Sukses SNMPTN ku, sebagai Hal Motivasi

suksesDua tahun sudah menjalani kuliah di Jurusan Ilmu dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dari mulai tahun 2012 hingga 2014 ini mengingatkanku saat awal dulu menjalani proses seleksi SNMPTN Jalur Undangan dengan beberapa perjalanan yang cukup membuat lelah dan menguras waktu, tenaga, dan pikirkan. Tapi itu semua dapat memberikan warna indah dalam hidup berkat motivasi dan hal positif dari orang-orang disekelilingku serta tidak lupa akan semangat diri yang dapat membangun jiwa untuk meraih kesuksesan.
Tidak lupa segala hal yang kita raih dan kita dapatkan itu semua karena ridha allah yang senantiasa mendengar doa-doa kita selama ini. Patut kita syukuri akan semua hal yang terjadi pada diri kita baik itu berakibat bagus atau buruk. Ambillah manfaat yang menjadi hal bagus dan selalu sadar akan hal yang buruk untuk dapat saling mengevaluasi diri terhadap apa yang kita lakukan, berharap dari kesalahan-kesalahan yang ada tidak terulangi lagi.
Memilih dan menentukan sesuatu yang akan kita lakukan kadang tidak mudah. Itu pun melihat karakteristik diri masing-masing orang bagaimana dalam menyikapi keadaan yang dijalani. Setiap orang mempunyai cara sendiri dalam memilih dan menentukan. Ada yang dengan cara berpikir ulang-ulang hingga merasa bahwa itulah pilihan terbaiknya. Berbeda lagi dengan orang yang tidak suka berpikir panjang dan lama, entah karena sudah pandai dalam memilih atau justru sebenarnya bingung apa yang harus dipilihannya. Kembali lagi pada diri kita yang akan menentukan dan juga memilih. Akankah berpikir lama, cepat atau justru kedua-duanya. Sekali kita memilih sesuatu yang salah maka kedepannya juga akan berakibat tidak baik. Maka rasa kehati-hatian pun juga perlu dipegang.
Saat Awal Memilih dan Menentukan
Sebenarnya tanpa kita sadari ketika masa kecil kita pernah mengatakan sesuatu pada orang ketika menanyakan ingin jadi apa ketika kau besar. Ataupun melihat tingkah laku ketika kita kecil yang sering kita lakukan seperti halnya menjadi dokter-dokteran, masak-masakan, memelihara binatang, dan lain-lain. Dua contoh keadaan ini bisa diambil sebagai jalur kita dalam memilih untuk menentukan kemana kita akan melangkah menjadi seorang yang kita impian. Bahkan ketika SMP, SMA ataupun ditempat lain pun diingat-ingat kembali hal-hal yang kadang kita sampaikan pada orang lain serta tidak terpikirkan bahwa hal itu sebenarnya adalah kita di masa depan.
Menjadi mahasiswa fakultas peternakan awalnya adalah bukan pilihan saya. Dilihat dari waktu kecil SD ketika ditanyakan seseorang mengenai cita-cita saya adalah sebagai petani didasari dari orangtuaku yang pekerjaannya petani dan wiraswasta. Tidak ada bayangan impian tinggi itu seperti apa serta gambaran mencapai hal itu. Orang desa dan tidak mampu sebagian besar kadang berpikiran bahwasanya “ anak seorang petani cukup menjadi petani , anak seorang guru juga akan menjadi guru, begitu yang lainnya tergantung dari ekerjaan orang tuanya”. Sehingga sesuatu ini dapat menjadi penghalang anak untuk mencapai impian besarnya dan lebih baik dari orangtuanya. Bahkan kenyataannya sebagain besar lulusan SD, SMP, dan SMA dengan orangtuanya kurang mampu setengah dari jumlah siswanya memilih untuk berhenti sekolah. Selain karena kemampuan sendiri malas untuk berpikir dan repot-repot, lingkungan ataupun kemauan dari orangtuanya yang mengharuskan berhenti melanjutkan pekerjaannya.
Berikutnya setelah duduk di MTs kembali berada dilingkungan, siswa, guru, dan fasilitas yang baru lagi. Pastinya dalam hal bertukar pikiran pun akan berkembang lebih. Menjadi seorang guru agama atau ustad pun langung terpikirkan di otak saya. Nilai mapel agama keseluruhan dibilang cukup tinggi dibanding mapel lain menjadi dasar pilihannya.
