Luangkan Waktu Ziarah Menjelang Bulan Ramadhan

Berfoto Bersama Usai Ziarah

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الآخِرَةَ

Lakukanlah ziarah kubur karena hal itu lebih mengingatkan kalian pada akhirat (kematian).” (HR. Muslim no. 976, Ibnu Majah no. 1569, dan Ahmad 1: 145).

Dari hadis diatas menjelaskan bahwasnya kita boleh setiap saat melakukan ziarah kubur agar hati kita semakin lembut karena mengingat kematian. Sehinggga tidak ada salahnya juga bagi kita untuk menyempatkan waktu untuk menziarahi kubur orang tua atau kerabat (yang dikenal dengan “nyadran”), walaupun sebenarnya pada bulan ramadhan ini belum dikatakan waktu utama bagi kita untuk ziarah.

Akan tetapi, ziarah menjelang bulan ramadhan atau nyadran ini sudah menjadi tradisi didesa kami. Sehingga aku pun tidak mau ketinggalan dengan momen ini, Apalagi dengan kondisi saya sedang berada dikampung halaman, tepatnya di Desa Bungkanel Purbalingga. Ditambah lagi antusias masyarakat disini juga luar biasa, setidaknya saya juga mempunyai rasa antusias yang tinggi juga demi hal kebaikan juga.

Sehari sebelumnya, saya mengikuti kegiatan keliling kampung yang mana setiap orang sambil  membawa obor(suluh terbuat dari daun kelapa kering atau seruas bambu yang diisi minyak tanah (minyak kelapa), ujungnya disumpal dengan secarik kain (atau sabut) yang digunakan sebagai penerangan) serta lainnya ada yang membawa alat musik angklung maupun rebana sebagai alat musik pengiring selama perjalanan. Kegiatan malam yang luar biasa bagi saya dan antusias  masyarakat pun juga tidak kalah, hingga membuat acara pun semakin menambah semangat.  Pasalnya dengan kegiatan ini diadakan dengan tujuan menyemarakan atau menyongsong datangnya bulan ramadhan. Sehingga masyarakat akan lebih semangat kembali nantinya dalam menjalankan puasa di Bulan Ramadhan. Dan pastinya akan lebih baik lagi juga ditambah dengan kegiatan ziarah ke kuburan.

Usai kegiatan malam yang luar biasa, kini waktunya kita untuk menyempatkan ziarah. Mengingat ziarah diadakan didua tempat, sehinggga ziarah dilakukan pada dua waktu dan tempat yang berbeda. Waktu pertama dilakukan pada sore hari H-2 Ramadhan(25/05) dan yang kedua pada pagi hari H-1 Ramadahan(26/05). Kebetulan untuk ziarah pertama saya tidak dapat mengikuti, mengingat saya harus membantu kegiatan rumah untuk pengajian malam hari. Sehingga saya hanya bisa mengikuti ziarah pada esok harinya,

Pada malam hari menjelang ziarah esok(25/05), saya dan kawan-kawan menyempatkan waktu tidur bersama dipondok. Pasalnya titik temu awal berada di ponok Darul Abror yang bertempat di desa saya. Mengingat, pemberangkatan dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 05.30 wib. Sehingga untuk lebih menghemat waktu dan tidak adanya waktu molor./terlambat. Akan lebih baik apabila sudah kumpul terlebih dahulu,

Esok paginya(26/05) sekitar pukul 05.30 kami berangkat dari titik awal pondok dengan berjumlah orang sekitar 20 orang lebih. Khususnya, kami yang masih dibilang paling muda untuk membawa peralatan seperti tikar sebagai alas untuk dikuburan serta makanan sebagai sarapan pagi.

Perjalanan menuju kuburan atau tempat ziarah kami lakukan dengan berjalanan kaki dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Syukurlah tidak terlalu jauh dari tempat kami, sehingga bisa menghemat waktu.

Usai sampai ditempat ziarah, doa pun dibuka oleh salah satu kyai dari mulai awal pembacaan tahlil hingga berdoa untuk mendoakan keluarga yang sudah tiada. Selanjutnya, usai doa kami menyempatkan untuk makan bersama. Dan diakhir sesi kami melakukan foto bersama. Dan saya berharap, semoga tidak hanya tahun ini saja ziarah yang bisa saya ikuti. Bahkan setiap tahunnya saya dapat meluangkan waktu kembali. Amin.

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1438 H.