika kalian mempunyai kemampuan bahasa asing, akan banyak apresiasi dan undangan yang kemungkinan kedepannya akan menanti anda. Amin.

BUDAYA

Setiap masing-masing negara punya budaya sendiri, mulai budaya berpakain, cara makan, cara berbicara, dan lain sebagainya. Setidaknya hal ini juga perlu kita pelajari dan dimengerti. Khusunya yang berkaitan dengan makan, dimana kita yang beragama islam juga harus paham dengan makan-makanan yang ada di negara orang. Bisa jadi, segala yang mereka makan semua dari bahan haram yang segalanya tercampur dengan babi. Alhasil, tahu sendirilah bagaimana hukum dalam islam.

Lain  halnya itu, cara bersikap pun juga perlu diperhatikan baik itu kita menyapa dan berbicara. Karena ketika kita salah bersikap, bisa jadi kita akan dikatakan aneh oleh mereka maupun sebaliknya. Dari situlah, ketika kita mempunyai rentang waktu sampai kegiatan dimulai. Alangkah baiknya, kita dapat belajar dahulu mengenai budaya mereka. Informasi itu bisa kita dapatkan bia dari website maupun buku. Sehingga, kita akan merasakan nyaman saat berpergian ke luar negeri. Dan orang luar pun sebaliknya akan merasa senang dengan perilku kita.

PENUTUP

Sebenarnya masih ada beberapa aspek lagi yang ingin coba saya sampaikan disini, namun dicerita selanjutnya saya juga akan mencoba memaparkan satu-persatu perjalanan selama di Luar Negeri. Tulisan ini juga dikemudian hari juga akan coba saya kembangkan lagi. Silahkan yang ingin menanyakan sesuatu yang tidak paham, bisa coment dibawah ini ya. Terimakasih.

Tunggu cerita perjalanan luar negeri saya selama menjadi mahasiwa di cerita berikutnya ya.

#RamadhanMalhikdua #1hari1post #AlumniBerbagi