Berbeda lagi waktu berada di Madrasah aliyah kata insinyur, dokter, pengusaha pun sudah tak asing didengarnya. Sampai beberapa kali berubah-ubah untuk memilih cita-cita yang sesuai dengan kata hati kita. Kewajaran dalam memilih sesuatu yang berubah-ubah itu sebenarnya tidak masalah apabila yang kita rasakan, tapi efek kedepannya akan berakibat bingung menentukannya. Seperti halnya saya berawal turunan cita-cita di Mts menjadi guru agama, karena beberapa hal dari saran guru disekolah yang mengatakan bahwasanya menjadi seorang guru agama itu akan otomatis dengan sendirinya, apalagi berada dilingkungan pondok notabenenya belajar banyak mengenai agama. Beliau pun menyarankan memilih cita-cita itu yang besar sekalian dan tidak usah nanggung-nanggung. “Fokuslah pada satu cita-cita impian besar satu itu, tetapi tetap memilih pekerjaan sampingan menunjang dari kehidupan nantinya agar tidak bosan. Dengan memiliki pekerjaan sampingan, maka tambahan usaha kita pun akan bertambah. Akhirnya selama dua tahun saya memilih menjadi dokter atas saran dari guruku. Lagi-lagi berpikir kedepan akan langkah-langkah apa untuk mencapai sesuatu itu. Melihat orang tua kurang mampu dalam hal ekonomi, kepintaran biasa saja, tidak terpikirkan ketika kecil sesuatu yang menjurus ke kedokteran, pelajaran yang mendukung ke kedokteran seperti halnya sains masih terlihat belum baik sekali walaupun sebenarnya berada di jurusan IPA, belajar mengenai ilmu kedokteran maupun mencari informasi diluar pun jarang sekali, keturunan dari keluarga kakek-nenek tidak ada satu pun. “Bagaimana aku mampu untuk mencapai itu?” terucap dibenak hatiku.
Sekedar kata bisa dan rasa semagat menjadi modal saya untuk mencapainya. Tetapi apalah daya bila tidak dibarengi dengan strategi-strategi yang menunjangnya tidak ada prakteknya. Sama saja membohongi sendiri bahkan menjadikan seseorang akan stress.
Mulai Mencari Jati Diri
Selepas ujian semester ganjil kelas 3 berikutnya disibukkan menghadapi ujian akhir semester, ujian nasional, ujian praktek, dan ujian madrasah serta tidak pula ujian hidup pun selalu mengikutinya. Pembukaan pendaftaran Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur undangan pun sudah akan dibuak sebentar lagi. Pastinya mempersiapakn hal satu ini pun juga harus dipikirkan matang-matang. Saat disekolah pun dari guru-guru pun baik itu dari tanya kelanjutan kedepannaya akan melanjutkan dimana dan memberikan saran atau informasi mengenai lolos seleksi hingga dunia perkuliahan.
Kadang dari masing-masing kita karena disuruh menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh guru-guru kita. Beberapa ada serius menjawab dan yang lain kurang serius demi memenuhi jawaban dari guru. Bagaimana pun sebenarnya dari masing-masing diri kita masih mencari-cari info-info tentang jalur masuk kuliah serta fakultas dan jurusan yang akan dipilihnya.
Disetiap waktu kosong pelajaran atau saat di kamar pondok kadang kita anak kelas 3 emercy IPA MA Alhikmah 02 Benda, sirampog, Brebes berusaha untuk berkumpul satu sama lain saling bertukar pikiran akan hal yang menjadi pilihannya, dari mulai mencari info-info lewat internet ataupun lewat buku-buku kta sukses SNMPTN bahkan di setiap latihan soal dibelakangnya terdapat info mengenai daya tampung fakultas dan jurusan serta peminat ditahun sebelumnya.
Suasana bertambah membingungkan akan hal yang menjadi pilihannya. Pendapat satu sama lain yang kadang berbeda akan hal positif dan negatifnya. Lagi-lagi kitalah yang benar-benar harus pintar dam memilihnya.
Menjadi seorang guru agama sepertinya memang sudah banyak dan itupun kita sebenarnya juga bisa apabila disuruh untuk berada diposisi ini. “Berada di jurusan IPA menjadikan ku sepertinya akan lebih baik apabila memilih pilihan dijalur seleksi kuliah sesuai dengan bidangku. Kemudian saya mulai berpikir dan mencari-mencari lagi bakatku dalam hal bidang sains kira-kira yang dikuasai dan itu berprofit untuk kedepannya” kataku dalam hati saat merenungi disekolah waktu jam istirahat. Melihat nilai dibidang mata pelajaran IPA sepertinya matematika dari mulai sejak kelas 1 hingga kelas 3 ini termasukna bagus dan terjadi peningkatan serta tidak butuh suatu teori yang terlalu rumit apabila dihadapkan dengan mata pelajaran kimia, biologi dan fisika yang benar-benar dalam hal teori sungguh banyak sekali. Itu menurutku, sekali lagi persepsi orang itu berbeda-beda dalam hal pendapat.
