Tim Gama Lebah UGM Adakan Survey ke Mangunan

19042014-lebahTim Gama Lebah merupakan Tim PKM-M UGM yang lolos tahun 2014 kembali melakukan survey perkembangan peternakan lebah yang sedang dilakukan di dusun Mangunan, kamis (17/04) pukul 14.00.
Tim Gama Lebah yang terdiri dari 5 anak, empat anak dari fakultas Teknologi Pertanian yaitu Pranedya Atria, Siti Mariyam, Catur Setyo Budi, dan Farida Rahmawati serta satu orang dari Fakultas Peternakan bernama Ridwan. Survey dengan judul PKM yang berjudul “Madu Mawon (Mangunan Dusun Mangun Tawon): Pemberdayaan Lingkungan melalui Ternak Lebah dan Penanganan Produk Lebah secara Intensif untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Dusun Mangunan, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul” ini sedikit berbeda dari survey-survey sebelumnya.
Survey kali ini diawali dengan berkunjung ke rumah Pak Teguh (65), seorang koordinator peternakan lebah di Dusun Mangunan. Di rumah Pak Teguh kami di sambut dengan sangat ramah. Pak Teguh yang juga sudah bergelut kurang lebih 40 tahun ini menceritakan tentang pemanenan ratu lebah, produksi lebah perbulan, kondisi sarang lebah di setiap masing-masing anggota kelompok yang berjumlah kurang lebih 15 orang, serta kita juga diajarkan bagaimana memeras sarang lebah yang akan menjadi madu dengan cara tradisional. Memeras sarang lebah dengan menggunakan kain secara tradisional itu nantinya akan diganti mesin ekstraktor yaitu alat pemeras madu secara mudah akan dimulai minggu berikutnya.
Gama Lebah merupakan Tim PKM-M UGM sebutan kami, Gama sendiri singkatan dari Gadjah Mada. Survey Kali ini Pak teguh juga mengajak Tim PKM Gama Lebah untuk mengambil ratu lebah dan memindah sarang lebah yang tumbuh alami langsung di hutan dekat desa sekitar Mangunan. Pengambilan dan pemanenan ini dilakukan secara manual dan tanpa perlindungan apapun. “Awalnya saya sempat takut karena banyak lebah yang beterbanan, akan tetapi lebah tidak sejahat yang saya bayangkan. Mereka tidak akan mengganggu jika tidak diganggu”, kata Siti Mariyam salah satu Tim PKM Gama Lebah yang juga kandidat Mahasiswa Berprestasi UGM 2014.
“Mulanya sarang lebah diambil kemudian dimasukkan ke dalam stup (wadah berbentuk balok yang terbuat dari kayu pinus yang digunakan untuk sarang lebah). Setelah itu, lebah pekerja diarahkan masuk ke stup dengan menggunakan tangan secara pelan-pelan. Sambil dicari ratu lebahnya, ciri-cirinya yaitu ukuran tubuhnya lebih besar dan mempunyai warna yang lebih coklat. Selain itu ujung ekor ratu lebah lebih meruncing. Setelah ratu ditemukan, kemudian dimasukkan ke dalam tempat khusus yang telah disiapkan. Ratu dalam tempat ini turut dimasukkan ke dalam stup. Kemudian stup dibiarkan di tempat semula selama 3 hari. Selama waktu itu, ratu lebah mendapat makanan dari lebah pekerja,” kata Pak Teguh yang juga menjadi seksi usaha di kepengurusan kelompok Madu Mangunan.
“Peristiwa ini bisa menjadi teladan, bahwa dalam kondisi apapun rakyat harusnya patuh kepada pemimpin selam pemimpin itu tidak menjerumuskan dalam keburukan,” ujar Siti Mariyam.
Perjalanan selanjutnya ke tempat peternakan lebah yang berada di dalam hutan yang dekat dengan kebun buah Mangunan. Perjalannanya cukup menantang, melewati semak belukar yang tingginya mencapai 1 meter. Sesampai ditempat kami langsung mengamati keadaan sarang yang sudah berhasil diisi lebah. Dari 13 stup atau sarang lebah, delapan diantaranya sudah terisi. Sarang selebihnya masih dalam tahap pemasukan lebah yang baru.
Tim PKM Gama Lebah pun melanjutkan lagi ketempat anggota kelompok lebah disetiap rumahnya. Beberapa dari mereka ada yang sudah hasilnya bagus, tetapi ada juga yang masih belum seperti apa yang diinginkan. Masing-masing dari anggota memelihara sarang lebah madu dua sampai empat sarang. Tujuannya adalah untuk memulai awal dalam berternak lebah. Kata Pak Teguh, “ Apabila sudah berhasil semua sarangnya terisi, maka akan ditambahkan lagi”
Setelah berkeliling kurang lebih tiga jam dari mulai pukul 14.00 – 17.00. Kemudian kita kembali ke tempat Teguh untuk beristirahat dan mengevaluasi survey kali ini serta berlekas-lekas barang kami untuk berpamitan pulang. Kegiatan selanjutnya kami akan mendatangkan mesin ekstraktor dan penutup muka wajah untuk melindungi dari sengatan lebah. (ridwan)

Facebook Comments