Okelah satu pilihan sudag ada yaitu mengambil jurusan matematika. Kedua dari apa yang saya cita-citakan selama dua tahun diMadrasah Aliyah yaitu menjadi seorang Dokter. Langkah selanjutnya menjurus dari hal kedepan yang bisa dilakukan dan pekerjaan yang bisa menunjang itu rasanya cukup lumayan kurang bersahabat bagi saya. Menjadi seorang guru memang jasanya sangat besar, tetapi dalam hal mengabdi butuh kesabaran yang tinggi dalam hal menghadapi anak didiknya serta waktu setiap hari yang menjadi tanggung jawabnya. Menjadi seorang Dokter lagi-lagi hal yang menjadi kesulitan mengenai uang. Walaupun berharap dapat beasiswa di lain itu pasti masalah biaya akan semakin banyak lagi baik itu seperti praktek ataupun kebutuhan lainna yang mendukung akademik. Dan harus siap nantinya saat diterima di kedokteran dalam hal materi yang akan dipelajari.

Pilihan Peternakan Terlintas Dibenakku
Beberapa kali saat saling berbincang-bincang bersama teman sekelas, guru-guru ataupun teman yang lainnya. Langkah awal dalam memilih jurusan IPA atau IPS, pastinya saya akan tetap pada pendirian menjurus pada apa yang saya pelajari selama 3 tahun ini yaitu dalam bidang sains. Pilihan suatu jurusan IPA dapat mencakup hal manfaat didalam kehidupan sehari-hari dan masa depan, apalagi menyangkut masalah dilingkungan masyarakat desa.
Pilihannya adalah dimana jurusan yang berbau Agrokomplek yang langsung berhubung dengan masyarakat petani seperti halnya perikanan, pertanian, Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, kehutanan, dan peternakan. Dimulai dari perikanan yang notabenenya berurusan dengan ikan memang sangat menarik. Tapi semisal penglihatanku kurang jelas sepertinya akan mengakibatkan kurang maksimal untuk melakukannya walaupun memakai kacamata. Disisi lain memang untuk produksi banyak, tetapi hanya lingkupnya ikan yang bervariasi. Dipertanian yang kadang untuk produki tergantung dari musiman, sekali gagal maka akan pengaruh tidak baik kepada yang lain. Walaupun sebenarnya setelah mempelajar sedikit tentang pertanian banyak teknologi, tetapi cukup sulit juga. Di kehutanan masih belum berpikir jauh untuk kedepannya mau berada dimana dan apa yang bisa dilakukan. Tapi ini dulu sewaktu masih SMA hanya sebatas yag saya tahu. Tapi setelah tahu dunia perkampusan dan banyak sharing-sharing dengan teman-teman sekampus akhirnya banyak pencerahan tentang apa yang dipelajari selama dikelas. Itu sungguh sebuah kemanfaatan yang tidak ada gantinnya, tinggal bagaimana kita dapat memanfaatakn ilmu yang diberikan oleh dosen kita.
Mengenai peternakan yang saya pilih dilihat dari produk yang dapat dimanfaatkan semua, seperti halnya produk utamanya daging, susu, dan telur sudah banyak dibuat berbagai macam aneka warna bentuk dan jenis dan gizinya pun bagus. Hasil sampingannya seperti bulu, kulit, dan tulang bisa dibuat kerajinan seperti bedug, tas, dan lainnnya hasil limbah atau kotorannya dapat dibuat sebagai kompos atau biogas. Kemudian aneka ternak hewan yang lucu dan bermacam-macam. Sehingga semua hal bisa dimanfaatkan. Kadang yang membuat orang agak sungkan atau males ketika harus merawatnya tidak memungkinkan jugapada bidang agro lainnya. Untuk prospek kerja bila disamakan dengan bidang agro lain, kita bisa menjadi menteri, pengusaha, penyuluh, guru atau usaha sendiri. Tapi untuk realita sekarang apapun bidang jurusannya kadang melenceng dengan pekerjaan yang diambil seperti halnya bekerja di Bank.

Di kampus ternama dan terbaik
“Siapa sih orangnya yang tidak suka berada dikampus ternama dan terbaik di Indonesia dengan orang-orang pilihan terbaik se-indonesia?“ sempat hatiku berkata. Memang setiap orang mempunyai pilihan tersendiri dimana kampus tujuannya tergantung dari apa yang diinginkan dan niatnya. Ada orang yang berminat disatu jurusan yang disukai tetapi karena didalam kampusnya tidak nada pilihannya, maka akan mencari yang lain. Seperti jenjang D3. D4, dan S1 pun kadang sudah menjadi pemikiran sendiri-sendiri lebih mau langsung kerja atau cepat-cepat menjadi sarjana.
Mulanya yang ada dibenak dan pikiran saya ketika memilih sebuah kampus itu dimanapun kampusnya yang terpenting berada diluar jawa Tengah, tetapi tidak terlalu jauh antara DIY dan Jawa Timur. Memilih Kampus yang cukup jauh agar tidak sedikit-sedikit pulang dan ingin mengetahui budaya daerah serta pastinya beragamnya mahasiswa yang ada. Lagi-lagi pilihan pendidikan dokter dan matematika pada saat pemasukan data terakhir SNMPTN Undangan terus menjadi pilihan yaitu dengan kampus Universitas Airlangga dan Universitas Jember. Unair bisa dibilang kampus yang bagus dan cukup ketat persaingannya, ditambah lagi mengenai jurusan yang dipilih memang cukup besar peminatnya dan pastinya orang-orang yang daftar pun tidak biasa-biasa saja.
“wan, dipikir-dipikir lagi akan pilihan jurusan dan kampusmu yang kamu pilih, yakinkah dengan yang kamu pilih itu akan membuatmu bisa diterima di SNMPTN Undangan ini melihat pesaingnya”, kata teman dsekelas yahg berada disampingku saat memasukan data online terakhir.
Mendengar perkataan temanku itu pun sontak saya memutar balik kembali akan pilihan saya dengan pilihan UNAIR yang saya tiadakan dan menggantinya dengan pilihan UGM dengan fakultas peternakan dan TPHP. Selain itu juga memang untuk segala tempat tingal dan kebutuhan lainnya sepertinya cukup mudah diaturnya.

Ada Hal Kebimbangan….
Saat terakhir memasukan data terakhir online SNMPTN Undangan pada sore hari sudah selesai dilakukan, artinya itulah pilihan terakhir yang nantinya menjadi sebuah persiapan dikala diterima jurusan yang aku pilih kedepannya. Tetapi beberapa dari kita teman sekelas anak putra masih terdapat kekurangan dalam penguisian datanya seperti memasukan prestasi yang kita dapat selama di SMA. Pada saat itu waktu hanya tersisa sampai jam 12 malam. Melihat keadaan dipondok dengan kegiatan mengajinya hingga jam 10 malam. Tidak lain untuk memasukan datanya hanya tersisa 2 jam. Itupun kalau dari pihak sekolah mengizinkan siswanya membolehkan internet di malam hari. Kalau pun malam-malam dipondok cukup susah untuk masalah perizinan serta cukup lumayan jauh tempatnya.
Ternyata keadaan pun menjadi kacau lagi saat jaringan internetnya putus atau mati karena keadaan hujan yang ada mengakibatkkan terkendala dalam hal jaringan. Waktu terus berkurang untuk kami dapat memasukan akan semua filr prestasi yang ada. Tanpa usaha lain kami pun memilih untuk pulang, dan merelakan akan hal nilai tambah dalam membantu seleksi nasional mahasiswa perguruan tinggi negeri ini. Kami hanya berharap semoga dengan nilai yang seadanya dapat membawa keberuntungan.

Pengumuman akan hasilnya
Tibalah saat pengumuman hasil seleksi SNMPTN Jalur Undangan telah resmi diumumkan hari Sabtu, 26 Mei 2012, lebih cepat 2 hari dari yang dijanjikan panitia sebelumnya, yaitu pukul 18.00, 28 Mei 2012. Sebagai salah satu jalur non-seleksi tertulis, tentunya hasil dari jalur ini pun sangat sulit untuk diprediksi, tidak salah jika akhirnya banyak orang yang merasa hasil SNMPTN dari jalur undangan sedikit kurang fair untuk sebagian kalangan. Namun, apa boleh dikata, itulah sistem yang sudah dibuat kementrian pendidikan Indonesia sedemikian rupa, sehingga memudahkan setiap calon mahsiswa baru secara umum untuk dapat melanjutkan ke perguran tinggi negeri.
Esok pagi, 26 Mei 2014 aku pun bersiap-siap untuk kewarnet dikecematan dengan jarak tempuh kurang lebih setengah jam dengan memakai mobil angkutan untuk melihat hasil pengumuman SNMPTN UNDANGAN. Disepanjang perjalanan hanya bisa berdoa agar dimudahkan untuk jalannya. Rasa penasaran sudah wajar untuk mengetahui hasil yang ada.
Tibalah saat jariku menekan tombol keyboard dengan menulis nomor ujian. Saat aku klik. terlihat“ SELAMAT ANDA DITERIMA DI FAKULTAS PETERNAKAN UGM dan mendapatkan BEASISWA BIDIKMISI”. Perasaanku benar-benar senang sekali, ternyata doaku didengar oleh Allah.

snmptn 3Ada hal Kebetulan….
Sejalan dengan diterimanya SNMPTN Jalur Undangan ada beberapa hal keadaan yang tak terbayangkan bahwa itu menjadi sebuah sesuatu yang dikala sebelum-sebelumnya memang sudah ada dicatatan saya.
Berharap untuk berada dikampus idaman setiap orang Indonesia ternyata sudah menjadi daftar pilihanku saat selesai ujian akhir semester kelas 2 menuju kelas 3. Pada saat itu sekolah Aliyah yang pada setiap tahunnya bagi siswa dengan spesifikasi atau ketrampilan bahasa inggris mengadakan `tes TOEFEL di Pusat Bahasa UGM. Salah satu pembina IPA Emercy yaitu pak wahid sekaligus lulusan pendidikan fisika UNY mempunyai sebuah inisiatif bagi anak IPA Reguler dan Emercy untuk dapat mengikuti celetoh alumninya yang berada dijogja. Disaat itu beberapa dari alumni menanyakan beberapa dari kami akan minat untuk kuliah di UGM, tak pandang teman akupun menunjukan diri sebagai peminat ugm dan berharap menjadi mahasiswa UGM. Selepas berbincang-bincang dengan para alumni dan menuju bis saya sempatkan untuk mengobrol banyak mengenai kampus dan jalur masuknya. Inilah salah satu hal menjadi bekalku nanti saat mulai pendaftaran.
Saat dikelas maupun ada sosialisasi kampus ketika disuruh menunjukan jari memilih UGM, akulah yang satu-satunya peminat UGM. Dan berusaha lebih banyak bertanya hingga diberi buku mengenai UGM.tak hanya itu didaftar impianku pun tercatat diterima dikampus terbaik dan mendapat beasiswa.

Ucapan Terimakasih
Paling Utama pastinya berterimakasih kepada allah SWT yang telah memberikan kesempatan saya untuk dapat hidup, bernafas dan melakukan hal kehidupan sehari-hari serta akan ridhanya. Kepada orang tua saya yang senantiasa setia untuk dapat memberikan nasehat dan mencukupi kehidupanku serta guru dirumah. Guru-guruku tercinta dari mulai saya berada di taman kanak-kanak yang masih belumbisa menulis dan berbicara dengan jelas. Di sekolah dasar hingga saat dialiyah. Sungguh besar jasa bapak dan ibu semuanya hingga membantu proses belajar sampai dijenjang yang tinggi diperkuliahan.
Kepada teman-temanku senasib dan seperjuangan dari mulai TK sampai SMA. Suka duka senantiasa kita lakukan bersama, banyak hal sesuatu yang dapat ditukarkan pastinya ilmu. Dan saling memotivasi satu sama lain.
Khusus untuk Muhamad Aulia Fahmi selaku teman sekelas di IPA Emercy dan sekarang berada di Pendidikan Dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memeberikan saran atas pilihan yang saya pilih. Kemudian kepada Fakhrurozi sebagai teman IPS terpandai putra dan sekarang berada di Pendidikan Sejarah UNY yang telah memberikan info akan kelanjutan dari proses pendaftaran SNMPTN UNDANGAN di UGM, hingga sampai malam terakhir untuk mengurus dokumennya. Sungguh terimakasih atas saran dan info kalian berdua hingga saya berdada di UGM.
Entah jalan ini memang sudah takdir oleh Allah SWT untuk berada disini. Ataukah hanya sebagai keberuntungan dapat lolos disini. Apapun hasilnya kita harus terima dan syukuri akan semua hal yang ada. Berharap dibalik semua ini ada manfaat dan hikmahnya.
Thank for all……………………………………

Facebook Comments